
Roh Iblis Merah mengerutkan dahi saat menatap sebuah bola kristal yang membara sebesar ibu jari tangan, sedang melayang di udara. Dari kristal itulah berasalnya sumber energi yang jauh lebih kuat darinya.
Kristal tersebut melayang setinggi dua meter diatas Golok Raja Api yang telah patah jadi dua. Kristal tersebut muncul dari rongga yang terdapat di bagian dalam Golok Raja Api.
Roh Iblis Merah merasa tidak asing dengan aura energi tersebut, dan saat dirinya berhasil mengingat Aura tersebut, buru-buru menjatuhkan lututnya seraya memberi hormat.
"Hormat kepada Panglima Iblis Ren Mo!"
Ucapan Roh Iblis Merah membuat Bola Kristal tersebut melayang dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata, melesat masuk ke dalam cincin berwarna merah di tangan Shin Mu.
Shin Mu yang sudah pasrah terlalu terkejut dengan situasi yang dilihatnya sesaat setelah membuka matanya kembali, sehingga dirinya tak mampu menghindar saat bola kristal tersebut melesat dan menyatu dengan Batu Cincin yang ada di jari tangannya.
Rasa panas yang luar biasa menjalar ke dalam tubuh Shin Mu melalui lengannya. Shin Mu berusaha melepaskan cincin yang melingkar di jarinya. Namun usahanya tersebut sia-sia.
Sesaat kemudian pandangan Shin Mu menjadi gelap. kesadarannya menghilang digantikan oleh kesadaran makhluk yang tubuhnya memancarkan api. Namun tubuhnya tidak merasakan rasa panas sama sekali.
"Aah tubuh manusia.. sudah sejak lama aku tidak merasakan sensasi ini hahahaha..."
Suara yang Shin Mu keluarkan kini menjadi serak dan mengerikan, jauh berbeda dengan suara aslinya.
"Siapa kau?.. mengapa kau bisa berada di dunia manusia?"
Roh yang di panggil Panglima Iblis Ren Mo memandang Sosok Huang Lun yang sedang dirasuki oleh Roh Iblis Merah dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Hamba adalah Iblis Merah, hamba adalah pengikut Raja Iblis En Mo. Hamba sedang menjalankan misi bersama empat saudara hamba untuk mencari Mustika Hati Iblis yang di buang oleh Dewa Naga ke dunia manusia."
Wajah Panglima Iblis Ren Mo tampak terkejut dengan apa yang baru disampaikan oleh Roh Iblis Merah. Mengetahui Raja Iblis En Mo telah tersegel, membuat Roh Panglima Iblis itu dibalut rasa penasaran yang besar.
"Oh begitu rupanya, apa yang terjadi dengan yang mulia Raja En Mo sehingga kalian bisa berada di alam manusia? Ceritakan semuanya padaku!"
Roh Iblis Merah kemudian menceritakan bahwa saat ini, Raja Iblis telah disegel oleh Dewa Naga kedalam sebuah bola bercahaya kuning. Hal ini dilakukan oleh Dewa naga karena Raja En Mo telah membunuh Naga Api yang ditugaskan oleh Dewa Naga untuk mendamaikan pertikaian antara bangsa Peri dan Bangsa Iblis.
Dewa Naga kemudian melepaskan Mustika Hati Iblis dan membuangnya ke dunia manusia. Untuk melepaskan Segel tersebut, lima orang pengikut Raja Iblis yang masih hidup berinisiatif mencari keberadaan Mustika Hati Iblis itu.
Hanya dengan kekuatan Mustika Hati Iblis tersebut, maka Raja Iblis En Mo dapat dibebaskan dari segelnya.
Roh Iblis Merah pun menjelaskan bahwa untuk bisa berada di dunia manusia, mereka berubah wujud menjadi roh dengan teknik khusus yang diajarkan oleh penyihir yang menjadi Cenayang di kerajaan Iblis. Roh tersebut dimasukan kedalam senjata mereka masing-masing.
Mereka pun bisa merasuki tubuh manusia dalam waktu yang tidak lama. dan tidak semua manusia bisa dirasuki. Hanya mereka yang berhati jahat dan kejam yang tubuhnya bisa dikendalikan.
Panglima Iblis Ren Mo menganggukkan kepalanya dan mulai memahami apa yang terjadi. Roh Iblis Merah pun melanjutkan penjelasannya.
Beberapa waktu lalu Roh Iblis Merah merasakan pancaran ,aura Iblis Biru. Namun saat mendatanginya, dirinya sudah terlambat. Karena pancaran tersebut menghilang beberapa detik sebelum dirinya tiba.
Berdasarkan keterangan dari Shin Mu, Roh Iblis Merah menjelaskan bahwa menghilangnya Aura Iblis biru karena dirinya telah dimasukan ke dalam Gelang Ruang Dimensi oleh dua orang manusia yang masih belia, mereka pun mempunyai pusaka Dewa yaitu Cambuk Naga Api dan Pedang Dewa Perang.
"Apa!? Pedang Dewa Perang!?" Suara Panglima Iblis Ren Mo terkejut hingga tubuh Shin Mu yang dirasukinya tersurut dua langkah.
Terdengar sedikit rasa gentar dari suara Panglima Iblis Ren Mo. Roh Iblis Merah pun menjadi heran mendapati Raut Wajah Panglima Iblis tersebut terlihat sedikit panik.
Tentu saja Roh Iblis Merah heran, karena dirinya tidak mengetahui bahwa Panglima Iblis Ren Mo tersegel didalam Golok Raja Api miliknya karena sebelumnya telah dikalahkan oleh Dewa Perang hampir seribu tahun yang lalu.
Hampir seribu tahun lalu, terjadi pertempuran kerajaan Iblis dan Kerajaan bangsa Peri yang dibantu oleh Dewa Perang. Saat itu pasukan Bangsa Peri dipimpin oleh Dewa Perang dan kerjaan Iblis dipimpin oleh Panglima Iblis Ren Mo.
Kedua panglima tersebut akhirnya bertarung selama hampir tiga hari tiga malam tanpa henti. Akhirnya Panglima Iblis Ren Mo harus menerima kekalahan saat Dewa Perang menggunakan Senjata andalannya yaitu sebuah Pedang yang gagangnya bertanduk kepala Naga.
Masih terbayang jelas di mata Panglima Iblis Ren Mo, bagaimana kehebatan Pedang di tangan Dewa Perang itu. Pedang yang mampu mengoyak tubuhnya yang tak bisa dilukai oleh senjata apapun. Sehingga dirinya pun harus terluka parah dan menyerah kepada Dewa Perang.
Panglima Iblis yang terluka, tak berdaya sama sekali ketika Dewa Perang menyegel dirinya kedalam Golok Raja Api dan lalu melemparkannya ke dunia manusia.
Beruntungnya hari ini, dirinya terlepas dari segel tersebut, meski harus kehilangan senjata andalannya.
"Lalu bagaimana rencana selanjutnya?" Tanya Panglima Iblis Ren Mo kepada Roh Iblis Merah.
"Maafkan hamba Panglima, hamba mohon bantuan Panglima untuk membantu mencari tiga saudara hamba yang lain dan juga Mustika Hati Iblis, karena hanya dengan mustika tersebut kita semua bisa kembali ke Dunia kita." Suara Iblis Merah terdengar berat dan seperti kepayahan.
"Baiklah aku akan membantu kalian, dan mulai saat ini, kita jangan merasuki tubuh manusia lagi untuk beberapa waktu ke depan. Karena dengan begitu kita membuang-buang energi kita."
"Baik Panglima, hamba akan mengikuti perintah Panglima." Jawab Iblis Merah. yang merasa sudah tak kuat lagi berlama-lama merasuki tubuh Huang Lun.
Beberapa saat kemudian, Aura merah yang menyelimuti tubuh Huang Lun memudar dan akhirnya sirna. Bersamaan dengan hal itu, Huang Lun pun mendapatkan kembali kesadarannya.
Hal yang sama terjadi dengan Shin Mu, dirinya mendapat kesadarannya kembali setelah Panglima Iblis Ren Mo mengancamnya untuk mematuhi segala perintahnya.
Shin Mu dan Huang Lun saling bertatap mata, mereka mengetahui semua pembicaraan kedua mahkluk yang saat ini mendekam dalam tubuh mereka. Keduanya sadar bahwa mereka kini telah menjadi budak bangsa Iblis.
...*****...