Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
232: Gerbang Alam Kristal Dewa


Senja itu juga, Yao Chan dan lainnya berpamitan kepada Raja Iblis Putih untuk kembali ke Istana Peri.


Yao Chan mencegah Serigala Angin yang bersiap membesarkan tubuhnya untuk membawa mereka kembali.


“Dengan kekuatan ku sekarang, Aku bisa membawa mereka kembali dalam sekejap. Kau berdirilah disamping ku.”


Yao Chan berkata demikian menggunakan telepatinya kepada Serigala Angin yang segera saja, menghampiri dirinya.


“Yin’er, Li’er kita akan menggunakan jurus berpindah dalam sekejap, Kalian pandu mereka untuk bergandangan tangan.”


Keduanya mengangguk, lalu memberitahu yang lain untuk segera berkumpul di dekat Yao Chan.


Setelah itu Zhu Yin dan Gong Li segera saja berada di samping kiri dan kanan Yao Chan, seolah tak ingin Qing Mi atau pun Xian Mey yang menggenggam tangan pemuda itu.


Setelah berpamitan sekali lagi kepada Raja Iblis Putih Lin Mo, Yao Chan bersama Serigala Angin dan Sembilan orang lainnya segera menghilang dari tempat itu.


Dalam beberapa detik kemudian, mereka telah tiba kembali di halaman Istana Peri. Ketangan yang tiba-tiba itu, membuat tiga orang prajurit Elit Peri jatuh terduduk karena sangat terkejut.


“Pemuda Chan apakah Kau akan sendirian memasuki Alam Kristal Dewa saat berlatih disana?”


Tabib Xian Niu segera menyuarakan pertanyaan yang sedari tadi mengisi benaknya.


Yao Chan menggeleng pelan. Ia merasa berat untuk mengatakan bahwa hanya dua saja, dari keempat Calon isterinya yang bisa ikut memasuki Alam Kristal Dewa itu.


“Yin’er, Mi’er, dan Mey’er, Aku sebenarnya ingin mengajak kalian semua untuk ikut berlatih disana. Hanya saja kekuatan tubuh dan energi kalian, masih belum bisa untuk berada disana.”


Terlihat wajah yang kecewa dari ketiga calon isterinya itu, mata mereka segera menatap iri ke arah Gong Li yang terlihat terkejut.


Gong Li sendiri baru tersadar bahwa namanya tidak disebut, hatinya seketika berdegup kencang, menyadari hanya Ia yang akan pergi bersama Yao Chan.


“Chan Gege … Berapa lama kau akan berlatih disana?” Zhu Yin merasakan hatinya tiba-tiba saja terasa hampa, begitupun dengan Qing Mi dan Xian Mey.


“Kami setidaknya akan berada disana untuk waktu dua atau tiga tahun ...”


“Apa!!! Tiga Tahun!!! Selama itukah?”


Semua orang tersentak kaget mendengar hal tersebut. Sedang Yao Chan menjadi canggung karena Ia belum selesai berkata-kata.


Ia hanya menyuarakan informasi yang di dapatnya dari Serigala Angin. Saat ini Yao Chan memang sedang berbicara dengannya melalui telepati.


“Tidak, bukan begitu. Tiga tahun di Alam Kristal Dewa, setara dengan waktu Tiga Bulan di dunia Moxian ini.”


Wajah ketiga calon isterinya itu, berubah sedikit lebih ceria mendengar hal tersebut. Jika hanya tiga bulan mereka bisa bersabar, tetapi tidak jika tiga tahun.


Setelah merasa tidak ada lagi yang perlu dijelaskan, Yao Chan dan Kesembilan orang lainnya segera saja melayang turun ke pangkal Pohon Abadi Xian Fun Da Shi.


“Tabib Niu … Aku mohon bantuan mu dan Juga Raja Peri dan Ratu Peri untuk menyatukan kekuatan Enam Pusaka bangsa Peri untuk membuka Pintu Gergang Dimensi Alam Kristal Dewa.”


Yao Chan memberikan penjelasan kepada Enam Bangsa Peri itu tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


“Maaf merepotkan anda semua.” Yao Chan segera menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


Ke enam Bangsa Peri itu, segera menyebar mengelilingi Pohon Abadi Xian Fun Da Shi yang diameter pangkal pohonnya, mencapai seratus lima puluh meter.


Ke enam orang tersebut, segera saja menempelkan ujung tongkat pusaka mereka, ke batang Pohon Abadi itu seraya mengalirkan energi mereka.


Beberapa saat kemudian terjadi keajaiban yang belum mereka lihat sebelumnya.


Pangkal Batang Pohon Abadi setinggi sepuluh meter, tiba-tiba bercahaya kuning keemasan yang sangat terang.


Keenam bangsa Peri itu segera menarik Tongkat Pusakanya masing-masing, lalu bergegas kembali ke tempat Yao Chan berada.


Cahaya kuning keemasan di pangkal Pohon Abadi itu, tiba-tiba saja bergerak dan berkumpul menjadi satu, membentuk sebuah lingkaran besar dihadapan mereka.


Yao Chan segera menggandeng tangan Gong Li yang wajahnya seketika merona merah.


Saat tiba di depan lingkaran cahaya yanng merupakan pintu gerbang Dimensi itu, Yao Chan tertegun mendapat pesan telepatis dari Serigala Angin. Hal itu membuatnya membalikan badan, lalu menatap Xian Mey.


Semua orang memandang heran ke arah Yao Chan, demikian juga dengan Xian Mey. Dadanya berdebar kencang.


Ia hanya bisa berharap bahwa Yao Chan mengajaknya juga, karena tubuh dan kekuatannya tidak terlalu jauh dari Gong Li.


“Chan Gege … Ada apa?” Gong Li bertanya kepada Yao Chan yang terlihat sedang termenung.


Yao Chan tidak mendengar perkataan Gong Li, karena dirinya sedang berbicara hal yang serius dengan Serigala Angin melalui telepati mereka berdua.


“Jadi begitu, tapi salah satu diantaranya, hanya memiliki tubuh Roh. Apakah itu mungkin terjadi?”


“Bos Muda, itu akan menjadi kelebihan baginya nanti. Hal ini Dewa tertinggi sendiri yang mengatakannya padaku. Sepertinya Ia secara tidak langsung, memberiku perintah untuk menyampaikan hal ini padamu.”


Yao Chan terdiam sesaat, walau merasa kegembiraan seakan meledak dalam hatinya, namun ia masih meragukan hal tersebut.


“Serigala Angin, apakah keduanya nanti akan memiliki kekuatan yang sangat hebat?”


“Tentu saja Bos … Bahkan keduanya nanti akan membantu mu di masa depan untuk menjaga Perdamaian di dunia mereka masing-masing.”


Yao Chan masih terlihat ragu-ragu dengan informasi yang disampaikan oleh Serigala Angin.


“Bos Muda, apalagi yang kau tunggu, Cepat ajak Gadis Peri itu pergi bersamamu. Apa kau akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ketahuilah bahwa hanya sekali saja kau bisa memasuki Alam Kristal Dewa ini.”


Serigala Angin kemudian menjelaskan, bahwa Yao Chan terlarang kembali untuk memasuki Alam Lembah Dewa.


Jika Yao Chan memaksa masuk kembali, maka tubuhnya akan meledak karena akan menyerap seluruh energi di Alam Kristal Dewa tanpa bisa Ia cegah.


Yao Chan terkesiap mendengarnya, Ia pun segera memanggil Xian Mey dan Raja Peri Xian Bun.


“Yang Mulia Raja Peri, izinkan aku mengajak Mey’er ke Alam Kristal Dewa untuk berlatih bersama.”


“Tentu saja aku mengizinkannya, karena itu akan membawa kebaikan bagi bangsa Peri jika Mey’er jauh lebih kuat lagi dari kami.”


Xian Bun tentu saja tidak menolak hal tersebut, bahkan ia sangat gembira mendengar hal itu, hingga Ia menjawab dengan cepat pertanyaan dari Yao Chan.


Setelah tidak ada lagi yang perlu dibahas Yao Chan segera melangkah ke arah Xian Mey dan Gong Li yang tengah melambaikan tangan ke arah Zhu Yin dan Qing Mi.


Ketiganya segera melangkah dan melewati cahaya kuning keemasan yang merupakan pintu gerbang berbeda dimensi itu.


Cahaya kuning keemasan itu perlahan sirna bersama dengan tubuh ketiganya. Yao Chan tertawa terbahak-bahak mendengar pesan telepatis terakhir dari Serigala Angin.


“Bos jangan sampai lupa meningkatkan kekuatan mu sendiri. Melatih kedua gadis itu, memang sangat enak dan tidak membosankan. Jangan sampai kau lupa diri ya…”


Ketiganya sedang melangkah di lorong cahaya dimana seratus meter dihadapan mereka terlihat ujung dari lorong Pintu Gerbang Dimensi ini.


“Chan Gege … kenapa kau tertawa tanpa sebab?”


Gong Li dan Xian Mey yang tengah berdebar dengan apa yang akan terjadi dihadapan mereka nanti, memandang heran ke arah Yao Chan.


Wajah keduanya seketika merona merah dengan jantung berdebar keras saat Yao Chan meraih pinggang mereka dalam pelukannya.


“Aku akan melatih kalian berdua agar bisa melahirkan anak kita yang ditakdirkan oleh Dewa untuk menjadi Penjaga Kedamaian Dunia Moxian dan Dunia Kultiva, kelak saat mereka berdua telah dewasa.”


“Apa!!!”


Keduanya terkejut saat mendengar apa yang dikatakan Yao Chan. Sesaat kemudian, wajah keduanya pun memucat, teringat sesuatu yang tidak lumrah ukurannya yang dimiliki oleh Pemuda Tampan, calon suami mereka itu.


******