Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
248: Mustika Inti Petir


Sesaat setelah Yao Chan mengerahkan energinya, terjadi benturan Aura dua kekuatan pada level yang sama.


Tekanan udara yang menghimpit semua orang yang berada di tempat itu, seketika menghilang dengan cepat.


Lin Shan tercekat ketika menyadari pemuda itu, menunjukan kekuatan yang berada di level yang sama dengan dirinya.


Namun firasatnya mengatakan pemuda itu belum mengerahkan seluruh kekuatannya. Hal itu karena sikapnya yang terlihat santai, saat mengerahkan kekuatan sebesar itu.


“Pemuda ini … Siapa dia sebenarnya? Di level berapa sesungguhnya kekuatan yang Ia miliki?”


Lin Shan berkata dengan mata yang tak lepas menatap Yao Chan. Ia mulai merasa bimbang ketika melihat Yao Chan tersenyum tipis kepadanya.


“Ketua Lin … Bagaimana jika kita mencari sebuah tempat yang tenang, sehingga kita bisa menikmati pertarungan kita berdua?”


Lin Shan terdiam mendengarnya, Ia tidak menduga akan bertarung dengan seorang lawan yang masih muda dan menyukai pertarungan seperti dirinya.


“Baiklah … tapi tunggulah sejenak.”


Lin Shan menyetujui permintaan Yao Chan. Ia pun segera memanggil salah satu Tetua Klannya.


Lin Shan segera memberi instruksi kepada Tetuanya tersebut, untuk menghabisi seluruh Anggota Klan Naga Bumi tanpa tersisa satupun.


Yao Chan yang mendengar hal tersebut tersenyum tipis, Ia pun mengirim pesan telepatis kepada Serigala Angin Agar segera kembali setelah menyantap Elang Petir.


“Bos ada yang aneh pada tubuh elang ini, Aku kesulitan memakan dagingnya,”


Jawaban Serigala Angin membuat Yao Chan mendengus kesal, Ia terlupa memberitahu Serigala Angin jika di tubuh Elang itu, terdapat Mustika Inti Petir.


“Ah kenapa aku terlupa akan hal itu?”


Yao Chan segera menghilang dari hadapan Ketua Lin Shan yang masih memberi instruksi kepada Tetuanya.


Ia sepertinya merencanakan sesuatu sehingga begitu lama berbicara dengan Tetuanya itu.


Yao Chan yang menghilang, telah muncul di hadapan Serigala Angin dengan Yao Shen di sampingnya.


“Shen’er … Bisakah Kau merasakan Energi Petir dalam Tubuh Elang ini? Jika Kau bisa merasakannya, tunjukan pada Ayah dimana letak Pusat energi itu.”


Yao Shen menganggukkan kepalanya, Ia segera memejamkan matannya dan Ia merasakan adanya percikan petir yang sangat murni dari punggung Elang bertubuh raksasa tersebut.


“Ayah … Aku merasakan ada percikan petir di punggung elang ini.” Yao Shen berkata seraya membuka matanya.


Dengan cepat Yao Chan melesat diatas punggung Elang Petir yang kepalanya telah berada dalam mulut Serigala Angin.


Ia pun segera mengarahkan energi ke ujung jarinya, ia dengan cepat membelah punggung Elang Petir itu dengan sebilah Pedang energi dari jari telunjuknya.


Sesaat setelah punggung elang itu terkoyak oleh pedang energi, terlihat sebuah benda sepanjang satu meter memercikan petir kecil kecil tanpa henti.


Yao Chan segera memerintahkan Yao Shen untuk mengambil percikan petir tersebut. Karena hanya orang terpilih saja yang dapat menyentuhnya.


Yao Shen segera melesat, Ia pun mengambil sebuah benda sepanjang satu meter yang bercahaya dan memercikan ratusan petir kecil tanpa ada hentinya itu.


Saat Ia tangganya mengenggam cahaya tersebut, petir-petir kecil segera merayap memasuki tangan Yao Shen yang terlihat ketakutan.


“Ayah! … kenapa ini!? Aku tidak bisa melepaskan tanganku .. ayah Tolong … !”


Yao Chan hanya tersenyum melihat puteranya begitu panik saat melihat Mustika Inti Petir perlahan memasuki lengannya.


Yao Shen pun mulai terlihat akan menangis saat melihat tanganya dimasuki oleh benda bercahaya itu.


“Shen’er … Mustika Inti Petir itu akan bersemayam dalam tubuhmu, Ia akan menjadi senjata dan juga sumber energi Petirmu. Tenanglah.”


Yao Shen yang hampir menangis karena takut itu, akhirnya sedikit tenang. Perlahan seluruh bagian Mustika Inti Petir itu memasuki lengannya.


Saat itu, Lin Shan sedang menyerang Qin Long dengan serangan petir yang keluar dari kedua telapak tangannya.


Pada kedua telapak Lin Shan, terlihat dua bola energi berwarna merah kehitaman yang melesatkan petir besar dengan cepat ke arah Ketua Qin Long yang terlihat sedang bersiap menahan itu.


JDAAARR


Petir itu tepat mengenai punggung Yao Chan yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Ketua Qin.


Apa yang terjadi setelah suara menggelegar itu, membuat Lin Shan tercengang tak percaya dengan apa yang dilihat matanya.


Serangan Petirnya yang kuat dan cepat itu tidak bekerja sama sekali terhadap tubuh Yao Chan.


Sedang sebuah bangunan akan rata dengan tanah jika terhantam petir yang baru saja ia lepaskan tadi.


“Ketua Qin … Biar aku yang melawannya. Anda bantulah anggota yang lainnya.”


Setelah berkata demikian, Yao Chan segera membalikan badannya dan membuka kedua telapak tangannya kearah Lin Shan.


“Mari kita cari tempat kita sendiri.”


Selepas berkata demikian, serangkum angin yang sangat kuat dan besar, menerpa tubuh Lin Shan yang masih terkejut dengan serangan petirnya yang gagal.


Ketua Klan Elang Petir itu tubuhnya terhempas hingga satu kilometer dari tempatnya semula.


Ia yang masih terkejut tadi, tidak sempat untuk menghindari serangan Angin yang tidak terlihat oleh mata itu.


Serangan itu memang tidak berdampak apapun pada tubuhnya, namun berdampak pada mental bertarungnya.


Lin Shan merasa Ia sedang berada dalam genggaman lawannya. Hal itu membuatnya geram dan ingin segera menghajar Yao Chan dengan jurus-jurus terkuatnya.


Ia pun mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan pemuda itu. Ia terkejut saat mendapati Yao Chan telah berada dibelakangnya.


“Apakah kau sedang menunggu bantuan?”


Yao Chan sengaja berkata dengan suara pelan karena dirinya berada satu meter di belakang Lin Shan.


Lin Shan yang sangat terkjut itu segera bebralik sambil melepaskann sebuah serangan petir dari telapak tangannya.


JDAAARRR


Telapak tangan yang memiliki bola energi petir itu, tepat mengenai tubuh Yao Chan yang terkejut saat merasakan bola energi itu, memiliki kekuatan berhawa Iblis yang sangat pekat.


Tubuh Yao Chan terjajar lima meter akibat pukulan itu, walau tidak merasakan sakit, Yao Chan terlihat sangat terkejut.


Melihat raut wajah lawannya seperti itu, timbul kepercayaan pada dirinya. Ia pun tertawa kecil sebelum kemudian terhenyak mendengar perkataan Yao Chan.


“Apakah Kau salah satu dari tiga murid Iblis Sejati Elemen Petir?”


Pertanyaan pemuda itu, membuat Lin Shan tergagap. Ia pun merasa semakin penasaran dengan identitas sebenarnya dari Yao Chan.


Tentang Iblis Sejati mungkin telah banyak yang mengetahuinya. Namun mengetahui Elemen yang dimilikinya adalah sesuatu hal yang berbeda.


Hal itu membuatnya menduga, Yao Chan adalah sosok Dewa Naga yang menyamar. Dugaannya yang keliru itu, membuat tubuhnya sedikit bergetar.


Karena jika memang pemuda dihadapannya itu benar Dewa Naga, maka saat ini Ia belum mampu untuk melawannya.


“Kenapa kau diam saja? Apakah itu berarti perkataan ku itu benar?”


Yao Chan tersenyum, walau Ia bertanya demikian, Ia sudah meyakini jika Lin Shan adalah salah satu dari tiga Murid Iblis Sejati yang Ia cari untuk dibunuhnya.


***