
“Yao Xian Lin, Yao Shen, beri salam pada Kakek dan Nenek terlebih dahulu!”
Yao Chan berkata kepada sepasang anak kecil yang baru saja mementalkan tubuh Dewa Iblis Han Mo itu.
“Iya Ayah …”
Keduanya segera melesat ke samping Yao Chan. Sementara Xian Mey dan Gong Li, terlihat telah keluar melewati Gerbang Dimensi Alam Kristal Dewa.
Kedua ibu muda itu segera dipeluk oleh Xian Chi dan Xian Shi secara bergantian dan mengucapkan selamat atas kelahiran putera dan Puteri mereka yang sangat luar biasa.
Zhu Yin dan Qing Mi hanya mematung diam, entah kenapa rasa sakit menyesakkan dada keduanya, terutama Zhu Yin.
Antara marah dan rindunya pada Yao Chan membuatnya tubuhnya bergetar hebat. Ia sangat marah karena pemuda itu, telah mengingkari janjinya.
Janji untuk menjadikannya sebagai Gadis yang pertama dinikahi oleh Yao Chan. Rasa kecewa yang teramat dalam, membuat tubuh Zhu Yin jatuh terduduk .
Ia menatap dua orang anak yang kini tengah dalam pelukan Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing.
Seorang anak lelaki yang tampan dan dan berkulit putih, memiliki wajah yang mirip dengan Yao Chan itu sedang berada dalam pelukan Raja Peri Xian Bun.
Sementara, seorang anak perempuan, berambut hitam dan memiliki sayap berwarna keemasan di punggungnya sedang berada dalam gendongan Ratu Peri Xian Bun yang terlihat sangat bahagia.
Sementara Yao Chan terlihat telah berada di hadapan Dewa Iblis Han Mo dan terdengar berbicara kepadanya.
“Jadi Kau yang bernama Dewa Iblis Han Mo itu?”
Tatapan dingin Yao Chan membuat Dewa Iblis Han Mo menyeringai. Ia yang sangat kesal dengan kedua bocah itu, segera saja melampiaskannya kepada Yao Chan.
“Benar dan siapa kau berani sekali mencampuri urusan ku hah!”
Dewa Iblis Han Mo membentak Yao Chan yang terlihat lemah di matanya itu. Karena Ia tidak bisa merasakan energi yang dimiliki oleh lelaki tersebut.
“Aku Yao Chan dan Aku adalah menantu dari Raja dan Ratu Peri yang ingin Kau bunuh, menurutmu apakah Aku harus diam saja, melihat mereka akan Kau bunuh?”
“Berani sekali kau, berkata begitu padaku!”
Dewa Iblis Han Mo secepat kilat bergerak hendak menampar mulut Yao Chan. Namun Ia terkejut mendapati serangannya mengenai ruang kosong.
Bahkan sebuah tendangan berhasil mendarat telah di perutnya, membuat tubuhnya terpental puluhan meter.
Dewa Iblis Han Mo terkejut setengah mati mendapati kenyataan yang di luar dugaannya.
“Jika Kau ingin bertarung dengan ku, kita cari tempat tepat.”
Dewa Iblis Han Mo kembali terkejut saat Yao Chan terlihat menghilang dari pandangan matanya.
Lalu sesaat kemudian, Ia merasakan tangan kirinya telah di cengkram oleh lelaki yang bergerak dengan sangat cepat itu.
Semua mata terbelalak saat kemudian menyadari Yao Chan Dewa Iblis Han Mo telah raib dari pandangan mata mereka.
Saat itulah, Gong Li dan Xian Mey menyadari apa yang terjadi dengan Zhu Yin dan Qing Mi.
Qing Mi yang mengetahui apa yang diirasakan oleh Zhu Yin, segera berlutut di samping Zhu Yin yang telah terisak.
Qing Mi pun memeluk tubuh Zhu Yin yang sedang menangis dengan hati yang terasa sangat sakit. Saat itulah terjadi sesuatu yang membuat Gong Li dan Xian Mey menjerit.
Dalam waktu satu detik, rambut Zhu Yin kini telah memutih secara keseluruhan. Membuat Gong Li akhirnya menyadari apa yang terjadi.
Ia pun segera melesat dan memeluk tubuh Zhu Yin yang sedang terisak. Air mata Gong Li seketika mengalir deras dari pipinya.
“Yin’er … maafkan kami … Kami tidak bermaksud untuk menyakiti dirimu …. Maafkan kami yang tak kuasa menolak kehendak Dewa Tertinggi.”
Gong Li berkata terbata-bata, menahan keharuan di hatinya, seraya memeluk erat Zhu Yin yang seketika terhenti isakannya.
Zhu Yin pun melepaskan diri dari pelukan Gong Li, memandangnya dengan tatapan yang kebingungan. Demikian juga dengan Qing Mi.
“Apa … Maksud mu … Jiejie Li?”
Zhu Yin berkata dengan terbata-bata, rasa sesak di hatinya masih sangat besar. Namun Ia tak bisa menahan rasa penasarannya, setelah mendengar perkataan Gong Li tadi.
Gong Li memandang Zhu Yin dengan rasa haru, Ia mengakui Zhu Yin adalah gadis yang cerdas. Telah tujuh tahun Ia mengenalnya, saat dirinya masih berada dalam wujud Roh yang bersemayam dalam Pedang Gadis Suci.
“Li’er … Dewa Tertinggi menemui kami. Dan meminta kami bertiga untuk menikah. Dan segera untuk memiliki keturunan.”
Gong Li menelan ludahnya, sesaat kemudian Ia melanjutkan penjelasannya.
Dewa tertinggi juga menjelaskan bahwa Di jagad semesta ini, terdapat tiga alam semesta dengan tiga dunia di dalamnya.
Satu alam semesta adalah yang mereka tempati saat ini. Yang terdiri dari tiga Dunia, yaitu Dunia Bumi, Dunia Moxian dan Dunia Kultiva.
Terdapat dua alam lain yang di atur dan di jaga oleh dua saudara Dewa tertinggi. Dewa Tertinggi diciptakan oleh Sang Maha Pencipta bersama dua saudaranya.
Masing-masing mempunyai tanggung jawab atas satu alam semesta. Hal ini karena, saat menciptakan Dewa Tertinggi dan Dua saudaranya, tercipta juga Tiga Iblis Sejati.
Tiga Iblis Sejati adalah makhluk yang tercipta dari proses pemurnian saat penciptaan Tiga Dewa Utama itu.
Bisa disebutkan bahwa Dewa Tertinggi dan dua saudaranya adalah makhluk yang murni baik dan selalu patuh kepada Perintah Yang Maha Pencipta.
Sedangkan Ketiga Iblis Sejati adalah makhluk yang murni jahat serta selalu ingkar kepada Sang Maha Pencipta.
Setiap satu alam semesta, memiliki satu Dewa Penguasa dan satu Iblis Sejati. Di Alam Semesta ini, Iblis Sejati berada di dunia Kultiva, bukan di Dunia Moxian.
Iblis sejati tidak boleh dibunuh, karena jika dibunuh maka Dewa tertinggi pun akan ikut serta mati bersamanya.
Saat ini Dewa tertinggi telah melatih tiga orang yang sebentar lagi akan muncul dan mengguncang kedamaian Dunia Kultiva.
Untuk itulah Dewa Tertinggi menyarankan Yao Chan untuk segera memiliki keturunan saat mereka berada di Alam Kristal Dewa, tempat beradanya Kristal Dewa.
Kristal Dewa adalah Sumber energi bagi kehidupan tiga dunia di alam semesta ini. Seorang manusia yang terlahir di Alam Kristal Dewa ini, akan menyerap energi Kristal Dewa sejak berada dalam rahim.
Bisa disebutkan bahwa sejak di dalam rahim, anak manusia ini telah berkultivasi sehingga saat lahir memiliki kekuatan alami yang sangat besar.
Saat mereka dewasa nanti, mereka mendapat tugas untuk menjaga perdamaian di tiga dunia alam semesta ini.
“Begitulah alasan kenapa kami bertiga menikah sesampainya di Alam Kristal Dewa. Apakah kau memaafkan kami bertiga, Li’er?”
Gong Li mengakhiri ceritanya seraya membenarkan rambut Zhu Yin yang kini telah memutih.
“Kau sangat cantik dengan rambut mu yang berwarna putih ini.”
“Apa!!! Putih ??”
Zhu Yin tersedak nafasnya saat menyadari rambutnya kini telah memutih di semua bagiannya.
Ia pun menyadari bahwa hatinya terlalu dalam mencintai Yao Chan, sehingga rasa frustasi dan kecewanya, menyebabkan terjadinya gejolak pada tenaga dalamnya dan berakibat menjadi putih dalam sekejap.
Tiba-tiba Zhu Yin melesat ke atas saat menyadari sesuatu yang lain.
Rasa penasaran dan takut terjadinya perubahan pada bagian yang lain membuatnya segera melesat ke ruangan dimana Ia tinggal selama ini.
Gong Li hanya menepuk jidatnya saat menyadari apa yang membuat Zhu Yin bersikap demikian.
Saat itulah, suara menggelegar mengejutkan mereka yang berada di pangkal pohon Abadi Xian Fun Da Shi.
Suara itu berasal dari pertarungan Yao Chan dan Dewa Iblis Han Mo yang semakin dahsyat.
Serigala Angin yang masih tertidur di halaman Istana Peri, terlihat melesat di udara, menuju ke arena pertarungan Yao Chan.
Keduanya bertarung di udara di atas Hutan yang dulu dibakar oleh Yao Chan saat menumpas siluman laba-laba Raksasa.
******
Selamat kepada pemenang Kuis Grup Chat Auraga. yaitu :
1: Si Tampan Sakti
∆ Arvin ∆
Rubah Petir
Nekopoi
Lutfi Lucy
Terimakasih Author ucapkan atas partisipasinya. 🙏🙏🙏