
Iblis Api yang bersemayam di Mutiara Jiwa Iblis Api, segera meninggalkan tubuh Huang Jun sesat sebelum meledak.
Ia segera memasuki Tubuh Huang Fei yang sedang marah dengan melesat tepat di pusar Kakak Huang Jun itu.
Huang Fei terkejut dan berteriak saat merasakan sakit luar biasa di bagian pusarnya. Namun sesaat kemudian sebuah suara mengisi benaknya.
“Aku Iblis Api yang tadi merasuki tubuh adikmu. Segera lari dari sini secepat yang kalian bisa.”
BLAAARR
Suara ledakan keras terdengar dari bagian atas kubah perisai yang Yao Chan buat.
Suara yang berasal dari pukulan tangan raksasa yang keluar dari lubang Portal Dimensi yang sangat besar.
Yao Chan menyadari kekuatan Iblis Sejati semakin meningkat, hal itu terlihat dari kubah perisai yang Ia buat, mengalami keretakan di beberapa bagian.
Yao Chan segera mengeluarkan Tombak Pemusnah Roh dan mengalirkan energinya ke dalam tombak tersebut.
Sosok Ular Naga Putih kembali muncul di saat yang sama dengan mulai meningkatnya kekuatan Huang Fei yang di rasuki oleh Iblis Api.
“Kau bersiaplah menelan Mutiara Iblis Api, Aku akan memaksanya keluar dari tubuh manusia itu.”
Yao Chan memberi instruksi kepada Ular Naga Putih. Sesaat kemudian tubuh Yao Chan menghilang dan telah berada di belakang Tubuh Huang Fei dan Wang Rui.
GOAAARRRHHH
Yao Chan kembali berteriak dengan menggunakan Teknik Auman Naga. Energi Suara yang berbentuk spiral mengurung Tubuh Huang Fei.
Hal Itu membuat Tubuh Huang Fei meronta kesakitan. Iblis Api yang hendak merasuki tubuh Huang Fei, kembali mengurungkan niatnya dan berlindung dalam Mutiaranya.
Yao Chan segera mengeluarkan Pedang energi Es di tangan kirinya. Ia pun menusuk tubuh Huang Fei yang masih setengah sadar itu.
JLEEEB
Wajah Wang Rui menjadi pucat pasi melihat Tubuh Ketua Klannya telah tertembus oleh pedang Es. Ia pun melesat menjauhi Huang Fei dan berusaha melarikan diri.
Yao Chan hanya melihat hal itu dengan tersenyum tipis. Ia segera memukul tubuh Huang Fei yang telah tewas dengan keras membuat tubuh kakek tua itu, hancur berkeping-keping.
Sesaat kemudian Mutiara Jiwa Iblis Api melesat keluar dari tubuh Huang Fei menuju tubuh Wang Rui yang telah melesat jauh darinya.
Ular Naga Putih menyeringai lebar seraya membuka mulutnya. Ia melesat lebih cepat dari Mutiara Jiwa Api itu dan menelannya.
Sesaat kemudian terlihat Ular Naga Putih berontak, meliuk-liukan tubuhnya. Ia sedang bertarung untuk membunuh Jiwa Iblis Api.
Sementara suara benturan semakin keras terdengar, namun akhirnya mereda seiring dengan berhentinya tubuh Ular Naga putih yang berhasil memusnahkan roh Iblis Api.
Tangan Raksasa yang memukuli Kubah Perisai buatan Yao Chan. Berhenti memukul kubah itu karena mengetahui Iblis Api telah tewas oleh Naga Putih.
“Naga Putih, Tunggulah Pembalasanku!”
Suara yang sangat serak dan menyeramkan membuat Wang Rui tercekat. Ia berhenti dan menatap tangan raksasa itu.
Saat itulah Yao Chan menghampiri Wang Rui dengan jurus berpindah dalam sekejapnya.
Seiring menghilangnya Portal Dimensi Iblis Sejati, pandangan mata Wang Rui pun menjadi gelap.
Pedang Mata Dewa menghujani tubuhnya hingga membuat tubuh Tetua Klan Tapak Api Neraka itu, menjadi puluhan bagian.
Yao Chan menghela nafas panjang. Ia segera memasukan Tombak Pemusnah Roh setelah Ular Naga putih itu kembali bersemayam di dalamnya.
Yao Chan memandangi ke bawah ke arah Ribuan Anggota Klan Tapak Api yang menanti dengan hati berdebar tentang apa yang akan Yao Chan lakukan padanya.
Yao Chan memejamkan matanya, Ia lalu menguatkan hatinya untuk membasmi mereka semua.
Dalam waktu sepuluh menit, terdengar jerit kematian dari ribuan Anggota Klan Tapak Api Neraka oleh serangan seribu ular naga.
Mereka yang berusaha lari menjauhi tempat itu, harus menelan kekecewaan karena tidak bisa menembus kubah perisai yang Yao Chan buat.
Setelah memastikan ribuan anggota klan itu, Yao Chan segera menyusuri ruang penyimpanan dan gudang senjata klan tersebut.
Yao Chan tidak menemukan senjata yang ia nilai berguna untuk putera-puteranya, Ia pun lalu melesat kembali ke udara setelah memindahkan tumpukan jutaan batu roh yang Ia temukan di satu ruangan rahasia.
Dengan jurus Sentilan Jari Naga, Yao Chan menghancurkan seluruh bangunan itu. Hal itu dilakukannya karena merasakan aura samar dari ratusan orang yang bersembunyi di dalam bangunan itu.
Setelah melihat seluruh bangunan telah hancur, Yao Cham segera berpindah tempat dalam sekejap.
Ia kini berada di Klan Api Murni. Klan ini adalah salah satu anggota Aliansi Aliran Hitam yang mendukung rencana Huang Jun dan Lin Shan untuk menguasai Benua Awan Merah.
Ketua Klan ini kemampuannya berada di Level Lima Pendekar Dewa. Hanya Saja Ia memiliki pusaka yang sangat hebat.
Pusaka itu bernama Sepatu Api Murni yang mampu melesatkan berbagai jenis serangan Api putih yang sangat dahsyat.
Selain itu, Pusaka tersebut juga melindungi pemiliknya dari serangan energi maupun senjata tajam yang berada di tingkat Pusaka Dewa Sekalipun.
“Siapa Kau!! Apa tujuan mu mendatangi kami “
Yao Chan yang muncul di udara dan berada lima puluh meter di atas udara Alun-alun Klan tersebut, disambut oleh empat orang Kakek.
“Aku Yuan Long … kedatangan ku kesini untuk memastikan kematian kalian semua.”
Yao Chan menjawab pertanyaan seorang Kakek yang mengenakan sepatu Aneh. Yao Chan pun memastikan bahwa Kakek tersebut adalah Cheng Bun, Ketua Klan Api Murni.
“Apa maksudmu berkata demikian? Apakah kita memiliki masalah?”
Cheng Bun bertanya kepada Yao Chan saat Ia menyadari tidak bisa melihat kemampuan yang dimiliki oleh tamu tak diundang itu.
“Saat ini belum, tetapi bergabungnya kalian dengan Aliansi yang dibentuk oleh Huang Jun, membuat kita memiliki masalah.”
Yao Chan berkata dengan tenang. Ia masih memikirkan apakah cara yang Ia persiapkan untuk menghadapi Cheng Bun akan bekerja atau tidak.
“Ketua … Biar kami yang menghajar mulut pemuda kurang ajar ini!”
Salah satu dari tiga Tetua Klan, berbicara kepada Cheng Bun. Ketua Klan Api Murni itu menganggukkan kepalanya.
Ia sedang mengingat-ingat wajah dari sosok yang sepertinya Ia kenali itu. Sementara Tiga tetuanya langsung menyerang Yao Chan secara bersamaan.
Hanya butuh beberapa menit bagi Yao Chan untuk menghabisi Tiga Tetua yang berada di level tiga Tingkat Pendekar Dewa itu.
Yao Chan menghabisi ketiganya dengan menggunakan jurus Pedang Mata Dewa saat mereka bertarung dengan jarak dekat.
Mendapat serangan yang tak terduga itu, tentu saja ketiga tetua tersebut, tak bisa menghindarinya.
Mereka tewas dengan tubuh yang terbelah, satu orang diantaranya tewas dengan kepala terpenggal.
Chen Bun sangat terkejut melihat hal itu. Ia pun menjadi marah dan mengerahkan kekuatan penuhnya.
Sepatu Aneh di kakinya kini mengeluarkan Api berwarna Putih yang membuat udara menjadi berhawa sangat panas.
Api Putih adalah tingkat api yang tertinggi dan terpanas yang pernah ada di alam semesta ini.
Yao Chan tersenyum, Ia mengeluarkan Pedang Dewa Perang karena ingin membuktikan kebenaran berita tentang kekuatan Pusaka berbentuk Sepatu Aneh itu.
*****