Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
041: Pertarungan di Kota Xinan


Yao Chan mengeluarkan Pedang Pelangi warisan dari sang ayah dari Gelang Ruang Dimensi dan menghunuskan kearah empat Hantu Lembah Neraka.


Mata Enam Hantu Lembah Neraka melebar saat Yao Chan memunculkan Pedang secara aneh. Mereka mengenali Pedang Pelangi yang dulu di gunakan Yao Zhi melawan mereka.


"Pedang Pelangi..!!? bukankah pemiliknya sudah mati ku tusuk dadanya..? Salah satu dari empat lelaki tersebut mengguman cukup Keras.


"Benar Adik Kun.. kau yang menusuknya setelah pedang ku merobek perutnya hahahaha." Zhan Yu tertawa sambil memperhatikan Pedang Pelangi ditangan Yao Chan yang mulai mengeluarkan Aura Tujuh Warna.


Saat menatap wajah Yao Chan, Zhan Yu tercekat. Demikian juga dengan Lima Hantu Lembah Neraka lainnya. Terutama Cheng Kun lelaki yang di panggil Kun oleh Zhan Yu.


Di hadapan mereka terlihat bola mata Yao Chan Berubah menjadi kuning keemasan. Perlahan-lahan terjadi getaran pada tanah yang mereka pijak.


Semua orang terkejut dengan getaran seperti gempa bumi yang berasal dari pancaran kekuatan Yao Chan. Mereka segera menjauhi lokasi dimana Yao Chan dan Enam Hantu Lembah Neraka siap bertarung.


"Jadi kalian yang mengeroyok dan membunuh Ayahku..Aku akan membunuh kalian semua." Jawab Yao Chan sambil memasang Kuda-kuda teknik Pedang Dewa Perang jurus Aura Jiwa Pedang.


Ke empat Hantu Lembah Neraka menjadi waspada setelah melihat kekuatan yang di tunjukan oleh Yao Chan.


Mereka segera mencabut senjata masing-masing. dan mengalirkan tenaga dalam cukup besar ke Pedang mereka.


Yao Chan segera melompat menyerang lelaki yang dipanggil Kun oleh Zhan Yu. Cheng Kun terkejut dengan kecepatan serangan Yao Chan yang menebas lehernya. Beruntung dirinya sempat menghindar walau lehernya sedikit tergores mata pedang pelangi.


Ketiga rekannya segera membantu Cheng Kun. Pertarungan satu melawan empat pun terjadi di depan rumah makan Lao Qin yang pengunjungnya kini telah keluar semua untuk menyaksikan pertarungan itu.


Puluhan Jurus telah berlalu, semua orang yang melihat pertarungan tersebut memandang takjub kepada Yao Chan yang terlihat masih muda namun memiliki kemampuan yang sangat tinggi.


Walaupun dikeroyok oleh Empat Hantu Lembah Neraka, Yao Chan mampu mendominasi bahkan berhasil memberikan luka yang tidak ringan kepada empat lawannya yang terkenal kuat dan kejam.


Jurus Aura Jiwa Pedang adalah jurus kedua dari Kitab Dewa Perang. Jurus ini mampu menghadapi tiga hingga tujuh orang di tingkat yang sama.


Melawan empat orang yang tingkatannya jauh dibawah dirinya, mudah sekali bagi Yao Chan mendominasi pertarungan yang tak seimbang dalam jumlah itu.


"Kalian berdua cepat bantu .. bentuk Formasi Enam Hantu Menghisap Darah" Zhan Yu berteriak kepada kedua rekan perempuannya agar turut segera menyerang Yao Chan.


Kedua perempuan tersebut segera mengeluarkan senjata mereka, satu diantaranya mengeluarkan Cambuk. Mereka berenam akhirnya mengeroyok Yao Chan.


Serangan ke Enam Hantu Darah berubah menjadi lebih kuat dari semula.


Walau di serang oleh enam orang di tingkat Pendekar Pertapa, namun tak satu pun serangan dari mereka yang berhasil menyentuh tubuh Yao Chan yang kini mulai terlihat tersenyum.


Tak lama kemudian Zhan Yu berteriak menyebutkan formasi Hantu Haus Darah, Kelima rekannya segera melompat mundur menjauhi Yao Chan.


"Kakak.. siapa pemuda ini... jurus apa yang digunakannya..?" Cheng Kun bertanya dengan suara terputus-putus. Tangannya terasa kebas setiap kali pedang ditangannya berbenturan dengan Pedang Pelangi Yao Chan.


"Entahlah.. jurusnya baru ini kulihat, sangat kuat dan mematikan..kita harus hati-hati, ayo kita gunakan formasi Enam Hantu Menghisap Darah" Zhan Yu pun segera memerintahkan ketiga adik seperguruannya menggunakan formasi terkuat mereka.


Dengan formasi ini, Pendekar Suci Tahap Awal pun pun akan kesulitan bertahan dari serangan mereka.


Dengan Formasi Enam Hantu Menghisap Darah serangan keenamnya menjadi tiga kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.


Gerakan tubuhnya yang lincah dan cepat, membuat ke Enam Hantu Lembah Neraka mulai dipenuhi rasa putus asa.


Seratus jurus lebih pertarungan telah berlangsung, namun tak satupun serangan mereka berhasil menyentuh tubuh Yao Chan. Hanya berhasil merobek jubah Yao Chan dibeberapa tempat saja.


Yao Chan melihat keputusasaan di wajah lawan-lawannya, lalu Yao Chan pun mengubah jurus yang digunakannya.


"Jurus Murka Jiwa Pedang"


Yao Chan berteriak keras mengejutkan ke enam lawannya. Sesaat kemudian tubuhnya bergerak tiga kali lipat lebih cepat dari sebelumnya.


Mata Cheng Kun terbelalak saat menyadari Pedang ditangan Yao Chan sudah menusuk dada kirinya. Dirinya tak mengetahui dengan pasti kapan pedang itu menembus jantungnya.


"Kau menusuk ayahku dari belakang bukan..? kini terimalah kematian mu dengan cara yang sama dengan kematian Ayahku.."Yao Chan menyeringai saat melihat kepala Cheng Kun perlahan-lahan terkulai dengan nyawa melayang.


Yao Chan mencabut Pedang Pelangi dari tubuh Cheng Kun yang langsung roboh dengan darah yang mengalir dari dadanya. Tubuh Yao Chan tiba-tiba bergetar hebat.


"Adik Cheng.."


"Kakak Cheng.."


Teriakan dari lima Hantu Lembah Neraka lainnya bersahutan dengan suara bergetar tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Rasa gentar mulai menyelimuti hati mereka melihat kematian Cheng Kun yang begitu mudah, terbunuh dalam satu serangan cepat yang tak bisa di ikuti oleh mata mereka.


Sementara itu semua penonton yang melihat dari jauh, membuka mulutnya tanpa mereka sadari.


Mereka begitu terkejut melihat kematian salah satu dari enam Hantu Lembah Neraka yang begitu cepat di tangan seorang pemuda yang berusia dua puluhan tahun.


Nama Enam Hantu Lembah Neraka begitu ditakuti di dunia persilatan Kekaisaran Wu. Kekompakan mereka dalam formasi Enam Hantu Menghisap Darah ditakuti oleh Pendekar Suci sekalipun.


Salah satu yang terkejut di barisan penonton adalah Guo Jin dan Zhu Yin.


Saat Guo Jin meninggalkan Alam Kultiva Naga, kekuatan Yao Chan baru menginjak di Pendekar Suci tahap menengah, namun kekuatan yang baru saja ditunjukan Yao Chan adalah Pendekar Suci Tahap Akhir. Satu level diatas dirinya.


"Bocah tengil itu ... kekuatannya meningkat pesat." Gumam Guo Jin dengan kagum. setelah beberapa lama tak ada sahutan dari Zhu Yin, Guo Jin melihat ke arah Zhu Yin yang sedang menatap Yao Chan tanpa berkedip.


Guo Jin menatap Zhu Yin sambil tersenyum tipis. Zhu Yin tidak menyadari dirinya menjadi perhatian Guo Jin. Zhu Yin sedang sibuk dengan hatinya yang tiba-tiba berdebar keras saat pertama kali menatap Yao Chan.


Zhu Yin tak mengerti kenapa hatinya menjadi seperti itu. Ada rasa yang tak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata saat melihat senyum Yao Chan yang teramat manis dimatanya. Senyum yang membawa kehangatan dan kedamaian dalam hatinya.


Sementara itu Kelima Hantu Lembah Neraka, masih terkejut dengan kematian saudara seperguruan mereka. Amarah dan ketakutan menjadi satu membelenggu hati mereka.


Melihat Yao Chan berdiri mematung dengan tubuh bergetar, membuat nyali mereka berlima menjadi ciut, mereka menduga Yao Chan sedang murka dan bersiap menghabisi mereka semua.


*****


Besok malam libur ya🙏🙏