Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
188: Memasuki Alam Kultiva Naga


Pagi hari saat matahari belum menampakan wujudnya di tepi Jurang Dewa, Guo Jin dan Xin Jia tampak sedang berbincang-bincang disana. Keduanya baru saja selesai berlatih bersama, sehingga dahi mereka basah oleh keringat.


Saat keduanya memutuskan hendak kembali kekediaman mereka dan berbalik hendak melangkah kesana, tiba-tiba saja Yao Chan muncul bersama Zhu Yin.


Kedatangan mereka berdua di pagi buta ini, menimbulkan tanda tanya besar di benak kedua sesepuh tersebut.


Sementara Yao Chan menjadi salah tingkah saat mendapati di tepi Jurang Dewa ada Guo Jin dan Xin Jia. Mereka berdua pun segera memberi salam hormat kepada kedua sesepuh tersebut.


"Chan'er, ada apa di pagi buta begini kalian mengunjungi Jurang Dewa?"


Belum sempat Yao Chan menjawab pertanyaan Kakek Gurunya tersebut, suara Xin Jia terdengar lebih dahulu menjahili dirinya.


"Jin Gege, apa kau tak pernah muda? tentu saja mereka mencari tempat yang romantis untuk berduaan, Ayo sebaiknya kita bergegas pulang."


Selepas berkata demikian, Nenek berusia seratus tahun itu tertawa geli menatap wajah gadis cantik dari Kekaisaran Ming itu memerah.


Guo Jin hanya tersenyum saja melihat Yao Chan diledek oleh isterinya, ia menatap tajam kearah Yao Chan karena merasa ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.


"Kakek, mohon maaf sebelumnya tidak memberitahu Kakek, aku kesini karena ingin kembali berlatih di Alam Kultiva Naga. Sekaligus.memyerahkan empat pusaka Iblis yang telah aku dapatkan kepada Dewa Naga."


Guo Jin menganggukkan kepalanya, ia memahami tugas Yao Chan tersebut. Hanya saja berlatih lagi di Alam Kultiva Naga membuatnya bertanya-tanya, akan sekuat apa putera Yao Zhi itu setelah ia selesai berlatih.


Yao Chan dan Zhu Yin berpamitan kepada Kedua Sesepuh Sekte Lembah Dewa itu. Keduanya pun segera melayang menuruni Jurang Dewa.


Zhu Yin yang baru pertama kalinya memasuki Jurang Dewa, menjadi heran saat setelah hampir tiga menit mereka melesat turun, belum juga menemukan dasar jurang ini.


Saat melihat ke atas, langit di atas tebing itu hanya terlihat seperti sebuah bintang yang sangat kecil.


"Chan Gege ... masih lama kah untuk tiba di sana?"


Selesai ia berkata demikian, Yao Chan melambatkan laju terbangnya. Ia tidak menjawab pertanyaan Zhu Yin dengan kata-kata, melainkan menunjuk sebuah lubang cahaya besar yang berada di dinding tebing.


Yao Chan segera melesat dan masuk ke lubang cahaya tersebut.diikuti oleh Zhu Yin yang merasa heran menemukan sebuah lorong Cahaya yang sangat panjang. Mereka pun berjalan menyusuri lorong tersebut.


"Wow Indah Sekali pemandangan disini."


Zhu Yin tak bisa berdiam diri saat mereka tiba di ujung lorong dan berada di sebuah tempat yang sangat indah yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Hanya saja ia merasakan udara di tempat itu jauh lebih berat dari udara di dunia mereka. Yao Chan segera mengajak Zhu Yin untuk melayang ke sebuah tempat, dimana ia tinggal puluhan tahun disana.


Butuh waktu sebentar saja bagi Yao Chan untuk tiba di pondok kecil di atas sebuah bukit, tempat ia tumbuh besar menjadi remaja.


Baru saja mereka turun dan menjejakan kaki di tanah, tiba-tiba saja udara menjadi berat dan menjadi gelap gulita. Tekanan udara, semakin lama semakin berat membuat Zhu Yin hendak mengerahkan energi qi nya agar tetap bisa berdiri.


Namun Yao Chan segera menjatuhkan diri dan menarik tangan Zhu Yin untuk mengikuti ia berlutut. Walau heran, Zhu Yin mengikutinya dan mengarahkan pandangan ke arah yang Yao Chan lihat.


Tubuh Zhu Yin bergetar hebat saat mendapati sesosok Ular Naga yang sangat besar dan panjang, bercahaya kuning keemasan sedang melesat sangat cepat sekali ke arah mereka.


"Anak manusia kau sudah kembali, apakah kau telah menyelesaikan tugasmu?"


Tubuh Yao Chan bergetar, ia pun menjawab dengan kata-kata yang bergetar bahwa hanya tiga dari lima pusaka yang baru ia dapatkan, selain itu ia juga mendapatkan satu buah Batu Merah yang merupakan Pusaka Iblis lainnya.


Dewa Naga terlihat senang saat Yao Chan mengeluarkan keempat pusaka Iblis Itu. Ia pun segera memancarkan cahaya dari matanya dan mengambil pusaka itu lalu menyegelnya.


"Masih ada tiga pusaka lagi yang harus kau ambil. Ketahuilah bahwa di dunia Moxian dan Dunia Kultiva telah terjadi kekacauan yang akan semakin besar seiring Raja Iblis terlepas dari segelnya. Kau harus lebih kuat lagi untuk bisa mendamaikan ke dua dunia itu. Aku sudah menugaskan seseorang untuk membantumu."


Suara yang sangat berwibawa dan tatapan tajam dari Dewa Naga membuat kedua anak manusia itu menelan ludah.


Tubuh Zhu Yin tak berhenti bergetar sedari tadi dan bertambah kuat getarannya saat menyadari tatapan Sang Dewa sedang mengarah padanya.


Tiba-tiba saja ia merasakan Cincin Ruang Dimensinya bergetar, lalu melesat Pedang Gadis Suci yang tak lama kemudian mengeluarkan asap putih dari ujungnnya.


Sosok Roh Gadis Suci muncul dari pedang yang masih mengambang di udara itu. Roh Gadis Cantik itu segera bersujud kepada Dewa Naga.


"Inilah saatnya kau melaksanakan hukuman mu. Latih pemuda itu agar bisa menggunakan bola energi dari Kristal Dewa. Setelah kau selesai melatihnya, maka roh mu akan ku kembalikan ke tubuh kasar mu di Dunia Kultiva. Kau masih harus menunggunya datang di dunia mu, karena hanya dia yang akan melepas segel tubuh kasar mu."


Selepas berkata demikian Mata Merah Dewa Naga menyala terang. Lalu dari mata itu melesat sebuah artefak seperti kunci dan melesat ke arah Yao Chan yang segera mengambilnya dan menyimpan di Gelangnya.


Dewa Naga memperingatkan Roh Gadis Suci agar tidak mengambil paksa Artefak Naga itu dari Yao Chan, karena hal itu akan membuat tubuh Kasar dan Rohnya musnah dan menghilang selamanya.


Dewa Naga pun meninggalkan tempat tersebut setelah menyerahkan sebuah kristal putih kepada Yao Chan yang kebingungan untuk apa kristal tersebut diberikan padanya.


Namun Dewa Naga telah melesat sangat jauh, suasana yang semula gelap perlahan kembali menjadi terang benderang seperti semula.


" Hei ... Harus aku apakan kristal putih ini?"


Yao Chan yang kebingungan dengan kristal ditangannya bertanya kepada Roh Gadis suci yang menjawab pertanyaannya dengan ketus.


"Hey .. Hey .. tidak sopan sekali cara mu memanggil Gadis secantik aku seperti itu."


"Lalu bagaimana Aku harus memanggilmu, kau tidak pernah menyebutkan namamu?"


Yao Chan mendengus pelan, ia menatap tajam Roh Gadis Suci itu yang terlihat sedang memamerkan senyumnya yang memikat.


Kekesalan Yao Chan pun menghilang karena senyuman teramat manis itu. Entah mengapa ia menjadi lemah saat memandang senyuman Roh Gadis itu.


"Nama Gong Li, kau bisa memanggil ku Li'er, karena kau berhutang janji untuk menikahi diriku."


Zhu Yin kembali merasakan dunia menjadi gelap, namun ia tak ingin jatuh pingsan mendengar hal yang menusuk hatinya itu.


******