
Raja Iblis Putih Lin Mo sedang mengawasi perbaikan kerusakan bangunan akibat pertempuran tempo hari.
Firasat buruk segera hinggap di benaknya saat tiba-tiba Ia merasakan dua kekuatan besar sedang mendekat ke lembah Hou Mon dengan sangat cepat.
Sebuah bola energi besar, tiba-tiba saja melesat ke arah ratusan Iblis yang sedang memperbaiki bangunan itu.
BLAAAR
Puluhan Iblis tewas seketika saat bola energi itu menghantam tubuh mereka sehingga hancur berkeping-keping.
Raja Iblis Putih Lin Mo, sangat geram melihat hal itu. Namun rasa gentar timbul di hatinya saat menoleh ke udara dimana terlihat dua sosok kecil sedang melayang di udara.
“Ketua Zeng, sepertinya orang yang membunuh Tetua Bai berada disana, Aku merasakan Kekuatan besar dari arah itu.”
Salah seorang itu berkata saat merasakan Aura Kekutan besar, muncul bersamaan dengan ledakan bola energi yang ia lepaskan tadi.
“Benar Tetua Wu, ayo Kita kesana.”
Sosok yang di panggil Ketua Zeng segera mengajak Tetua Wu melesat ke arah air terjun.
Keduanya tiba di sana bersamaan dengan Yao Chan yang baru saja selesai mengenakan jubahnya kembali dan akan segera melesat ke arah ledakan itu berasal.
“Ketua Zeng Hu!, Tetua Zhao Wu! Mereka berasal dari Klan Naga Hitam!”
Gong Li yang mengetahui identitas kedua Kakek itu segera saja berkata dengan suara yang terdengar ketakutan.
Sementara Zeng Hu dan Zhao Wu terheran melihat empat sosok yang terlihat bukan dari Dunia Moxian, namun tubuh mereka sebesar tubuh penghuni Dunia ini.
Keduanya kembali dikejutkan dengan seorang gadis yang mengenali mereka berdua, membuat dahi keduanya berkerut mencoba mengingat siapa gadis tersebut.
Kedua petinggi Klan Naga Hitam itu segera menuju ke dunia Moxian saat mengetahui berita bahwa Api Roh milik Hung Bai telah padam.
Hal itu menunjukan bahwa Hung Bai telah tewas di dunia moxian, saat sedang menjalankan misi bantuan kepada Panglima Iblis Hen Mo dengan bayaran sangat tinggi.
Laporan lainnya adalah adanya Portal Dimensi yang terbuka di langit markas Klan Naga Hitam.
Namun tidak satupun yang keluar dari portal tersebut, portal itu pun menghilang beberapa detik kemudian.
Menyadari telah terjadi sesuatu yang buruk terhadap Hung Bai mereka berdua memutuskan memasuki dunia Moxian.
Mengingat sosok yang mampu membunuh Tetua Hung Bai tentunya memiliki kemampuan yang tinggi, keduanya memilih untuk memastikannya sendiri.
Keduanya menjadi heran saat menemukan Seorang gadis yang berkekuatan Pendekar Roh memiliki tubuh sebesar umumnya Makhluk di Dunia Moxian, mengenali identitas mereka.
“Bocah siapa kau? Dan dari dunia mana kau berasal?”
Ketua Zeng Hu menyuarakan rasa penasaran di dalam hati keduanya dengan bertanya kepada Gong Li.
“Ketua Zeng Hu, kita berasal dari Dunia yang sama, namaku Gong Li, Ada gerangan apa Ketua menyerang Lembah Hou Mon ini?”
“Dari Dunia Kultiva? Apa hubungan mu dengan Gong Xhun dari Klan Pedang Suci di Benua Awan Biru?”
Ketua Zeng Hu yang sudah menduga hal tersebut, sedikit terkejut mendengar jawaban Gong Li. Terutama tentang nama gadis itu.
“Dia adalah Ayahku, Apakah ketua Zeng Hu mengenalnya?”
Gong Li balik bertanya saat mendapati wajah Ketua Zeng Hu terlihat berubah mendengar nama Ayahnya.
Zeng Hu tertegun sejenak, nama besar Gong Xhun tentu Ia sudah mendengarnya. Ia adalah Ketua Klan Pedang Suci yang merupakan Klan Nomor Dua terkuat di Benua Awan Biru.
“Nona Gong, aku tidak mengenal Ayahmu secara langsung, namun Aku mengetahui siapa Ayahmu. Hanya tujuan kami kesini untuk mencari orang yang telah membunuh Tetua Hung Bai yang sedang mendapat misi di dunia Moxian ini. Apakah Kau tahu siapa yang melakukan hal tersebut?”
“Aku yang melakukannya, apakah kalian ingin menuntut balas?”
Ketua Zeng Hu dan Tetua Zhao Wu seketika menoleh saat mendengar suara Yao Chan yang sedari tadi hanya diam saja.
Berdasar ingatan masa lalunya, Yao Chan berhasil menyembunyikan tingkat kekuatan yang Ia miliki, dengan menunjukan kekuatan di tingkat Pendekar Langit Tahap Akhir, sama seperti ke lima gadis lainnya.
“Anak muda Kau jangan bercanda dengan Kami, Kau belum mengetahui siapa Kami Bukan? Dengan Kekuatan yang kau miliki itu, hanya dalam lima detik saja tubuhmu akan hancur seperti debu. Ingat itu! jadi diamlah!”
Tetua Zhao Wu membentak Yao Chan setelah mengetahui kekuatan yang dimiliki pemuda itu.
Suasana menjadi tegang setelah Tetua Zhao Wu berkata demikian. Sementara Gong Li tersenyum tipis saat mengetahui bahwa Yao Chan telah menguasai teknik yang sempat mengelabui dirinya dahulu saat pertama kali mereka bertemu.
Yao Chan menyeringai ke arah kedua orang yang pernah Ia temui saat dikehidupan pertamanya itu.
“Ketua Zheng apakah kemampuan caturmu masih payah seperti dulu, sehingga kau harus kalah lima kosong dariku?”
Wajah kedua orang itu memperlihatkan keterkejutan yang besar saat mendengar perkataan Yao Chan.
Keduanya menatap lekat wajah Yao Chan yang tubuhnya dua kali lebih besar dari tubuh mereka berdua.
Sesaat kemudian keduanya tersentak saat berhasil mengingat wajah Yao Chan yang memiliki kemiripan dengan sosok Kejam yang sangat kuat dimasa lalu, Yuan Long si Tangan Seribu Naga.
“Tidak … Tidak mungkin itu Dia, Dia sudah tewas oleh Dewa Naga.”
Ketua Zeng Hu mengguman menyadari hal tersebut. Apa yang diucapkan Ketua klan Naga Hitam itu, serupa dengan apa yang mengisi benak Tetua Zhao Wu.
Yao Chan yang pendengarannya sangat tajam, mendengar apa yang diucapkan oleh Ketua Zeng Hu tersebut.
“Aku memang telah dibunuh oleh Dewa Naga, tetapi Roh ku telah bereinkarnasi dalam jasad manusia dari Dunia bernama Bumi.”
Perkataan Yao Chan itu, akhirnya menjelaskan siapa sosok pemuda berbadan besar itu. Senyum terkembang di bibir ketua Zeng Hu.
“Jika Kau memang benar reinkarnasi Yuan Long, sebelum Kau menjadi kuat Lagi, Aku akan membunuh mu, karena telah lancang menghabisi salah satu Tetua Klan Naga Hitam.”
Selepas berkata demikian, Zeng Hu bergerak secara tiba-tiba menyerang Yao Chan dengan tangan yang terkepal.
Gerakannya yang sangat cepat, membuat Tubuh Ketua Klan Naga Hitam itu seperti menghilang.
Yao Chan tersenyum sesaat sebelum kepalan tangan Ketua Zeng Hu itu mengenai dadanya.
BAM
Tinju Ketua Zeng Hu mengenai ruang kosong yang membuatnya terkejut, Ia tak percaya dengan kenyataan di depan matanya yang kini melotot lebar saat menyadari sosok Yap Chan telah jauh berada di udara.
“Bagaimana Ia bergerak secepat itu?”
Tetua Zhao Wu masih merasakan kekuatan Yao Chan berada di tingkat Pendekar Langit Tahap Akhir.
Namun kecepatan gerak yang Yao Chan tunjukan berada pada tingkat Pendekar Dewa. Firasat buruk pun mengisi benaknya saat Yao Chan berbicara kepada mereka.
“Aku akan melayani kalian berdua bermain-main sebelum mengirim kalian menemui Dewa kematian.”
Selepas berkata demikian Yao Chan segera menunjukan kekuatan yang sebenarnya, Tubuhnya memancarkan Aura Terang berwarna Kuning keemasan.
******