Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
267: Kekuatan Pedang Petir


Ratu Es Abadi yang sudah sangat kesal pada kelakuan kelima perempuan muda itu, segera mengerahkan kekuatan penuhnya.


Ia menyerang kelima gadis tersebut dengan pukulan berhawa sangat dingin yang membuat tubuh mereka berlima membeku terbungkus gumpalan es.


“Aah Sayang sekali … Mereka masih muda tapi harus sudah mati seperti itu, sialan Kau Nenek Peot!”


Chu Lung memaki dengan kesal karena belum puas menikmati keindahan di depan matanya itu.


Demikian juga dengan Bao Jin, Ia terlihat menggeram marah kepada Ratu Es Abadi yang mengganggu kesenangan mereka.


BRAAK


Terdengar suara keras saat lima tubuh gadis itu menghantam tanah. Ratu Es Abadi terkesiap saat menyadari bongkahan es yang menutupi tubuh mereka telah hancur.


Ia pun bergegas melesat ke arah dimana mereka jatuh dengan tubuh yang kini kembali terlihat polos.


Ia pun segera mengeluarkan beberapa helai kain untuk menutupi tubuh ke lima gadis itu. Beberapa perempuan anggota Paviliun Harta Kultiva, turut membantunya.


“Kalian amankan jasad mereka, sekalipun mereka musuh, mereka juga perempuan yang sama seperti kita.”


“Siap Nyonya … Kami akan mengamankan jasad mereka.”


Salah satu perempuan anggota Paviliun Harta Kultiva itu berkata dengan tegas.


Hanya saja benaknya dipenuhi pertanyaan, mengapa kelima gadis itu mati dengan mata melotot seolah melihat sesuatu yang sangat mengerikan.


Ratu Es Abadi kembali melesat ke udara dimana Ketua Zhou Kin terlihat akan bertarung kembali dengan Chu Lung.


“Ketua Zhou Biar aku saja yang menghabisi mereka berdua.”


Yao Chan segera melesat di hadapan Ketua Zhou Kin saat menyadari bahwa Lin Shan dan dua orang lainnya telah pergi dari tempat tersebut.


“Tuan Chan, mereka berdua adalah Ketua Klan yang memiliki kemampuan tinggi, hati-hatilah menghadapinya.”


Ketua Zhou Kin yang penasaran dengan kekuatan Yao Chan, mempersilakan Yao Chan untuk melawan Chu Lung dan Bao Jin.


“Sombong! … Ingin melawan kami berdua? Aku sendiri saja sudah cukup untuk membinasakan dirimu!”


Chu Lung melesat menyerang Yao Chan setelah ia berkata demikian. Ia merasa sangat kesal karena telah diremehkan oleh pemuda itu.


Yao Chan segera menghadapi serangan Ketua Chu Lung yang bersenjatakan Kipas Dewa Bumi itu.


Mata Yao Chan berbinar saat melihat Kipas Pusaka tersebut. Ia menduga jika itu adalah Kipas Inti Petir yang sedang Ia cari.


Yao Chan tak ingin berlama-lama bertarung dengan Chu Lung. Ia pun mengeluarkan Pedang Dewa Perang dari Gelang Ruang Dimensinya.


Sesaat kemudian udara terasa berat saat Yao Chan mengerahkan seluruh kekuatannya di level sepuluh Pendekar Dewa itu.


Chu Lung dan Bao Jin sangat terkejut melihat hal tersebut. Keduanya baru menyadari alasan Lin Shan dan kedua orang lainnya, melarikan diri dan meninggalkan tempat tersebut.


“Bantu Aku Ketua Jin!”


Chu Lung berteriak saat menghindari tebasan pedang Yao Chan yang mengarah ke lehernya.


Ia terlihat panik melihat kecepatan yang baru saja Yao Chan tunjukan. Namun belum sempat Ketua Bao Jin membantunya, pandangan Chu Lung telah menjadi gelap.


Leher Chu Lung akhirnya tertebas pedang Dewa Perang Yao Chan. Membuat kepalanya harus terpisah dari tubuhnya.


Yao Chan segera saja mengambil Kipas Pusaka di tangan Chu Lung. Setelah mengambil gelang ruang dimensinya, Ia pun membiarkan tubuh tersebut jatuh menyusul kepalanya yang telah terlebih dahulu tiba di tanah.


Wajah Bao Jin menjadi pucat saat melihat kematian rekannya tersebut, Ia menatap Yao Chan seakan tak percaya bahwa sosok semuda itu telah memiliki kemampuan yang sangat tinggi.


Yao Chan segera mengalihkan pandangan matanya ke arah Bao Jin. Ketua Klan Pedang Petir itu terlihat jerih melihatnya.


Namun harga dirinya sebagai Ketua Klan, membuatnya mau tak mau, harus melawan Yao Chan hingga titik darah penghabisan.


“Anak Muda … Kau memang hebat, siapa namamu dan dari Klan mana Kau berasal?”


Yao Chan berkata sinis kepada Ketua Bao Jin yang wajahnya terlihat merah menahan marah.


“Aku hanya ingin tahu di tangan siapa nyawaku berakhir, sehingga aku bisa mati dengan tenang.”


Perkataan Ketua Bao Jin itu membuat Yao Chan tersedak nafasnya sendiri, Ia pun menjelaskan identitasnya karena ingin menghargai kegagahan Pria tersebut.


“Terimakasih atas keteranganmu, Aku tidak menduga akan binasa di tangan manusia dari dunia lain. Tapi sebelum kau bunuh aku hadapi dulu jurus terkuat dari ini!”


Selesai berkata demikian Ketua Bao Jin segera mundur beberapa meter dari hadapan Yao Chan.


Ketua Zhou Kin dan yang lainnya menjadi waspada sesaat kemudian.


Aura energi yang sangat besar, segera memenuhi udara saat Ketua Bao Jin melemparkan Pedang ke udara tepat satu meter di atas kepalanya.


Sesaat kemudian seberkas cahaya melesat keluar dari kepala Ketua Bao Jin dan melesat masuk ke dalam Pedang yang ujungnya menghadap ke arah Yao Chan Itu.


Pedang tersebut lalu bersinar terang dan mulai memercikan petir-petir kecil. Namun semakin lama petir tersebut semakin membesar dan bersuara menggelegar.


“Pedang Petir Menghukum Bumi!”


Ketua Bao Jin berteriak keras, seraya melesatkan seluruh energi miliknya ke dalam Pedang Petir.


Yao Chan menjadi waspada saat menyadari apa yang akan dilakukan oleh Ketua Bao Jin.


“Ia Ingin bertarung dan mati bersama-sama. Tidak akan Aku biarkan itu terjadi.”


Yao Chan segera membuat Perisai energi untuk melindungi tubuhnya. Setelah itu Ia mengibaskan tangannya untuk melindungi Ketua Zhou Kin dan yang lainnya dengan membuat Perisai Besar yang melindungi mereka dan bangunan Paviliun Harta Kultiva.


Suara Petir yang menggelegar silih berganti dan semakin keras itu, membuat seluruh rakyat Kota Anmei menjadi ketakutan.


Mereka pun memandang ke udara, dimana kilatan suara petir itu berasal. Mata mereka melotot takjub melihat apa yang terjadi di atas langit kota mereka itu.


Tubuh Ketua Bao Jin kini terlihat bercahaya, demikian juga dengan kedua bola matanya, seolah Ia tengah kerasukan sebangsa roh atau Iblis.


Sementara pedang di atas kepalanya, terus melesatkan petir besar yang menderu ke arah Yao Chan maupun Ketua Zhou Kin dan lainnya.


“Inikah kekuatan sebenarnya Ketua Bao Jin itu?”


Ketua Gong Xhun yang sempat bertarung dengan Bao Jin, menelan ludahnya saat melihat kekuatan yang di tunjukan oleh lawannya itu.


Kakak Ipar Yao Chan itu, tiba-tiba merasa bersyukur Ia masih hidup setelah bertukar ratusan serangan dengannya.


“Matilah Kita Semua Hahahahaha”


Yao Chan tertegun mendengar ucapan Ketua Bao Jin yang menurutnya, sudah tak waras lagi karena telah kerasukan sebangsa Roh atau Iblis.


Sesaat setelah ketua Bao Jin berkata, demikian tubuhnya bersinar terang dan memancarkan energi sangat besar yang melesat masuk ke dalam Pedang Petir.


JEDAAAR JEDAAAR JEDAAAR


Tiga Buah Petir sangat besar melesat keluar dari ujung Pedang ke tiga arah yang berbeda.


Satu buah petir yang terbesar, menghantam tubuh Yao Chan dengan sangat keras.


Namun apa yang terjadi, membuat mata Ketua Bao Jin yang telah kehabisan energi itu, melotot lebar melihatnya.


Bukan saja Yao Chan tidak bergeming dari tempatnya berdiri, pemuda itu terlihat tersenyum ke arahnya walau Petir sangat besar baru saja menghantam tubuhnya.


Petir yang dapat meratakan sebuah bukit itu, seolah bukan apa-apa baginya. Hal itu membuat Ketua Bao Jin menatap takjub kepada Yao Chan.


Ia pun pasrah jika nyawanya harus berakhir di tangan Pemuda yang mulai bergerak ke arahnya setelah melihat dua Petir besar lainnya, tidak mampu menembus Dinding Perisai yang melindungi Kota Anmei.


*****