Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
056: Roh Dewa Naga Api


Shin Mu yang masih memulihkan luka dalamnya segera melesat turun dari udara dan menghampiri Shin Lung yang masih terduduk karena terluka dalam cukup parah saat menahan serangan Yu Lian.


"Adik.. bagaimana keadaan mu?" Tanya Shin Mu yang terlihat khawatir melihat Shin Lung banyak mengeluarkan darah.


"Dadaku terasa sesak kakak, gadis itu benar-benar hebat, kita bukan lawan mereka." jawab Shin Lung dengan suara lirih menahan sesak di dadanya. Shin Mu membantu Shin Lung untuk berdiri. Kedua kakek tua yang memiliki hubungan darah itu terlihat cukup kepayahan.


Dalam benaknya mereka bertanya-tanya, bagaimana bisa anak semuda Yao Chan dan Yu Lian memiliki kekuatan yang sangat tinggi melebihi kekuatan mereka yang telah berlatih puluhan tahun.


"Kakak... apa yang harus kita lakukan? anggota kita sudah lebih separuh terbunuh, dan kita berdua terluka dalam."


Shin Mu terdiam sesaat, dalam situasi yang tak menentu ini, melarikan diri adalah jalan yang terbaik. Namun di satu sisi, Shin Mu tak ingin mengalami kegagalan kedua kalinya saat ingin menghancurkan Sekte Lembah Dewa dan berakhir dengan cara yang sama, melarikan diri seperti sepuluh tahun lalu.


"Sepertinya kita harus segera pergi dari tempat ini, jika tidak ingin berakhir dengan tragis." Jawab Shin Mu.


"Bagaimana dengan gadis yang menghadang kita di belakang? bagaimana kalau dia menyerang jika kita berniat hendak pergi?" Tanya Shin Lung yang terlihat merasa gentar melihat Yu Lian.


Shin Mu mengalihkan pandangan kearah Yu Lian yang sedang terdiam melihat pemandangan di depannya. Entah apa yang dipikirkan oleh gadis cantik tersebut, namun bagi Shin Mu dan yang lainnya, mereka merasa sedang di awasi oleh Yu Lian dan bisa saja mereka akan di serang olehnya jika berusaha melarikan diri.


Shin Mu menghela nafas panjang merasakan dilema yang belum dia temukan solusinya. Akhirnya dia memutuskan akan melarikan diri berdua dengan Shin Lung dan berusaha menghindari Pertarungan dengan Yu Lian.


Saat keduanya hendak melesat, sesuatu terjadi pada Yu Lian yang membuat tekanan udara menjadi lebih berat dari sebelumnya. Kejadian tersebut membuat Shin Mu dan Shin Lung membatalkan niatnya dan menatap Yu Lian dengan perasaan tak menentu.


Tubuh Yu Lian kini diselimuti oleh aura merah kekuningan, sedangkan bola mata pada bagian putihnya berubah menjadi merah kekuningan pula. Hal ini membuat Yao Chan yang sedang berhadapan dan siap bertarung dengan Qin Yun menjadi terpecah perhatiannya.


Hal ini dimanfaatkan oleh Qin Yun yang telah dirasuki Iblis Biru untuk segera melarikan diri. Tubuhnya melesat dengan sangat cepat melayang menjauhi Yao Chan yang kini terkejut dengan kepergian Qin Yun.


Yao Chan pun segera melesat mengejarnya, namun Yu Lian yang sudah dirasuki oleh Dewa Naga Api mendahului Yao Chan dan menghadang Qin Yun di udara.


Roh Iblis Biru yang berada di dalam tubuh Qin Yun tersentak saat tiba-tiba dihadapannya Yu Lian menghadang lalu mengayunkan Cambuk Naga Api yang kembali ke ukuran semulanya.


Cambuk itu melesat menyerang tubuh Qin Yun, Iblis Biru segera menahan serangan cambuk yang menyala itu dengan Goloknya.


BLAAAAR..


Suara dentuman terdengar saat kedua senjata pusaka tersebut bertemu, Tubuh Qin Yun terpental hingga belasan meter, sedang tubuh Yu Lian terdorong kebelakang sejauh dua meter.


Yu Lian yang tubuhnya telah diambil alih oleh Roh Dewa Naga Api, kembali melesat dengan kecepatan yang sulit diikuti mata. Lalu kembali melecutkan cambuknya ke arah Qin Yun saat keduanya berjarak kurang dari dua meter lagi.


Roh Iblis Biru yang belum menguasai diri sepenuhnya, terkejut dengan serangan Roh Dewa Naga Api di tubuh Yu Lian. Dengan cepat ditangkisnya serangan itu menggunakan golok pusaka ditangannya.


BLAAAAR


BUUKK


Tubuh Qin Yun terpental hingga jatuh membentur tanah sesaat setelah kedua senjata tingkat langit itu berbenturan untuk kedua kalinya.


Tubuh Qin Yun pun tergeletak di tanah dan membentuk cekungan sedalam dua meter terdiam dengan nafas yang tersengal-sengal.


Sementara Roh Iblis Biru merasa geram, dirinya kecewa dengan tubuh Qin Yun yang begitu lemah. Roh Iblis Biru yang juga terluka segera kembali ke dalam Golok untuk memulihkan diri.


Sesaat kemudian asap biru terlihat keluar dari tubuh Qin Yun dan memasuki Golok besar ditangan kanannya. Tepat saat asap tersebut menghilang, Yao Chan menjejakan kakinya di sisi tubuh Qin Yun yang masih tergeletak.


Kesadaran Qin Yun pun kembali kedalam tubuhnya, dan matanya terbelalak saat Yao Chan menebaskan Pedang Dewa Perang kearah tangan Kanannya.


Qin Yun berusaha menggerakkan tangan kanannya untuk menangkis serangan Yao Chan, namun rasa sakit yang dia rasakan membuat gerakannya menjadi sangat lambat.


CRAASH


"AAARRGGGGH"


Qin Yun menjerit saat tangan kanannya putus karena tebasan pedang Yao Chan, darah menyembur dari luka di lengan kanannya. Golok Iblis Biru pun terlepas dari genggaman tangan Qin Yun yang telah putus.


Yao Chan segera mengambil Golok Iblis Biru dan memasukannya ke dalam Gelang Ruang Dimensi. Yao Chan menghela nafas panjang sambil menatap Qin Yun yang sedang kesakitan dan tergeletak bersimbah darah.


"Anak muda, cepat bunuh aku atau biarkan aku pergi dari sini." Qin Yun berkata sambil berusaha untuk berdiri.


Dengan susah payah, akhirnya Qin Yun kembali berdiri. Dengan beberapa totokan dan tenaga dalam yang tersisa ditubuhnya, pendarahan di lengan kanannya dapat ia hentikan.


Yao Chan menjadi bimbang melihat kondisi Qin Yun. Kakek berumur seratus tahun lebih itu terlihat dalam kondisi yang mengenaskan. Hal ini membuat Yao Chan menjadi iba.


Sementara itu Qin Yun tersenyum dalam hati. Sebagai orang yang telah malang melintang hampir seratus tahun di dunia persilatan, dia bisa memahami karakter mereka yang berasal dari aliran putih. Apalagi dihadapan seorang pemuda yang belum memiliki pengalaman di dunia persilatan seperti Yao Chan.


Yao Chan tersenyum sambil menatap Qin Yun dengan pandangan yang lembut, Qin Yun pun tersenyum lebar merasa berhasil menipu Yao Chan.


Namun dirinya tiba-tiba merasakan keanehan. Tubuhnya tak dapat dia gerakan. Bukan hanya itu saja, seberkas cahaya terang menyilaukan matanya. Cahaya itu berasal dari mata Yao Chan.


Qin Yun dapat melihat kembali namun dia heran mendapati dirinya sedang menatap suatu tempat yang tak asing baginya.


Tanpa sepengetahuan Qin Yun, Yao Chan menggunakan jurus Mata Menghisap Ingatan kepada Qin Yun. Yao Chan melakukan hal itu untuk mendapat informasi berdasar ingatan Qin Yun yang berusia hampir seratus lima puluh tahun.


Beberapa saat kemudian, Yao Chan berhasil memiliki ingatan Qin Yun. Yao Chan terdiam sejenak, dirinya bimbang apakah melepaskan Qin Yun atau membunuhnya.


"Chan'er... dengarlah pesan Kakek baik-baik. Hidupmu akan terasa keras bila kau menghadapinya dengan lunak. Tetapi hidupmu akan terasa Lunak jika kau menghadapinya dengan keras."


Pesan terakhir Zhu Long melintas di benak Yao Chan yang akhirnya membulatkan tekadnya untuk menghabisi Qin Yun yang licik dan kejam itu.


Qin Yun membelakakan matanya saat melihat Yao Chan mengangkat pedangnya. Aura hangat dari Pedang Dewa Perang berubah menjadi aura yang menekan Qin Yu. Hingga akhirnya Qin Yun pun pasrah, dirinya tak mampu lagi menggerakan tubuhnya saat Pedang Yao Chan menebas lehernya.


...*****...