Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
201: Tiba di Dunia Moxian


Lorong Hitam dengan berjuta bintang di sekelilingnya, membuat takjub ketiga orang yang sedang melesat karena terbawa energi Gerbang Teleportasi yang diciptakan oleh Mutiara Jiwa Naga.


Rasa takjub berubah menjadi berdebar-debar karena ketiganya melihat sebuah titik putih yang semakin lama semakin terlihat membesar dan semakin terang.


Saat jarak mereka kurang dari lima ratus meter lagi, titik putih yang mereka lihat tadi ternyata adalah pintu Gerbang Teleportasi yang merupakan akhir dari lorong yang mereka lalui.


Mata ketiganya melebar saat melewati gerbang Teleportasi yang menjadi pertanda mereka telah tiba di Dunia Moxian.


"Selamat datang di Dunia ku"


Suara Xian Mey terdengar setelah gumpalan asap keluar dari Tongkat Sakti Giok Merah. Gumpalan asap itu kini terlihat sangat besar dan berbeda dari yang terlihat sebelumnya.


Wujud Xian Mey perlahan mulai terbentuk dan setelah gumpalan asap itu menghilang terlihatlah sosok setinggi tiga meter di hadapan mereka yang membuat ketiganya terkejut.


"Setinggi inikah wujud mu yang sebenarnya?"


Qing Mi yang sering berbincang dengan Xian Mey, bertanya kepadanya karena baru mengetahui bahwa sosok yang sering merasuki tubuhnya itu ternyata memiliki tubuh yang tingginya dua kali lipat dari mereka bertiga.


"Bukan, ini masih wujud rohku, karena berada dalam duniaku sendiri, maka bentuknya kembali ke ukuran sebenarnya dari roh itu sendiri."


"Lalu dimana wujud aslimu? dan sepertinya duniamu memiliki energi yang berlimpah di udaranya."


Kini Yao Chan yang bertanya kepada Xian Mey setelah memperhatikan keadaan di sekeliling mereka yang terasa begitu berbeda dengan Dunia Manusia.


"Benar, itulah alasan mengapa banyak manusia dari Dunia Kultiva yang mendatangi Dunia Moxian."


Xian Mey ingin menjawab begitu, namun suara lain terlebih dahulu menjawabnya. Suara milik Gong Li yang tiba-tiba muncul dengan Pedang Gadis Suci yang keluar sendiri dari sarungnya.


Xian Mey mengerutkan dahinya dan menatap tajam ke arah Gong Li. Ia tidak mengenali Sosok Roh Gadis Cantik yang muncul dari pedang Gadis Suci itu.


"Chan Gege ... Siapa dia? Apakah dia juga calon .."


"Ya Aku adalah calon isterinya, apakah ada masalah?"


Pertanyaan Qing Mi kepada Yao Chan terputus oleh ucapan Gong Li yang membuatnya terkejut saat mengetahui Sosok Gadis Cantik dengan senyum indah itu adalah calon isteri ke empat Yao Chan, yang juga menjelaskan dari mana gadis tersebut berasal.


Xian Mey pun terkejut dan sikapnya berubah setelah mengetahui hal tersebut, ada bagian tubuh gadis itu yang membuatnya menjadi iri kepadanya.


Namun mengetahui gadis itu berasal dari Dunia Kultiva, ia tidak berani untuk berlaku arogan dan kasar kepadanya. Karena sepanjang yang ia ketahui, manusia dari Dunia Kultiva memiliki kemampuan yang tinggi.


Berbeda dengan Qing Mi, ia terlihat tidak senang dan merasa ada kecemburuan di dalam hatinya. Entah apa yang menyebabkan hal itu, yang pasti ia merasa iri akan satu bagian dari gadis itu yang terlihat indah dengan ukuran yang lebih dari normalnya.


"Ya ... Tentu saja ada masalah!"


Qing Mi menjawab dengan Nada Ketus membuat Zhu Yin dan Gong Li mengerutkan dahinya mendengar hal itu.


"Mi'er apa masalahnya dengan itu? bukankah kita tahu bahwa Chan Gege akan memiliki empat orang isteri?"


Zhu Yin yang semula diam kini bersuara karena merasa ada ketegangan diantara mereka berempat.


"Yin Jie Jie ... Aku tahu hal itu, tapi ... "


Qing Mi tidak bisa melanjutkan kata-katanya, karena terpotong oleh Ucapan Yao Chan. Sementara Xian Mey terdiam sebelum menjawab pertanyaan Yao Chan yang tiba-tiba saja suaranya terdengar berwibawa.


"Tubuh asliku berada di Pohon Raksasa Abadi yang bernama Xian Fun Da Shi, Pohon yang juga merupakan istana bangsa Peri di dunia Moxian ini."


Semuanya terpana mendengar ada pohon Raksasa Abadi yang membuat semuanya terpana kecuali Gong Li. Ia telah mendengar tentang itu dan sempat melihatnya, sebelum akhirnya pergi karena tidak ingin keberadaanya di ketahui oleh bangsa Peri.


Xian Mey kemudian menjelaskan lebih lanjut tentang Pohon Raksasa Abadi itu. Pohon itu disebut demikian karena memiliki ukuran yang sangat besar sekali, dan telah berusia lima ribu tahun lebih dengan ketinggian yang melewati awan sekalipun.


Konon kabarnya, Pohon itu telah ada seiring diciptakannya Dunia Moxian oleh Dewa Tertinggi di jagad ini.


Selain Pohon Abadi Xian Fun Da Shi, ada sebuah tempat lain yang diciptakan bersamaan dengannya.


Tempat itu adalah Lembah Gu Mo yang memiliki luas lima kali lipat dari Ibukota Wu Chang An. Di sanalah Istana Bangsa Iblis berada.


"Jika begitu sebaiknya kita segera menuju Pohon Raksasa Abadi Xian Fun Da Shi agar kau bisa segera kembali ke tubuhmu."


Yao Chan segera berkata demikian karena melihat Xian Mey sepertinya sudah selesai bercerita tentang Dunia Moxian.


Xian Mey mengangguk, lalu ia mengepakan sayapnya yang seperti sayap capung yang bening dan transparan sembari meminta mereka semua untuk mengikutinya.


Keempat orang lain segera melesat mengikuti Xian Mey yang kecepatannya terbangnya meningkat dari yang terakhir kali terlihat saat di dunia manusia.


Setelah mereka terbang di udara selama dua jam akhirnya mereka melewati hutan yang pohonnya terlihat tiga kali lipat dari pohon yang terlihat di dunia manusia.


"Awas jaring Laba-laba Ungu!"


Xian Mey berteriak mengingatkan yang lain saat mereka mulai terbang di atas kawasan Hutan tersebut.


Ke lima orang tersebut akan segera menaikan laju terbang mereka agar tidak terkena serangan dari jaring-jaring siluman Laba-laba Ungu yang menghuni hutan tersebut.


Namun baru saja mereka bergerak, Sepuluh buah jaring laba-laba melesat dengan sangat cepat sekali dari berbagai arah membuat mereka tidak memiliki celah untuk menghindar.


Creeep Creeep


Dua buah jaring besar berhasil menjerat dan mengurung mereka secara terpisah, Yao Chan terjerat bersama Zhu Yin dan Gong Li, sementara Xian Mey terjerat bersama Qing Mi yang wajahnya segera memucat saat mengalihkan pandangannya kebawah.


Terlihat oleh mereka semua, Sepuluh laba-laba sebesar rumah sedang merayap diatas dahan pohon dan dua diantaranya berusaha menarik jaring yang keluar dari mulut mereka.


Yao Chan memandang siluman itu seraya tersenyum, karena ia terhimpit oleh tubuh dua orang gadis cantik yang membuatnya merasakan debaran indah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Ia telah sering menggenggam tangan kedua gadis tersebut, namun dipeluk oleh mereka baru ini saja hal itu terjadi.


Keduanya merasa ngeri akan wujud Siluman Laba-laba bermata merah itu, sehingga Zhu Yin memeluk Leher Yao Chan dan membenamkan wajahnya ke belakang Kepala Yao Chan.


Gong Li yang merasa jijik dengan hewan berkaki delapan itu, memeluk Yao Chan dibagian pinggang yang membuat kepalanya berada di dada Pemuda tampan yang sedang tersenyum menikmati ketakutan mereka.


"Semoga mereka sering bertemu makhluk yang mereka takuti di dunia Moxian ini.aku juga yang beruntung kalau mereka ketakutan seperti ini."


*****