
Lang Hu ingin menyerah saja, namun egonya berbicara lebih kuat dari rasa gentar dihatinya.
Sampai detik ini, Lang Hu belum menemukan cara untuk menghadapi jurus mematikan yang digunakan oleh lawannya tadi, saat pemuda tampan itu menghabisi Keenam Tetua Sektenya
"Baiklah Anak muda, mari kita mulai pertarungan kita."
Selepas berkata demikian, Lang Hu segera melesat menerjang Yao Chan dengan jurus terkuat yang ia miliki.
Pedangnya membabat kearah leher Yao Chan dengan sangat cepat, namun matanya melebar saat menyadari Yao Chan terlihat tidak akan menahan atau menghindari tebasan pedangnya.
TRAAANG
Suara benturan terdengar seperti dua buah besi yang saling beradu saat pedang Lang Hu tepat mengenai leher Yao Chan. Mendengar suara itu Lang Hu pun segera melesat mundur dengan cepat.
Lang Hu sangat yakin Yao Chan tidak menggerakan tangannya sama sekali untuk menangkis pedangnya. Ia juga yakin bahwa tebasannya tadi tepat mengenai leher pemuda tampan itu.
Tetapi apa yang dilihat dan didengarnya tadi, sungguhlah berbeda. Ia lalu mengamati leher Yao Chan untuk memastikan bahwa pemuda itu tidak memakai perisai besi dilehernya.
Yao Chan tersenyum melihat Lang Hu terdiam saja mengamati lehernya. Terlihat olehnya wajah Frustasi dari Ketua Sekte Elang Hitam itu saat mendapati lehernya terlihat baik-baik saja.
Yao Chan memang sengaja tidak menangkis atau menghindari tebasan Pedang Lang Hu. Ia mengerahkan energi qi nya ke Zirah Sisik Naga untuk melindungi tubuhnya.
Itulah mengapa terdengar suara seperti dua buah besi yang saling beradu saat Pedang Lang Hu mengenai lehernya.
"Sekarang giliran ku untuk menyerang!"
Yao Chan bersuara keras keras setelah mengeluarkan Pedang Pelangi dari Gelang Ruang Dimensinya. Ia memang ingin menghabisi Lang Hu dengan pedang milik Ayahnya tersebut.
Melihat lawan mengeluarkan pedang dari ruang hampa, Lang Hu tentu saja sangat terkejut. Namun Suara keras Yao Chan, membuatnya segera bersiap menerima serangan pemuda itu.
Yao Chan segera melesat setelah berkata demikian kepada Lang Hu. Kurang dari sedetik, sosoknya telah berada tepat di depan Lang Hu yang sangat terkejut dengan kecepatan yang Yao Chan tunjukan.
Yao Chan yang sebelumnya telah mengalirkan qi ke Pedang Pelangi, menebaskan pedangnya dari atas kepala Lang Hu dengan maksud untuk membelah kepalanya menjadi dua bagian.
Lang Hu yang sedang terkejut, segera menahan tebasan pedang Yao Chan yang mengarah dari atas kepalanya dengan pedangnya yang ia genggam dengan kedua tangan.
TRAAAK
Suara pedang Lang Hu yang patah menjadi dua bagian terdengar saat pedangnya beradu dengan Pedang Pelangi Yao Chan.
Karena pedang ditangan Lang Hu Patah, maka laju Pedang Pelangi menjadi tidak tertahan lagi. Membuat Pedang Pelangi yang diayunkan dengan sangat kuat itu, membelah kepala Lang Hu.
Ketua Sekte Elang Hitam itu tewas secara mengerikan dengan kepala terbelah tanpa sempat mengeluarkan jerit kematiannya.
Yao Chan menghela nafas setelah membersihkan darah Lang Hu yang mengenai Pedang Pelangi, lalu ia menyimpan kembali Pedang warisan Ayahnya itu ke dalam Gelang Ruang Dimensinya.
Lalu ia mengalihkan pandanganya ke arah pertempuran yang tak imbang secara jumlah itu. Namun ia tersenyum mendapati Zhu Yin dan Qing Mi terlihat menguasai jalannya pertempuran itu.
"Kemampuan Mi'er telah setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Tapi Yin'er jauh lebih banyak peningkatannya, ah sial ... Aku lupa menanyakan berapa ribu Kristal qi yang ia miliki sekarang."
Yao Chan berkata dalam benaknya sambil melihat pertempuran yang sepertinya akan segera berakhir itu.
Benar saja yang diperkirakan oleh Yao Chan, saat hari berubah menjadi gelap dan malam pun tiba, kedua gadis tersebut telah melesat kearahnya dengan gaun yang bersimbah darah.
Tak satupun dari anggota Sekte Elang Hitam yang tersisa dalam keadaan bernyawa setelah bertarung dengan Zhu Yin dan Qing Mi.
Kedua Gadis yang memiliki kecantikan setara dengan Dewi-Dewi di kahyangan itu, memang tidak membiarkan satu pun anggota dari sekte Elang Hitam lolos dari tangan mereka.
"Chan Gege ... Jika Kami ingin membersihkan diri terlebih dahulu, apakah kita akan terlambat kembali ke Ibukota Wu Chang An?"
Zhu Yin bertanya kepada Yao Chan saat menyadari tatapan pemuda tampan itu kearah gaun mereka yang terpercik darah di banyak bagian.
Satu jam kemudian, kedua gadis itu telah selesai membersihkan diri dan mengganti gaun mereka.
Walau keduanya tidak memakai riasan, namun tetap saja wajah segar nan cantik alami itu membuat Yao Chan terpana saat memandangnya.
"Chan Gege ... Kenapa tadi ku dengar suara mu seperti sedang mengumpat?"
Zhu Yin menanyakan sesuatu dengan tatapan tajam yang terlihat sekali jika mencurigai Yao Chan.
"Ah itu ... itu .. bukan apa-apa kok, aku hanya sedang terkejut saja karena telah tertipu dugaanku sendiri."
Yao Chan bingung bagaimana harus menjelaskan apa yang membuatnya mengumpat tadi.
Saat berkeliling untuk memastikan tidak ada lagi Anggota Sekte Elang Hitam yang bersembunyi. Yao Chan merasakan dua energi kehidupan yang terasa sangat kuat dari arah belakang. Sementara puluhan energi kehidupan lain terasa lemah di sekitarnya.
Setelah mendatangi tempat asal energi itu, Yao Chan mendapati sesuatu yang tidak ingin ia lihat, ia pun mengumpat dengan kesal.
Entah kepada dirinya sendiri yang tidak bisa berkonsentrasi untuk membedakan energi dua ekor kuda dengan energi manusia, atau kesal kepada apa yang dilakukan oleh kedua kuda tersebut, yang terlihat olehnya sedang membuat keturunan itu.
Zhu Yin dan Qing Mi yang sebelumnya sempat mencurigai Yao Chan mengintip mereka berdua, kini tertawa terpingkal-pingkal setelah mendengar penjelasan Yao Chan.
"Chan Gege ... Kau sepertinya tidak bisa berkonsentrasi karena ingin segera tiba di Pernikahan Lian'er bukan?"
Qing Mi mencoba mengalihkan pembicaraan mengingat mereka harus tiba di Ibukota Wu Chang An secepatnya.
Yao Chan lalu mengajak kedua gadis itu untuk segera meninggalkan Sekte Elang Hitam. Ketiganya melesat ke udara dan berhenti sejenak setelah berada setinggi seratus meter dari tanah.
Yao Chan mengerahkan energi qi nya ke arah dua jari tangan kanannya. Ia pun menyentilkan jarinya beberapa kali. Dari kedua jarinya itu, melesat bola-bola energi kecil yang tiba-tiba berubah menjadi besar dan menghantam seluruh bangunan yang ada di bawah mereka.
Hanya satu bangunan yang tidak Yao Chan hancurkan, yaitu bangunan yang dijadikan kandang kuda oleh mereka.
Yao Chan telah merusak pintu-pintu kandang kuda tersebut. Sehingga saat mendengar suara dentuman akibat ledakan yang menghancurkan bangunan di sekitarnya, Kuda-kuda itu berlarian dengan panik.
Setelah selesai meratakan bangunan Sekte Elang Hitam, Yao Chan lalu meminta Zhu Yin untuk menyelimuti tubuhnya dengan energi qi.
Kedua gadis itu memandang heran ke arah Yao Chan saat mendengar pemuda itu minta mereka berdua untuk mendekat dan mengulurkan salah satu tangan mereka.
"Tenanglah ... Aku bukan ingin berbuat macam-macam pada kalian, aku hanya ingin kita semua sampai lebih cepat ke ibukota dengan Jurus Teleportasi yang telah aku kuasai. Jurus itu akan bekerja juga pada kalian berdua, asalkan aku menggenggam salah satu bagian tubuh kalian. Apa kalian ingin aku menggenggam bagian tubuh kalian yang lain?"
Yao Chan menjelaskan kepada kedua gadis tersebut saat menyadari keengganan mereka untuk mengulurkan tangan padanya.
Setelah mendengar penjelasan Yao Chan, Zhu Yin segera mendekat kearah kanan Yao Chan lalu mengulurkan tangan kirinya yang kemudian segera digenggam oleh Yao Chan dengan tangan kanannya.
Sementara Qing Mi segera mendekat ke sisi kiri Yao Chan dan mengulurkan tangan kanannya yang juga segera di genggam oleh tangan kiri Yao Chan.
"Pejamkan mata kalian, dan bukalah saat Aku telah meminta kalian untuk membukanya."
Yao Chan segera memberikan arahan pada keduanya. Setelah itu, ia pun mulai berkonsentrasi dengan mengerahkan sepuluh ribu kristal qi-nya yang sebagian kecil ia alirkan ke Tubuh Qing Mi.
Sebelum meledakan energinya, untuk melakukan Jurus Pindah Tempat Dalam Sekejap, Yao Chan tersenyum tipis saat melihat kedua tangannya telah menggenggam erat tangan kedua gadis cantik tersebut.
Ia pun membayangkan sebuah tempat di kediaman Ayahnya, Yu Ma. Ia memilih Ruang Makan yang mungkin saat ini tengah ramai oleh keluarganya tersebut.
Yao Chan sekali lagi tersenyum tipis saat membayangkan wajah-wajah terkejut orang-orang yang ia sayangi saat melihat kedatanganya yang secara tiba-tiba nanti.
****
Mohon maaf kalau ada typo atau paragrap yang ga jelas. Author akan sangat berterimakasih apa bila ada yang menemukan typo dan menyebutkannya dalam kolom komentar.
Terimakasih 🙏🙏🙏