Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
214: Meminum Ramuan Pembesar


Pagi ini, hari pertama di dunia Moxian bagi Yao Chan dan lainnya.


Xian Mey, Gong Li, Qing Mi dan Zhu Yin terlihat sedang menikmati matahari pagi yang mulai terasa hangat meski kabut masih terlihat menyelimuti udara.


Wajah Keempat gadis itu mulai terlihat serius, saat Xian Mey menjelaskan tentang hasil memata-matai Yao Chan semalam.


Ketiganya terlihat diam dan kebingungan mendengar penjelasan Xian Mey tentang energi Cakra Pusaka Yao Chan yang sangat besar sekali.


Gong Li ingin bertanya tentang apa hubungannya energi Cakra itu dengan mereka berempat, namun suara teriakan Yao Chan yang keras, terdengar menggema di seantero Pohon Abadi Xian Fun Da Shi.


Ke empatnya segera melesat ke arah bawah dimana Rumah Tabib Xian Niu berada. Sesampainya di sana suara teriakan Yao Chan telah mereda.


“Apa yang terjadi dengan Chan Gege?”


Qing Mi yang terlihat khawatir segera bertanya kepada Xian Mey yang tersenyum setelah menduga apa yang terjadi.


“Sepertinya ia telah meminum Ramuan Pembesar lebih dahulu dari kalian. Ayo kita lihat ke dalam.”


Xian Mey mengajak ketiga gadis lainnya untuk segera memasuki Rumah Tabib Xian Niu, namun pintu rumah itu telah terbuka saat mereka mulai melangkahkan kaki.


Sosok Yao Chan yang setinggi empat meter terlihat keluar dari pintu rumah di susul oleh Tabib Xian Niu.


Yao Chan tidak mengenakan lagi jubahnya melainkan mengenakan pakaian Tabib Xian Niu yang terlihat ketat di tubuhnya memperlihat bentuk tubuh yang kekar dan berotot.


Keduanya terkejut saat mendapati Xian Mey dan lainnya, telah berada di halaman rumah dan memandang takjub ke tubuh Yao Chan .


Sesaat kemudian Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing tiba di tempat itu. Mereka terlihat senang melihat tubuh Yao Chan yang telah menjadi sebesar mereka.


“Chan’er … tubuhmu telah sebesar kami, tapi kenapa ketiga teman mu masih seperti kemarin.”


Raja Xian Bun bertanya saat melihat raga Gong Li, Zhu Yin dan Qing Mi masih tetap seperti pertama kali mereka datang.


“Paman Bun, mereka baru saja tiba, dan Ramuan Pembesar Raga baru saja selesai dibuat semalaman ini.”


Yao Chan menjawab dengan kikuk, membuat Zhu Yin mengerutkan dahinya, melihat ada sesuatu yang disembunyikan oleh Yao Chan.


Raja Peri Xian Bun terlihat heran, seharusnya membuat ramuan itu tidak membutuhkan waktu semalaman.


Ia pun menatap Tabib Xian Niu yang tersenyum dan memberinya isyarat untuk tidak membahas lebih lanjut, membuat benaknya dipenuhi pertanyaan.


“Oh begitu … Apakah ramuan untuk mereka bertiga telah disiapkan?”


“Kami akan meminumnya di ruangan Saudari Mey saja Paman Xian Bun.”


Gong Li memutuskan demikian karena menyadari sesuatu hal bahwa setelah meminum Ramuan itu, mereka harus mengganti gaun yang mereka kenakan saat ini.


Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing menganggukan kepala, Tabib Xian Niu pun segera memberikan tiga buah botol berisi ramuan kepada Xian Mey.


Ke empat gadis tersebut segera meninggalkan halaman Rumah tabib Xian Niu dan kembali keruangan Xian Mey di Istana Peri.


“Chan’er bagaimana langkah mu selanjutnya? Apakah Kau akan memulai latihanmu sebagaimana yang disarankan oleh Yang Agung Dewa Naga?”


Pertanyaan Raja Peri Xian Bun menyadarkan Yao Chan akan tujuan lain kedatangannya ke Dunia Moxian.


“Paman Xian Bun, aku ingin bertemu dengan Peri Legendaris Tongkat Sakti Giok Biru dan Tongkat Sakti Giok Hijau untuk membuka Segel syaraf di tubuhku.”


Yao Chan lalu menjelaskan kepada ketiga Pemimpin Bangsa Peri tersebut tentang titik syaraf Ingatan dan Titik Syaraf tubuh abadinya yang masih tersegel dan hanya bisa dilepas oleh mereka berdua.


Wajah Yao Chan terlihat murung mendengar hal itu, Ia pun memutuskan untuk menyusul keduanya ke wilayah lembah Hou Mon, tempat dimana Iblis Putih dan pengikutnya berada.


Ke empatnya segera melesat ke atas untuk menemui Zhu Yin dan lainnya. Terdengar teriakan melengking saat mereka baru saja melesat ke arah Istana Peri. Teriakan yang dikenali Yao Chan sebagai suara Gong Li.


Selang beberapa waktu kemudian terdengar dua teriakan melengking lainnya dari Zhu Yin dan Qing Mi


Setelah tiba di Istana Peri dan memasuki Aula Istana, ke empatnya pun menunggu Xian Mey dan yang lainnya datang setelah seorang Peri Pelayan ditugaskan untuk memanggil mereka.


Serigala Angin yang masih tertidur di belakang Aula tersebut segera memasuki ruang dan duduk di samping kursi Yao Chan. Ia sempat heran dengan tubuh besar Bos Mudanya itu.


Selang beberapa waktu kemudian Xian Mey datang hanya bersama Qing Mi yang mengenakan Pakain Bangsa peri yang ketat dan memperlihatakan lekuk tubuhnya yang elok itu.


Benak Raja Peri Xian Bun, Ratu Xian Xing dan Tabib Niu dipenuhi pertanyaan, mengapa hanya mereka berdua saja yang datang.


“Mey’er kemana dua orang teman mu tadi? Mengapa mereka tidak datang ke sini?”


Ratu Xian Xing bertanya kepada Xian Mey yang terlihat bingung untuk mengatakan apa sebabnya mereka berdua belum bisa datang di Aula.


Xian Mey segera mendatangi Ratu Xian Xing dan membisikan sesuatu yang membuat wajah ratu Peri itu terlihat terkejut.


Setelah berpamitan kepada suaminya Ratu Peri meninggalkan Ruangan Aula bersama Xian Mey dan Qing Mi, meninggalkan pertanyaan di benak Xian Bun dan Tabib Xian Niu.


Hanya Yao Chan yang tetap tenang dan tersenyum dengan hati berdebar-debar ingin segera melihat keduanya. Senyum yang mengundang tanya Raja Peri dan Tabib Xian Niu.


Raja Peri tampak terkejut beberap kali saat mendengar penjelasan Tabib Xian Niu, tentang kedepannya nanti, bahwa setiap Peri Laki-laki yang lahir dipastikan menjadi akan menjadi Peri Pejantan yang tangguh.


Mata Yao Chan melotot Lebar ke arah Zhu Yin dan Gong Li yang datang bersama Ratu Peri Xian Xing, saat Tabib Xian Niu selesai dengan penjelasannya.


Mendapati tatapan ngiler dari Pemuda calon suaminya itu, Zhu Yin dan Gong Li seketika merapatkan Syal yang menutupi bagian dada mereka.


Setelah semua duduk, akhirnya percakapan tentang niatan Yao Chan untuk menyusul Peri Xian Chi dan Peri Xian Shi pun dimulai.


Dalam Percakapan itu akhirnya Yao Chan mengetahui bahwa misi rahasia yang sedang diemban oleh kedua Peri Legendaris itu adalah membantu Iblis Putih secara diam-diam.


Raja Iblis Putih mendapat Informasi dari mata-mata mereka bahwa Panglima Iblis Hen Mo akan menyerang Lembah Hou Mon.


Menyadari kekuatan mereka kalah jauh dari kekuatan tempur Raja Iblis En Mo, Raja Iblis Putih meminta bantuan kepada Peri Putih untuk menghadapi serangan dari Pasukan Panglima Iblis Hen Mo.


Mengetahui hal tersebut, Yao Chan pun bergegas pamit undur diri untuk segera berangkat ke Lembah Hou Mon. Keempat gadisnya tersebut, ikut serta bersamanya.


Lima orang terlihat terlihat berada di punggung Serigala Angin yang tubuhnya kembali membesar setinggi tiga puluh meter.


Mereka bergerak kearah yang berlawanan dengan arah menuju Lembah Hou Gu. Perjalanan tersebut diperkirakan akan memakan waktu tiga jam dengan kecepatan yang Serigala Angin miliki.


Selama dalam perjalanan Yao Chan seringkali melirik ke arah Zhu Yin atau pun Gong Li. Hal itu membuat Xian Mey dan Qing Mi sedikit kesal karena cemburu.


Melihat Lelaki yang akan menjadi suami mereka menyukai yang besar, dalam benak kedua gadis tersebut akhirnya memutuskan untuk mengikuti Proses Penempaan Tulang dan Otot.


Cara itu mereka ketahui saat Zhu Yin menjelaskan kenapa kini miliknya sebesar milik Gong Li, namun rasa sakit harus mereka alami jika ingin melakukan proses itu.


Keduanya pun memilih untuk menahan rasa sakit pada tubuh mereka daripada setiap harinya nanti, harus merasakan sakit pada hatinya.


Setelah tiga jam lebih, mereka Akhirnya tiba di lembah Hou Mon, dimana pertempuran besar sedang terjadi di depan lembah tersebut.


*****