
“Nona Jie Apa yang ….” Belum selesai Yao Shen bertanya terhadap situasi di depannya itu, kedua batu Yinyang tiba-tiba melesat ke arah yang berbeda.
Satu batu melesat ke arah timur, sementara satu batu melesat cepat ke arah Yao Ling, yang tiba-tiba saja tidak bisa menggerakkan tubuhnya, sesaat setelah batu itu menyentuh keningnya.
Batu itu bersinar terang menyilaukan mata, lalu terdengar pekikan kesakitan dari Yao Ling yang membuat Yao Shen dan saudaranya menjadi panik karena tidak bisa melihat apa yang terjadi.
AARRRGHHHH
Seiring teriakan keras dari Yao Ling, hawa panas dan dingin seketika memancar kuat dari tubuhnya. Hal itu memaksa enam orang yang berada di sekitarnya, melesat sejauh mungkin dari gadis dengan tubuh elemen es itu.
“Shen Gege … Apa yang terjadi dengan Adik Ling?” Yao Xian Yi berkata dengan suara bergetar. Terlihat jelas di matanya, air telah menggenang, siap mengalir membasahi pipi mulus gadis keturunan bangsa peri itu.
Yao Shen terlihat murka, tatapan mata yang tadinya teduh, kini berubah bagai singa lapar melihat mangsa. Ia melesat ke arah Yue Jie dan dua temannya dengan Aura Tahap Satu Pendekar Dewa Sejati.
Aura kekuatan Yao Shen, membuat ketiga manusia dari Dunia Yinyang itu terkesiap. Tubuh mereka mulai bergetar hebat menyadari hawa membunuh begitu kuat dari pemuda di depan mereka.
“Apa yang kalian lakukan pada adikku, tak bisa ku maafkan lagi. Kalian harus mati!” dalam hitungan kurang dari dua detik, leher kedua orang teman Yue Jie telah berada di dalam cengkeraman tangan Yao Shen.
“Tunggu Tuan Yao Shen! Dengarkan penjelasan ku dulu!” Yue Jie berkata dengan panik, melihat kedua rekannya tak bisa bergerak dengan nafas yang mulai tersengal-sengal.
“Waktu mu hanya satu menit untuk menjelaskannya, dimulai dari sekarang!” Tatapan dingin Yao Shen, membuat Yue Jie segera menjelaskannya.
Yue Jie mengatakan jika batu itu berjodoh dengan Yao Ling, itu terlihat jelas dengan bara api di sebagian kanan tubuh adik Yao Shen yang perlahan meredup, karena hawa dingin dari elemen es murni di tubuhnya.
Kemarahan Yao Shen mereda setelah melihat Yao Ling yang berhenti berteriak dari sakitnya. Anak pertama Yao Chan itu, juga merasakan aura kekuatan adik bungsunya yang meningkat pesat bahkan melebihi kekuatan yang dimilikinya saat ini.
“Kekuatan Pendekar Dewa Sejati tahap berapa ini? Kekuatan Ling’er telah jauh melebihi kekuatanku dan Li’er!” Yao Shen menelan ludahnya, mendapati kenyataan membahagiakan yang di luar dugaannya.
Yao Shen melepaskan leher kedua rekan Yue Jie yang segera melesat menjauhi dirinya dengan wajah pucat dan ketakutan, namun terlihat sedikit kegembiraan di wajah keduanya karena telah terlepas dari kematian.
“Terimakasih telah melepaskan kedua temanku. Apakah sekarang kau …” Ucapan Yue Jie terhenti karena dari arah timur, memancar Aura yang sama kuat dengan aura dari Yao Ling yang telah sepenuhnya kembali tersadar.
“Ini … Bagaimana Aura Li’er bisa menjadi sekuat ini? Apa yang terjadi?” Yao Shen segera berteriak keras kepada ketiga adiknya dan ketiga orang dari Dunia Yinyang agar mengikuti dirinya.
Tujuh orang itu melesat ke arah timur, dimana setelah beberapa menit kemudian, mereka tiba di tempat Xian Li, Yao Fan dan Yao Zhun berada.
Yao Zhun dan Yao Fan terlihat mengalami luka dalam. Sementara yang membuat mulut ketiga manusia Yinyang terbuka lebar adalah sosok tubuh Xian Li yang setinggi lima meter, tengah diselimuti oleh kobaran api besar berwarna putih yang sangat panas.
Di tanah sejauh lima puluh meter di bawah mereka, terlihat tiga cekungan besar. Di setiap cekungan bergaris tengah dua puluh meter lebih itu, tergeletak tubuh seseorang yang telah hangus menghitam.
Melihat kedatangan Yao Shen, Xian Li segera kembali berubah ke wujud kecilnya dan memadamkan api yang menyelimuti tubuhnya dengan cepat.
“Sepertinya satu batu yang lain, berjodoh dengan adikmu yang berelemen Api itu. Ini sungguh di luar dugaan kami. Tapi kematian ketiga orang itu … “
Ucapan Yue Jie yang terhenti dengan wajah yang terlihat ketakutan, membuat dahi Yao Shen berkerut. “Ada apa Nona Jie?” Tanyanya dengan suara lembut.
“Mereka bertiga adalah murid terlemah dari Paman Guru Tang Wen. Kematian ketiganya akan mengundang kemarahan murid pertama Sang Dewa Penghancur yang sangat kuat itu.”
Yao Shen terkesiap mendengarnya, Dirinya telah mendengar tentang siapa sosok Tang Wen dari Yue Jie sebelumnya. Sosok yang mungkin sekuat atau bahkan lebih kuat dari Dewa Naga sekalipun.
“Ah … Kemarahan Li’er yang sulit terkendali, membuat situasi semakin rumit. Empat Belas orang dari Dua Alam Semesta lain belum tiba. Tapi situasi semakin berbahaya karena kemunculan manusia dari Dunia Yinyang dan Murid-murid Dewa Penghancur. Aku harus bagaimana ini?”
Yao Shen yang terdiam dengan dahi yang berkerut, membuat keenam adiknya yang telah mendekat, menjadi heran. Hanya Xian Li yang berani bertanya pada situasi seperti itu.
“APA!”
Teriakan terkejut, terdengar dari keenam adik Yao Shen setelah ia menjelaskan identitas Yue Jie dan menceritakan apa yang baru saja terjadi.
“Jika Si Tang butut itu sangat kuat, biarkan Ayah dan Dewa Naga saja yang bertarung dengannya. Tugas kita kan mencari Lima Senjata Elemen dan membunuh empat belas manusia Elemen dari dua Alam semesta lain, bukan melawan Si Tang itu.”
Dengan santai Yao Zhun berkata, sambil menatap Yue Jie dengan tatapan menggoda. Entah kenapa Yao Shen kali ini menjadi kesal atas ulah adiknya yang memang suka berbicara semuanya itu.
“Aku Setuju denganmu Zhun. Kita harus secepatnya mencari lima senjata itu. Siapa tahu dalam perjalanan nanti, kita bertemu dengan gadis cantik dari Dunia Kultiva ini.” Yao Fan menimpali ucapan Yao Zhun.
“Diam kalian berdua!” Bentakan Xian Li yang sudah jauh lebih kuat dari Yao Shen, membuat kedua adiknya seketika terdiam menunduk.
“Shen Gege … Kenapa kau percaya begitu saja pada perkataan mereka bertiga?” Xian Li menatap ketiga manusia Yinyang itu dengan tajam. “Bisa jadi mereka sendiri murid dari Tang Wen itu bukan?”
Ucapan Xian Li yang terakhir, membuat wajah Yue Jie dan kedua rekannya menjadi Pucat. “Tidak ... Kami bukan murid Tang Wen, Nyonya Xian Li ..”
“Nyonya Xian Li ? Hahahahaha …” Yao Zhun dan Yao Fan tertawa terpingkal-pingkal hingga memegangi perutnya. Hal itu membuat wajah Xian Li mengelam marah, setelah melihat ulah kedua adiknya itu.
Namun saat hendak bergerak untuk menarik telinga kedua adik laki-lakinya, Xian Li merasakan belasan aura kekuatan yang besar, berdatangan dari empat arah yang berbeda.
“Ada yang datang! Waspadalah!” Yao Shen segera mengingatkan adik-adiknya. Sementara Yao Ling tiba-tiba tersenyum yang membuat dahi Yao Shen berkerut heran melihatnya.
“Kenapa melintas firasat buruk ketika Aku melihat senyum Ling’er?”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-0\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=