
Dewa Naga yang melesat menuju Alam Dimensi Buatannya, namun Ia tidak menemukan seperti apa yang dikatakan oleh Dewa Tertinggi.
Lalu Ia pun menutup kembali langit alam dimensi tersebut yang hancur karena ledakan energi dari pertempuran Yao Chan beberapa hari lalu.
Ia pun segera memperkuat Dinding alam dimensi menjadi tiga kali lebih kuat dari sebelumnya.
Dalam perbincangan mereka sebelumnya, Dewa Tertinggi mengatakan bahwa Alam Dimensi Buatan itu, nantinya akan menjadi penjara kehidupan bagi sisi gelap Yao Chan yang telah tersegel.
Hal itu agar Sosok Sisi Gelap Yao Chan itu, tidak dapat terbebas dari Segelnya oleh para pendekar berwatak jahat.
Dewa Naga pun menghela nafas panjang setelah Ia memperkuat Dinding Alam Dimensi Buatannya tersebut.
Ia pun segera kembali ke Alam Kultiva Naga untuk mengawasi keselamatan beberapa orang dari amukan Sisi Gelap Yao Chan.
Roh Sisi Gelap Yao Chan dalam beberapa waktu, sempat tak memiliki tubuh. Namun Ia berhasil menemukan Sosok Duplikat Yao Chan yang sedang bermeditasi.
Ia pun segera merasuk ke dalam tubuh yang tercipta dari energi qi tersebut.
Tidak di duga oleh dewa Naga maupun Yao Chan sendiri jika Sosok duplikatnya itu akan bisa dirasuki oleh Sisi Gelap dirinya sendiri.
Dewa Naga pun baru menyadari jika tubuh Sosok Duplikat Yao Chan yang terbuat dari energi qi itu, menjadi tempat bersemayam bagi roh ribuan roh anggota Sekte Golok Iblis yang dibunuh Yao Chan.
Roh-roh yang mati penasaran itu, akhirnya membantu Sisi Gelap Yao Chan untuk mendapatkan tubuh sosok duplikat itu.
Kesadaran Sosok Duplikat Yao Chan itu, berhasil diambil alih oleh Sisi Gelap Yao Chan dengan bantuan para roh penasaran itu.
Setelah menguasai tubuh Energi Sosok Duplikat itu, Sisi Gelap Yao Chan lalu pergi meninggalkan tempat tersebut mencari lalu membunuh seribu orang bayi dan memakan daging bayi tersebut setelah dibunuh terlebih dahulu.
Setelah genap membunuh seribu bayi itu, barulah Sisi Gelap Yao Chan memiliki tubuh layaknya manusia biasa.
Sisi Gelap Yao Chan itu lalu menamai dirinya dengan nama Yuan Long si Tangan Seribu Naga.
Sisi gelap itulah yang dulu menjelma menjadi Yuan Long setelah mengalahkan Sisi Terangnya yang kemudian terlahir kembali sebagai Yao Chan setelah Dewa Naga membunuh dan menyegel Sisi gelap tersebut di dalam tubuh bayi Lin Hua saat Roh Sisi Terangnya memasuki jasad bayi itu.
“Semoga mereka bisa menemukan arti dalam Gulungan Syair Petunjuk itu dan menghentikan pembunuhan yang dilakukan oleh Yuan Long.”
**
Kedatangan Yao Chan di Aula Istana bangsa Peri membuat suasana Istana Peri menjadi ramai.
Kelima Isteri Yao Chan bergantian memeluk suami mereka dengan air mata bahagia. Hal itu membuat Yao Chan dan kedua isterinya yang lain, menjadi heran melihatnya.
“Kenapa kalian bersikap seperti itu?” Gong Li segera bertanya sesaat Yao Shen melompat ke dalam pelukannya.
“Saat kami merasakan Aura Chan Gege dan kalian menghilang, kami menduga sesuatu yang buruk telah terjadi. Apalagi setelah seminggu berlalu tidak ada berita apapun.”
Zhu Yin yang telah menguasai dirinya dari rasa haru menjawab pertanyaan Gong li.
Rasa haru pun menyeruak dalam hati Yao Chan. Sementara Yao Xian Li segera melompat ke dalam pelukan Ayahnya, saat Yao Chan hendak memberi ciuman di kening kelima isterinya itu.
“Ayah Ayo keluar akan kutunjukan hasil latihanku dengan Shen Gege…” Yao Xian Li merajuk kepada Yao Chan.
“Kakak mengapa tubuhmu dan Li Jiejie menjadi kurus sekali, apa yang terjadi pada kalian?”
Gong Li dan Xian Mey terkejut mendengar perkataan Xian Chi. Keduanya baru menyadari bahwa tubuh mereka memang terlihat kurus dibandingkan dengan kelima isteri Yao Chan lainnya.
“Itu .. itu karena kami …” Gong Li tergagap ketika hendak menjawab pertanyaan Xian Chi.
“Itu karena kami tidak tidur selama sebulan untuk mengobati Chan Gege.” Akhirnya Gong Li menemukan jawaban yang tepat.
“Sebulan?!” Kelima Isteri Yao Chan bertanya secara bersamaan. Karena yang mereka tahu keduanya baru pergi selama seminggu ke Dunia Kultiva.
“Ya … Chan Gege terluka parah dan Dewa Naga mengajak kami untuk mengobati Chan Gege Di Alam Kristal Dewa … Ah Aku rindu dengan anak-anakku yang lainnya. Sini biar aku menggendongnya.”
Xian Mey menutup mulutnya menahan geli mendengar perkataan Gong Li yang membohongi mereka berlima.
Apa yang dilakukan oleh Xian Mey tidak ada satupun yang memperhatikannya. Hal itu karena suara dan sikap Gong Li yang mengalihkannya dengan meraih bayi Zhu Yin yang bernama Yao Zhun.
Setelah menggendong secara bergantian kelima bayi itu, Gong Li segera mengalihkan perhatian kelima Isteri Yao Chan lainnya dengan membahas tentang Gulungan Syair Petunjuk.
Zhu Yin dan Xian Shi yang membaca bersamaan gulungan itu, mengerutkan dahinya karena tidak mengetahui makna syair tersebut.
Demikian juga dengan Xian Chi, tetapi Qing Mi terlihat berpikir keras yang membuat Ji Xia segera mendekat dan ikut membacanya.
Tanpa di sadari oleh keduanya, beberapa kali mereka menganggukkan kepala secara bersamaan.
“Bagaimana apakah kalian mengerti tentang petunjuk di dalam syair tersebut?” Gong Li yang sedari tadi berharap-harap cemas, segera bertanya kepada keduanya.
“Li Jiejie petunjuk ini tentang apa? Mengapa di sini disebutkan tentang Sisi gelap seseorang yang akan mati jika sisi terangnya juga ikut mati.” Qing Mi bertanya kepada Gong Li yang kini tersenyum ceria.
“Benar … Selain itu, sisi gelap tersebut dapat disegel dengan menggunakan benda tujuh elemen suci.” Ji Xia menambahkan penjelasan Qing Mi.
“Benarkah begitu arti petunjuk itu?” Wajah Gong Li terlihat berseri-seri.
“Ya itulah yang kami pahami dari syair ini. Sebenarnya ada apa Li Jiejie?” Qing Mi bertanya setelah mengangguk bersamaan dengan Ji Xia membenarkan pertanyaan Gong Li.
Gong Li segera menyerahkan bayi Yao Ling yang merupakan anak dari Ji Xia. Ia pun lalu meminta mereka semua untuk duduk di kursi karena ceritanya cukup panjang.
Saat Gong Li ingin memulai ceritanya, Raja Peri Xian Bun dan Ratu Peri Xian Xing terlihat memasuki ruangan. Sementara Tabib Xian Niu terlihat tak jauh di belakang mereka berdua.
Setelah memeluk ayah dan Ibunya, Xian Mey pun meminta kedua orang tuanya untuk duduk dan mendengarkan penjelasan Gong Li.
Terlihat wajah terkejut yang ditunjukkan oleh semua orang dalam ruangan tersebut.
Namun wajah mereka berubah menjadi murung dan sedih setelah mengetahui bahwa Dewa Naga belum menemukan cara untuk menyegel Sisi Gelap Yao Chan itu.
Gong Li pun mengakhiri penjelasannya dan mulai melakukan diskusi untuk memecahkan petunjuk itu dengan tepat.
*****