
Setelah memacu kuda mereka dengan kecepatan penuh, akhirnya rombongan Yao Chan tiba tiga puluh menit setelah pertempuran berakhir.
Aroma Anyir darah menusuk hidung mereka saat menuruni jalan setapak menuju lembah tersebut.
"Chan Gege sepertinya baru saja terjadi pertempuran besar di lembah ini. Siapakah yang bertarung hingga menyebabkan banyak siluman yang terbunuh?"
"Entahlah ... aku sendiri belum.bisa memastikan siapa yang dilawan oleh para Iblis itu, hanya pertarungan pendekar Suci tahap Akhir yang bisa membuat kerusakan seperti ini."
Yao Chan mencari informasi dengan ingatan yang ia peroleh dari Qin Yun, Pendekar Tongkat Giok Darah yang pernah mendatangi tempat ini dan membuat perjanjian dengan Shouren, pemimpin lembah siluman yang memiliki batu mustika berbentuk hati sebesar kepalan tangan.
Yao Chan yang pernah bertemu dengan Shouren, memastikan bahwa bukan manusia kerdil itu yang bertarung. Dirinya mengetahui tingkat beladiri Shouren hanya pada tingkat Pendekar Pertapa tahap Akhir.
Berdasar ingatan tersebut, Yao Chan memastikan ada sosok lebih kuat yang membantu Shouren. Sosok dengan kemampuan setidaknya setingkat Pendekar Suci tahap Akhir.
"Para Iblis?"
Zhu Yin dan Qing Mi memyuarakan hal yang sama dalam benak mereka.
"Benar, Roh Naga Emas menyampaikan padaku bahwa ia bisa merasakan adanya aura kekuatan Iblis yang berada di tempat ini. Bukan hanya satu, tapi beberapa. Selain para Iblis, ada juga Aura yang berasal dari bangsa Peri."
"Bangsa Peri?"
Lagi-lagi Zhu Yin dan Qing Mi berkata secara bersamaan, keduanya saling berpandangan lalu tersenyum tipis.
"Makhluk hitam bersayap yang ku hadapi tempo hari adalah Peri Hitam, peri sesat dari Dunia Moxian, dunianya Bangsa blis dan Bangsa Peri. Sepertinya ia telah bergabung dengan Para Iblis itu."
Saat Yao Chan hendak menjelaskan lebih lanjut tentang dunia Moxian yang ia ketahui dari Leluhur Zhu Long, tiba-tiba ia merasakan Aura yang mengingatkannya pada sosok Peri Hitam.
Namun Aura ini terasa begitu lemah dan ia pun merasakan ada aura kekuatan lain yang ia kenali adalah aura kekuatan Shouren, Sang Pemimpin Lembah Siluman.
"Kalian tunggu disini aku akan memeriksa sesuatu."
Selepas berkata demikian, Yao Chan melesat ke udara dan melayang ke arah darimana aura itu berasal. Arah yang dituju Yao Chan adalah sebuah lereng lembah pada sisi yang berbeda dimana kuda mereka tidak akan bisa melewatinya.
"Saudari Yin, bukankah kau juga bisa melayang? Bisakah kita mengikuti Saudara Chan?"
Zhu Yin menghela nafas dengan kuat sehingga terdengar seperti mendengus di telinga Qing Mi. Membuat gadis itu menyesal menyuarakan rasa penasaran akan apa yang ingin diperiksa oleh Yao Chan.
"Chan Gege meminta kita, untuk tetap disini. Tapi aku juga penasaran apa yang ia lakukan. Bersiaplah aku akan membawamu melayang. Angkatlah kedua tanganmu ke atas."
Qing Mi melakukan apa yang dikatakan oleh Zhu Yin yang kemudian memegang kedua tangannya dan membawanya ikut melayang ke arah Yao Chan yang kini terlihat sudah mulai melayang turun.
Yao Chan melayang turun karena ia melihat sekumpulan orang sedang mengerumuni sosok yang ia kenal sebagi Shouren. Yao Chan tercekat saat melihat apa yang Pemimpin Lembah Siluman tersebut sedang lakukan.
Kedatangan Yao Chan membuat semua orang yang berkerumun seketika bersiaga. Mereka mencabut senjata masing-masing. Selain itu siluman harimau dan singa yang tampak terluka itu, ikut menggeram melihat kedatangannya.
"Pemuda Tampan Chan akhirnya kau datang juga walau sedikit terlambat."
Shouren yang menghentikan aktivitasnya karena melihat sosok yang ia kenal, segera menyapa Yao Chan, membuat seluruh seluruh orang menurunkan senjata mereka dan siluman pun berhenti menggeram.
"Tuan Shouren, maafkan kedatangan ku yang sepertinya terlambat. Siapa Perempuan bersayap ini? mengapa ia bisa mengalami luka separah ini?"
Pertanyaan Yao Chan dalam bahasa mereka itu terlontar tanpa jeda karena melihat sosok perempuan yang ia yakini adalah manusia dari bangsa Peri, sedang tergeletak dengan perut yang yang terluka dan masih mengeluarkan darah yang warnanya berbeda dengan warna darah manusia.
Shouren berharap Yao Chan mengerti tentang pengobatan agar dapat menyelamatkan sosok perempuan pemimpin tertinggi mereka itu.
"Aku mengerti sedikit tentang pengobatan, biar ku periksa dulu lukanya."
Saat hendak memeriksa luka Xian Mey yang sedang memejamkan mata tersebut, Zhu Yin dan Qing Mi telah tiba di tempat tersebut. Kedatangan mereka mengejutkan manusia lembah Siluman yang kembali waspada.
Yao Chan mengatakan bahwa kedua gadis itu adalah teman perjalanannya. Shouren mengangguk karena ia pernah bertemu dengan Zhu Yin sebelumnya.
Zhu Yin dan Qing Mi mendekati Yao Chan dan Shouren dengan terburu-buru, mereka merasa risih mendapat tatapan liar dari manusia lembah siluman yang kebanyakan tinggi tubuhnya hanya sebahu mereka berdua.
"Chan Gege ... "
Kata-kata Zhu Yin terputus saat melihat sesosok perempuan sedang tergeletak bersimbah darah yang berwarna kebiruan. Kedua mata Zhu Yin dan Qing Mi terbelalak saat melihat ada sebuah sayap di balik punggung gadis yang memilki kecantikan yang setara dengan mereka, seandainya telinga perempuan tersebut tidak meruncing .
"Dia adalah Xian Mey, seorang Bangsa Peri dari dunia Moxian. Aku akan mengobatinya terlebih dahulu. Lukanya sangat parah dan kondisinya sudah sangat kritis."
Mendengar Perkataan Yao Chan, mata Xian Mey terbuka, ia menatap Yao Chan dengan tatapan yang menunjukan rasa heran karena mengetahui dunia darimana dirinya berasal.
"Siapa ... Kau ... darimana kau ... mengetahui ... dunia asal ku?"
Dengan susah payah dan nafas yang tersengal-sengal Xian Mey berhasil menyelesaikan pertanyaannya.
"Namaku Yao Chan, Peri Xian Mey biarkan aku mengobati luka mu terlebih dahulu. Jangan melawan aliran energi yang merasuk dalam.tubuhmu nanti."
"Luka ku ... sudah ... tidak tertolong ... lagi ..."
Kata-kata Xian Mey terputus saat tiba-tiba ia merasakan aliran energi yang sangat murni dan hangat mengalir dalam setiap sel otot dan daging di telapak tangannya yang telah digenggam oleh pemuda tampan itu.
Aliran energi itu terus merayap ke lengan menuju bahu. Rasa segar dirasakan oleh Xian Mey di bagian tubuhnya sesaat setelah dialiri energi penyembuh yang berasal dari Mutiara Jiwa Naga yang berada dari tubuh Yao Chan.
"Tulang punggung mu banyak yang patah, ini akan sedikit menyakitkan, bertahanlah."
Saat energi itu hendak memperbaiki tulang, Yao Chan mengingatkan Xian Mey yang nafasnya terlihat lebih normal.
Aarrrgggg
"Pemuda Chan apa yang kau lakukan padanya!"
Jeritan Xian Mey yang cukup keras membuat Shouren menjadi marah, ia segera memegang dan mencengkram lengan Yao Chan yang sedang menggenggam telapak tangan Xian Mey.
Wajah Shouren menunjukan keterkejutan, saat mencengkram lengan Yao Chan. Aliran energi yang hangat mengalir masuk kedalam lengannya membuatnya kembali terkejut karena ia tidak bisa melepaskan cengkeramannya tersebut.
Shouren terdiam menyaksikan luka-luka di lengannya yang masih mengeluarkan darah tertutup seketika saat energi tersebut mengalir melaluinya.
"Diamlah ... aku akan menyembuhkan luka kalian berdua."
Yao Chan berkata kepada Shouren dengan bahasa mereka agar anak buahnya tidak lagi mengganggu proses penyembuhan Xian Mey dan Shouren.
****