
Wajah para Iblis dan Peri Hitam terlihat terkejut saat mendapati Siluman Singa itu bisa bicara bahasa manusia.
"Kau bisa bicara bahasa manusia? bagaimana bisa?"
Siluman singa itu tertawa mendengar pertanyaan Peri Hitam. Namun suara tawanya terdengar menggeram ditelinga Para Iblis dan Peri Hitam sehingga membuat mereka bergerak mundur.
Sikap kelima orang itu membuat Siluman Singa terdiam heran, namun wajahnya yang seram tidak menunjukkan hal itu bahkan terlihat sebaliknya.
"Tunggu! ... Apa maksud mu menggeram dan memasang muka seram kepada kami?"
Peri Hitam kembali berbicara dengan sedikit gusar. Ia menatap tajam Siluman Singa yang sepertinya menyadari adanya kesalahpahaman diantara mereka.
"Siapa yang menggeram? Aku tadi sedang tertawa karena mendengar pertanyaan bodoh mu itu. Wajah ku memang sudah ditakdirkan seram sebagai Raja Hutan. Apa itu masalah buatmu?"
Siluman Singa itu terdengar marah mendengar perkataan Peri Hitam. Peri Hitam pun terlihat marah karena dianggap bodoh oleh Seekor Siluman.
"Kurang Ajar, berani-beraninya siluman sepertimu mengatai bodoh seorang Peri Secantik Aku. Apa kau ingin merasakan pukulan ku?"
Peri Hitam kini benar-benar marah mendengar Siluman yang bisa berbicara bahasa manusia itu menghina dirinya.
"Cantik? ... Kau bilang dirimu cantik? menurutku Singa Betina itu jauh lebih cantik darimu hahahaha."
Iblis Hitam dan ketiga Iblis lainnya tertawa terbahak-bahak saat Siluman Singa Itu mengangkat kaki depannya dan menunjuk seekor Singa Betina yang berukuran cukup besar yang tergeletak tak bernyawa.
Peri Hitam kini benar-benar marah, ia pun mengerahkan sejumlah energi ke dalam tubuh Matriak Bunga Hitam. Tekanan udara terasa lebih berat saat Aura mencekam merembes keluar dari tubuh wanita itu.
Melihat Peri Hitam sudah bersiap hendak bertarung, Iblis Hitam segera menengahi perdebatan keduanya.
"Sayang, sudahlah, ada hal lain yang harus kita pastikan padanya."
Iblis Hitam kemudian mendekati Siluman Singa Raksasa itu. Ia pun menanyakan perihal Mustika Hati Iblis yang menurutnya berada dalam tubuh Siluman itu.
Mendengar pertanyaan tersebut, Siluman Singa kemudian duduk sambil menghela nafas panjang. Lalu ia pun mulai menceritakan tentang Mustika Hati Iblis.
Beberapa ratus tahun lalu, saat ia sedang mencari makanan bersama siluman singa lain, tiba-tiba terdengar dentuman keras tak jauh dari tempatnya berada.
Ia pun segera mendatangi tempat darimana suara dentuman itu berasal. Setibanya disana Siluman Singa menemukan sebuah mustika berbentuk hati yang memancarkan Aura mencekam yang sangat kuat.
Siluman Singa itu menjelaskan bahwa saat dirinya berada pada jarak beberapa langkah dari Mustika berbentuk Hati itu, terjadi sebuah keanehan.
Mustika tersebut mengeluarkan asap hitam yang pekat, namun asap yang menggumpal itu, tiba-tiba melesat kearahnya dengan sangat cepat, sehingga ia tidak bisa menghindarinya.
Setelah itu dirinya tak ingat apapun lagi, namun saat tersadar ia menemukan tubuhnya telah membesar seperti saat ini dan kekuatannya semakin tahun semakin bertambah kuat.
Namun beberapa puluh tahun lalu, Lembah Siluman telah didatangi oleh sosok peri yang datang untuk mengambil mustika tersebut.
Namun Peri itu tidak mampu mengambil Mustika tersebut darinya. Karena kekuatan mereka berdua hampir seimbang setiap kali mereka bertarung.
Karena merasa tak mampu mengalahkan dirinya, Peri tersebut mengurung dirinya dengan di dalam goa raksasa itu menggunakan sihirnya dengan membuat dinding kasat mata.
Siluman Singa itu mengatakan bahwa ia sudah berkali-kali mencoba menerobos Dinding Sihir tersebut, namun ia selalu gagal walau sudah berbagai cara ia gunakan.
"Aku terus bermeditasi untuk meningkatkan kekuatan ku, namun sampai saat ini aku tidak bisa menembus Dinding Sihir itu hingga kalian datang dan lalu menghancurkannya."
Iblis Hitam termenung mendengarkan penjelasan Siluman Singa tersebut. Ia pun.mengutarakan sebuah pertanyaan yang masih mengganjal dalam benaknya.
Siluman Singa itu terdiam, beberapa saat kemudian ia menjawab pertanyaan Iblis Hitam bahwa ia.mengetahui hal tersebut dari suara yang berada di kepalanya.
Iblis Hitam pun akhirnya tersenyum, lalu ia mengatakan bahwa tujuan mereka kemari adalah untuk mengambil Mustika itu.
Karena mustika itu berada dalam tubuh Siluman Singa, kini timbul sebuah dilema baru bagi Iblis Hitam.
Melihat Kekuatan yang dimiliki oleh Siluman Singa dihadapannya, Iblis Hitam berencana untuk mengajaknya bergabung mencari sosok pemuda yang telah menyegel Iblis Biru didalam goloknya.
Namun disisi lain ia juga membutuhkan kekuatan Mustika Hati Iblis untuk kembali ke Dunia Moxian. Dan untuk itu ia harus membunuh Siluman Singa itu dan mengambil Mustika yang berada di dalam tubuhnya.
Setelah berpikir sejenak akhirnya, Iblis Hitam mengajak Siluman Singa tersebut untuk bekerja sama dengannya mencari keberadaan Iblis Hijau.
Siluman Singa tersebut bersedia bergabung dengan Iblis Hitam, hanya saja dengan tubuh raksasanya ini, tentu akan sulit baginya untuk tidak menarik perhatian manusia.
"Mengenai hal itu, aku memiliki sebuah solusi, apakah kau bersedia melakukan apa yang ku minta?"
Suara Peri Hitam terdengar disaat Iblis Hitam dan Siluman Singa itu berpikir tentang hal tersebut.
"Bagaimana solusi yang kau maksud kan itu sayang? kurasa ia akan setuju dan memenuhi permintaan mu."
"Akan ku buatkan sebuah kalung segel dan untuk bisa mengeluarkan kemampuan Kalung itu, ia harus meneteskan darahnya ke kalung tersebut lalu mengenakannya. Setelah ia mengenakan Kalung tersebut, tubuhnya perlahan-lahan akan menjadi kecil namun ..."
"Tidak, aku tidak mau mengenakan kalung segel mu itu. Karena kekuatanku akan berkurang drastis dan kau bisa menyiksaku kapan saja kau mau."
Siluman Singa itu memotong kata-kata Peri Hitam yang membuat peri tersebut meradang karena marah dan kesal kepada Siluman Singa yang menuduhnya tanpa dasar yang kuat.
"Kalau kau tak mau ya sudah, terpaksa kami akan membunuhmu saat ini juga!"
Iblis Hitam kembali memenangkan keduanya untuk tidak lagi bertengkar satu sama lain.
"Sayang, apakah setelah ia berubah wujud, kekuatannya juga akan ikut berkurang?"
Iblis Hitam berkata mesra untuk membuat Peri Hitam menjadi lebih tenang lagi. Dan ia pun berhasil dengan sikapnya itu.
"Tentu saja tidak sayang, kekuatannya tidak akan berubah sedikitpun. Hanya wujud kasarnya saja yang menjadi jauh lebih kecil. Mungkin akan sebesar seekor kucing. Dengan begitu kita akan mudah membawanya dan tidak menarik perhatian manusia lain.
Mendengar itu Siluman Singa tersebut akhirnya menyetujui apa yang diminta oleh Peri Hitam. Setelah kesepakatan tercapai, Peri Hitam segera mengeluarkan kembali Belati dari balik Gaunnya.
Peri Hitam kemudian membaca sebuah mantera dan menggerakan belatinya di udara sebanyak tiga kali.
Sesaat kemudian keluarlah gumpalan Asap hitam yamg perlahan-lahan membesar seukuran kepala Siluman singa tersebut.
Peri Hitam pun meminta Siluman Singa untuk meneteskan darahnya ke gumpalan asap hitam yang berbentuk gelang tersebut. Siluman Singa pun menuruti perkataan Peri Hitam dengan berat hati.
Setelah meneteskan darahnya, gumpalan asap hitam tersebut akhirnya berubah warna menjadi merah kehitaman.
Lalu Peri Hitam menggerakan tangannya dan Gelang besar itu terlihat bergerak lalu melingkar dileher Siluman Singa.
Beberapa saat kemudian terjadi letupan-letupan kecil seiring dengan perubahan wujud Siluman Singa itu yang perlahan-lahan mengecil hingga menjadi sebesar seekor kucing.
******