Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
074: Bukan Orang Luar


"Anak muda, benarkah yang kau katakan kepada Jian'er tentang kelompok Pisau Perak itu?"


Kaisar Wu Mao menatap tajam kearah Yao Chan, dirinya ingin memastikan apakah pemuda tampan dihadapannya ini sedang membohongi mereka atau tidak.


"Benar yang Mulia, hamba berkata demikian berdasarkan ingatan yang hamba lihat dari dua orang anggota mereka yang mencoba membunuh Putera Mahkota."


Yao Chan kemudian menjelaskan lebih lanjut, bahwa kelompok Pisau Perak jugalah yang telah membunuh Menteri Ekonomi semalam. Alasan pembunuhan tersebut adalah untuk membuat kekacauan di Kekaisaran Wu.


Kemakmuran dan kejayaan Kekaisaran Wu tidak terlepas dari perekonomian yang dikelola dengan baik oleh Menteri Ekonomi yang terbunuh semalam.


Yao Chan juga menjelaskan bahwa dirinya tidak berhasil mengetahui siapa yang membayar Kelompok Pembunuh Pisau Perak untuk melakukan semua itu.


Hal itu karena anggota yang dilihat ingatannya oleh Yao Chan adalah pembunuh Kelas 2, dimana hanya Pembunuh Elit dari kelompok pembunuh tersebut yang bisa mengetahui siapa yang menugaskan mereka.


Semua orang yang hadir, terdiam mendengar penjelasan Yao Chan. Semua penjelasan Yao Chan terdengar logis, namun hanya satu hal yang membuat mereka bertanya-tanya, benarkah Yao Chan mengetahui semua informasi hanya dari melihat ingatan seseorang?


Berbagai pertanyaan timbul di benak para Menteri yang hadir dalam ruangan tersebut. Hanya saja untuk bertanya bagaimana cara Yao Chan melihat ingatan tersebut, mereka merasa segan mengingat pemuda di hadapan mereka adalah Pendekar Tingkat Tinggi.


"Anak muda keterangan mu memang masuk akal, tetapi caramu mendapat informasi tersebut di luar akal pikiran kami. Benarkah kamu bisa melihat ingatan seseorang? atau jangan-jangan kamu bagian dari anggota mereka yang sedang menyamar!"


Raut wajah Yao Chan seketika berubah, dirinya dan semua orang menoleh ke arah suara tersebut, mereka menemukan Menteri Pertanian sudah berdiri dan menatap Yao Chan dengan pandangan yang terlihat mencurigai Yao Chan.


Yao Chan yang kesal, segera melesat kearah Menteri yang berusia sekitar enam puluhan tahun itu. Dalam sekejap, Yao Chan telah berdiri tepat di hadapannya.


Semua orang terkejut melihat Yao Chan seperti menghilang dari tempatnya berdiri, lalu kurang dari satu detik sudah berada di hadapan Menteri Pertanian yang berjarak sepuluh meter dari Yao Chan berdiri sebelumnya.


"Maafkan saya, Tuan Menteri"


Yao Chan berkata sambil tangannya memegang pundak kiri sang Menteri. Mata Menteri tersebut terbelalak saat merasakan tangann Yao Chan. Matanya yang melotot akhirnya terkunci oleh Jurus Mata Menghisap Ingatan.


Lin Yung sebagai seorang Menteri Pertahanan dan memiliki kemampuan beladiri tertinggi diantara para Menteri, segera akan bergerak namun Wu Jian segera menahannya, Wu Jian kemudian menjelaskan apa yang sedang Yao Chan lakukan.


Semua Menteri terdiam dan memandang Yao Chan dengan penuh rasa takut. Bahkan Kaisar Wu Mao menelan ludahnya melihat Yao Chan memiliki kemampuan yang di luar nalar manusia.


Mata Kaisar Wu itu menatap tajam kearah Yao Chan. "Pemuda ini sangat tampan, kemampuannya beladirinya sangat tinggi, Alangkah bagusnya seandainya aku bisa membuatnya mengabdi di Istana."


Kaisar Wu Mao berbicara dalam benaknya, melihat kemampuan yang Yao Chan tunjukan, membuatnya ingin merekrut Yao Chan. Hanya saja dirinya belum mengetahui bagaimana caranya membuat keinginannya itu terwujud.


Hingga akhirnya ia menemukan Wu Mei, sedang menatap Yao Chan dengan pandangan yang terlihat kagum. Sebuah ide terbersit dalam benaknya saat itu juga.


"Tuan Menteri, apakah anda sudah percaya dengan kemampuan ku melihat ingatan seseorang?"


Yao Chan menatap tajam Menteri Pertanian yang kini tertunduk dengan tubuh gemetar. Apa yang baru saja ia alami, sungguh membuat bathinnya terguncang. Wajahnya terlihat pucat saat menyadari Yao Chan telah melihat seluruh ingatannya.


"Maafkan saya, maafkan kata-kata saya tuan pendekar karena telah menyinggung dan menuduh yang bukan-bukan tentang.."


Kata-kata Yao Chan yang pedas, memotong kalimat Menteri Pertanian yang kini tubuhnya gemetar mendengar perkataan Yao Chan yang terlihat sangat marah kepada dirinya.


Kemarahan Yao Chan adalah hal yang wajar, karena menuduh seseorang melakukan kejahatan tanpa bukti yang valid adalah merupakan kejahatan yang tidak ringan.


Semua Menteri menghela nafas mendengar kata-kata Yao Chan, kini mereka.mempercayai kebenaran informasi yang diberikan oleh Yao Chan.


Lin Yung yang masih terlihat kesal terhadap apa yang dilakukan oleh Yao Chan terhadap Menteri Pertanian kembali berdiri dari duduknya.


"Yang Mulia Kaisar, izinkan hamba berbicara." Lin Yung memberikan hormatnya dan melanjutkan kata-katanya setelah melihat Kaisar Wu Mao mempersilakannya.


"Informasi yang kita dengar dari pemuda ini, mungkin bisa menjawab dan menjelaskan semua peristiwa buruk yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun kita tidak bisa langsung mempercayai informasi dari orang luar sepertinya, kita harus menyelidiki nya terlebih dahulu. Apalagi informasi ini kita dapatkan dari seseorang yang baru kita lihat hari ini dan belum kita ketahui identitasnya dengan jelas."


Yao Chan tersenyum kecut saat mendengar perkataan Lin Yung yang ia ketahui dari Tetua Yu Ma sebagai kakak Lin Hua Ibunya. Yao Chan menatap Pamannya yang terlihat memiliki sedikit kemiripan dengan sang ibunda.


"Menteri Pertahanan, dia bukan orang luar seperti yang anda pikirkan."


Lin Yung terkejut dengan ucapan sang Putera Mahkota. ia mengerutkan dahinya seraya berkata;


"Putera Mahkota, apa maksud anda dengan kalimat itu"


Wu Jian tersenyum tipis mendengar pertanyaan Lin Yung, lalu menatap Yao Chan dan menganggukkan kepalanya. Yao Chan tentu saja memahami maksud Wu Jian.


Yao Chan melangkah kehadapan Perdana Menteri Lin Bao yang menatapnya dengan heran dan benak dipenuhi pertanyaan.


Saat menatap wajah Yao Chan dari dekat, Lin Bao tertegun, wajah Lin Hua dan wajah Yao Zhi secara bersamaan terlihat olehnya pada wajah pendekar muda yang tiba-tiba berlutut dihadapannya. Lin Bao tersentak berdiri ketika melihat Yao Chan bersujud sambil memberinya hormat.


"Yao Chan memberi hormat kepada Kakek Lin Bao"


Setelah berkata demikian, Yao Chan segera melanjutkan dengan bersujud, namun ketika hendak bersujud yang ketiga kalinya sebuah tangan menahannya.


"Chan'er.. benarkah kau Chan'er cucuku"


Lin Bao dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca memegang pundak Yao Chan, dibimbingnya pemuda tampan itu untuk berdiri, lalu dipeluknya dengan erat tubuh Yao Chan dengan air mengalir dari mata tuanya.


Semua orang di dalam ruangan tersebut tertegun, sebuah peristiwa mengharukan di hadapan mereka, membuat mata semua orang yang melihatnya menjadi berkaca-kaca. Terlebih Yu Lian, ia tak mampu lagi menahan airmatanya.


Sementara Lin Yung terpaku menatap keharuan di hadapannya. Dirinya tidak menduga sama sekali, pemuda yang hendak ia serang tadi adalah keponakannya sendiri.


...*****...


...Jangan Lupa Like dan Votenya di setiap chapter ya...


...🙏🙏🙏🙏...