
"Terimakasih Pendekar Pilihan Dewa, tubuhku telah pulih seperti sediakala. Akhirnya kau datang juga setelah puluhan tahun aku menunggumu."
Xian Mey yang kini sudah sembuh setelah hampir setengah jam menjalani proses pengobatan dari energi Mutiara Jiwa Naga, segera menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Yao Chan.
Hanya saja perkataan terakhir Xian Mey membuat Yao Chan mengerutkan dahinya, ia tidak merasa pernah bertemu dengan Peri tersebut, apalagi membuat janji untuk menunggu dirinya. Hal itu membuat Yao Chan menjulurkan tangannya ke arah kening Xian Mey.
"Apa yang akan kau lakukan? Bukannya Aku telah sembuh seratus persen?"
Xian Mey mundur dua langkah saat tangan Yao Chan hampir mencapai keningnya. Yao Chan terkekeh melihat raut wajah Xian Mey yang terlihat ketakutan.
"Sepertinya belum seratus persen, terutama ingatanmu, kau bilang telah menungguku puluhan tahun? Umurku saja belum mencapai dua puluh tahun. Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?"
Pertanyaan Yao Chan membuat Peri Legendaris dunia Moxian itu tertawa kecil. Ia bisa melihat jika pemuda tampan di hadapannya itu masih memiliki pengetahuan terbatas tentang dirinya sendiri.
Shouren pun ikut tertawa walau ia tidak mengetahui apa yang menyebabkan Xian Mey berlaku demikian. Dirinya hanya merasa gembira melihat Sang Ratu yang sebelumnya hampir tewas kini sedang tertawa gembira dihadapannya.
"Bisa kau katakan padaku, apa maksudmu telah menunggu ku puluhan tahun lalu. Karena hal itu terdengar tidak masuk akal bagiku."
Yao Chan mendengus kesal melihat dirinya ditertawakan sedemikian rupa oleh dua orang yang baru ia tolong itu.
Melihat perubahan wajah Yao Chan yang menjadi serius, Xian Mey pun menghentikan tawanya. Matanya menatap tajam ke arah Yao Chan yang juga sedang menatap dirinya dengan cara yang sama.
"Benarkah kau tak mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya? Apa kau juga tidak ingat bahwa kau pernah membunuh ratusan ribu orang di sebuah kekaisaran di dunia asal mu?"
Wajah Yao Chan, Zhu Yin dan Qing Mi terkejut bak mendengar petir menggelegar di siang bolong. Tubuh Yao Chan bergetar hebat mendengar pertanyaan Xian Mey yang kini menatap padanya dengan wajah dipenuhi keheranan.
"Simpan omong kosong mu itu, Aku adalah Yao Chan, Ayahku bernama Yao Zhi dan Ibuku bernama Lin Hua. Dan seingat ku, Aku tak pernah membunuh orang sebanyak itu. Dan aku juga berasal dari dunia ini, bukan dari dunia mu!"
Yao Chan berkata dengan penuh rasa marah hingga tubuhnya pun bergetar hebat. Sementara Xian Mey justru tertawa lebih keras membuat kemarahan Yao Chan sedetik kemudian berubah menjadi kebingungan.
"Ah aku melupakan satu hal, mungkin roh mu dan ingatan mu, telah di segel oleh Dewa Naga, sehingga kau tidak bisa memiliki kekuatan penuh mu seperti dulu. Kekuatanmu yang kurasakan sekarang, Ku rasa ... Kurang dari sepuluh persen dari kekuatan yang kau miliki saat kau baru datang dari dunia mu, Dunia Kultiva."
Tubuh Yao Chan tersurut dua langkah kebelakang saat mendengar penjelasan Xian Mey, tubuhnya bergetar saat ia mengingat, jika kini tubuhnya tidak bisa membuat kristal qi lebih dari enam ribu Kristal.
Penjelasan Xian Mey adalah hal logis dan bisa saja menjadi jawaban atas permasalahan yang ia alami saat ini.
"Tunggu dulu! ... Apa dasarnya kau mengatakan bahwa aku adalah sosok yang sama dengan yang kau ceritakan barusan? Bagaimana kau bisa mengatakan aku adalah sosok yang kau tunggu sejak puluhan tahun lalu?"
Yao Chan masih berusaha menyanggah apa yang dikatakan oleh Xian Mey. Peri Legendaris dunia Moxian Itu tersenyum tipis melihat keseriusan di wajah Yao Chan.
"Aku bisa mengenalimu karena dua pusaka yang berada dalam tubuhmu itu. Bukankah itu Zirah Sisik Naga dan Mutiara Jiwa Naga? Sosok yang ku ceritakan itu, memiliki dua pusaka yang sama dengan yang kau miliki saat ini. Hanya saja ia telah salah langkah."
Xian Mey kemudian menceritakan lebih lanjut, bahwa sosok Yao Chan di masa lalu, adalah sosok yang dipilih oleh Dewa Naga untuk menjadi Penjaga Perdamaian di Tiga Dunia.
Hanya saja setelah memiliki kekuatan yang sangat tinggi, sosok tersebut berubah menjadi sosok jahat yang justru membuat kekacauan di tiga Dunia tersebut.
Zhu Long menggantikan tugas sosok Yao Chan dimasa lalu menjadi seorang utusan Dewa yang bertugas menjaga kedamaian dunia.
Delapan puluh tahun lalu akhirnya Zhu Long bisa menemukan sosok jahat Yao Chan. Mereka pun bertarung hingga satu hari satu malam sebelum akhirnya sosok jahat Yao Chan berhasil membunuh Zhu Long.
Tubuh Yao Chan terduduk lemas, terlihat ada setitik air di sudut matanya. Tubuhnya bergetar saat mengingat beberapa kata dari Zhu Long semasa mereka berdua sedang berlatih di Alam Kultiva Naga.
"Chan'er, Kekuatan akan melahirkan kekuasaan atas segala hal dan sangat mudah membutakan mata hati manusia dari jalan kebenaran. Jika dirimu suatu saat nanti telah memiliki kekuatan yang sangat tinggi, jangan pernah kau berpaling dari jalan kebenaran atau kau akan mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Ingatlah selalu pesan Kakek ini. Karena Kakek telah memaafkanmu dan sangat menyayangimu"
Yao Chan terlihat sangat syok, ia sama sekali tidak menduga bahwa Kakek leluhurnya itu, terbunuh oleh sosok dirinya dimasa lalu.
"Benarkah ceritamu ini, atau kau sedang mencoba untuk membohongi aku?"
Yao Chan berdiri dan menatap tajam ke arah Xian Mey membuat Peri tersebut menelan ludahnya.
"Apa untungnya aku membohongi dirimu sementara aku membutuhkan bantuan mu demi kelangsungan hidup bangsa peri yang kini kembali terancam karena Mustika Hati Iblis telah direbut oleh anak buah Raja Iblis Ren Mo."
Yao Chan pun terdiam mendengar perkataan Xian Mey. Jika semua perkataan Xian Mey benar maka ia memiliki peluang untuk menebus segala kesalahannya di masa lalu.
Hanya saja ia tak bisa mengingat hal apapun terkait masa lalunya tersebut. Membuat benaknya dipenuhi rasa penasaran sejauh apa kekuatannya di masa lalu hingga membuatnya lupa diri dari jalan kebenaran.
"Aaaahh ... Waktu tidak banyak lagi"
Tiba-tiba Xian Mey menjerit, tubuhnya seketika bergetar. Ia pun menatap Qing Mi dan Zhu Yin bergantian membuat kedua gadis itu tersebut menjadi waspada.
"Apa yang terjadi dengan mu"
Yao Chan segera bertanya melihat kondisi Xian Mey yang dari tubuhnya perlahan-lahan keluar asap putih.
"Aku membutuhkan tempat untuk roh ku bersemayam. Batu Mustika Hati Peri ku telah hancur."
Xian Mey berkata dengan penuh kepanikan. Ia harus segera mendapatkan wadah untuk rohnya bersemayam.
"Ah Tubuh gadis itu belum memiliki qi, bolehkah aku bersemayam dalam tubuhnya?"
Suara Xian Mey semakin panik ketika hampir lima puluh persen tubuhnya berubah menjadi asap putih. Ia menunjuk kearah Qing Mi yang seketika wajahnya berubah menjadi pucat antara rasa takut dan kasihan melihat kondisi Xian Mey.
Belum sempat Yao Chan menjawab, suara Qing Mi telah terdengar lebih dulu.
"Bersemayamlah dalam tubuh ku"
*****