Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
255: Batu Baja Menghunjam Bumi


”Hentikan Pertempuran!!”


Suara menggelegar dan Aura kekuatan yang Pendekar Dewa Level sepuluh, membuat pertempuran itu seketika terhenti.


Aura Pendekar Dewa Level Sepuluh yang memenuhi dan membuat udara menjadi berat, mengejutkan semua orang.


Mereka yang bertarung segera memisahkan diri kepada kelompok masing-masing.


“Li’er … Chan’er …. “


Suara Gong Xhun terdengar bergetar saat mengenali sosok yang membuat pertempuran itu terhenti.


Tidak sekalipun Ia menduga jika Adik Iparnya itu, mempunyai kekuatan yang sangat tinggi dengan tubuh diselimuti Aura Kuning Keemasan. Aura yang hanya dimiliki oleh Para Dewa.


Sementara dari kelompok yang menyerang Klan Pedang Suci, seorang lelaki yang sebaya dengan Gong Xhun, wajahnya terlihat memucat dan beberapa kali menelan ludahnya.


Firasat buruk memenuhi benaknya saat melihat Yao Chan dan dua orang lainnya, melesat turun bersama dua ekor serigala berbulu putih itu.


“Li’er ….”


“Xhun Gege …”


Kedua kakak beradik itu pun berpelukan, cukup lama. Bagi Gong Xhun Ia hanya tidak melihat adiknya selama tiga bulan saja, tetapi bagi Gong Li, tiga bulan itu setara tiga tahun saat Ia berada di Alam Kristal Dewa.


“Bunda … “


“Aih … inikah keponakan ku itu?”


Gong Xhun segera melepaskan pelukannya pada Gong Li, Ia segera mengangkat dan lalu memeluk Yao Shen.


Yao Shen balas memeluk lelaki yang Ia ketahui dari Ibunya jika lelaki itu adalah Pamannya.


“Siapa namamu Anak Tampan..”


“Namaku Yao Shen Paman … Paman kenapa lengan Paman berdarah?”


Saat membalas pelukan tadi, Yao Shen menyentuh menyentuh bagian lengan Gong Xhun yang basah oleh darah.


“Itu karena Paman terluka kecil saat bertarung tadi.”


“Paman bertarung dengan siapa? Biar Aku bunuh orang yang berani melukai Pamanku.”


Yao Shen berkata demikian seraya mengedarkan pandangannya ke arah kelompok yang berada di seberang mereka.


Gong Xhun tertawa geli mendengar Yao Shen berbicara demikian. Namun tawanya menghilang saat Yao Shen melepaskan diri dari pelukannya.


Yao Shen segera melayang di udara, namun Yao Chan segera menahan gerakan puteranya mengingat lawan yang ada di depan mereka memiliki kemampuan tinggi.


“Xhun Gege … Siapakah mereka dan mengapa mereka menyerang Klan Pedang Suci?”


Yao Chan berkata demikian setelah Ia membuat tubuh Yao Shen melayang ke arah Gong Li yang segera mendekap puteranya.


“Chan’er … mereka adalah Klan Golok Batu, ketua mereka, Jiang Lun adalah musuh bebuyutanku sejak aku pertama kali bertemu dengannya.”


Gong Xhun lalu menceritakan bahwa Ia dan Jiang Lun bermusuhan karena masalah harga diri.


Isterinya yang bernama Xiao Mi sebenarnya adalah kekasih Jiang Lun di masa lalu. Hanya saja Xiao Mi lebih memilih menikah dengannya daripada dengan Jiang Lun.


Hal itu karena sikap dan perbuatan Jiang Lun yang terkenal arogan dan kejam saat masih menjadi Tetua Klan Golok Batu.


“Dulu aku pernah mengalahkannya, tak ku duga kini kemampuannya sedikit lebih tinggi dariku. Sepertinya Ia masih dendam kepadaku dan kini Ia menyerang Klan Pedang Suci, seminggu setelah Ia menjadi Ketua Klan Golok Batu.”


Gong Xhun mengakhiri penjelasannya. Yao Chan pun tersenyum tipis mendengar penjelasan kakak Iparnya tentang tipisnya mental Jiang Lun sebagai lelaki.


Hanya karena masalah kalah dalam bersaing mendapatkan wanita, Ia harus membawa Klannya pada masalah besar. Sesuatu yang tidak bijak di mata Yao Chan.


“Apakah Kau yang bernama Jiang Lun?”


Yao Chan sengaja menunjuk wajah Jiang Lun untuk membuatnya marah. Namun yang terjadi melebihi harapan Yao Chan.


Ia pun melupakan kekuatan Yao Chan yang jauh di atasnya demi menjaga harga dirinya selaku Ketua Klan.


“Kurang Ajar!! … Berani sekali kau menunjuk-nunjuk padaku!”


Jiang Lun melesat ka arah Yao Chan dengan mengangkat goloknya tinggi-tinggi untuk melepaskan serangan bacokan ke arah Kepala Pemuda itu.


“Chan’er !! … Hati-ha …”


TRAAANG


Gong Xhun yang mengetahui kekuatan Jiang Lun, memperingatkan Yao Chan. Namun matanya melotot lebar saat golok Jiang Lun tepat mengenai Kepala Adik Iparnya itu.


“Apa !!! …”


Semua mulut Ketua dan Anggota dari dua Klan yang berseteru itu, terbuka lebar dengan apa yang baru saja mereka lihat.


Bukan hanya golok itu tidak melukai kepala Yao Chan, namun tubuh Jiang Lun terpental belasan setelah goloknya berbenturan dengan Kepala Pemuda itu.


Dengan wajah memucat, Jiang Lun melihat mata goloknya setelah Ia berhasil menguasai dirinya setelah sesaat tadi terpental cukup jauh.


Ia seakan tak percaya bahwa goloknya tidak mampu melukai bahkan memutus satu helai rambut pun dari pemuda berwajah tampan itu.


“Sepertinya kau lupa mengasah golok mu saat hendak menyerang kemari, benar bukan?”


Yao Chan kembali meledek Jiang Lun, agar kembali menyerangnya. Namun kali ini Ia harus tersenyum pahit melihat Jiang Lun masih diam memandangi goloknya.


Golok Pusaka yang bernama Golok Batu Baja itu, belum pernah gagal dalam melukai lawannya, namun kali ini yang terjadi sungguh di luar dugaannya.


Jiang Lun yang memiliki kemampuan Pendekar Dewa Level empat yang sebentar lagi memasuki Level lima itu, terlihat gamang.


Namun Ia tidak ingin terlihat lemah di depan para Anggotanya. Ia pun segera bersiap untuk melepaskan serangan energi dengan goloknya tersebut.


“Batu Baja Menghantam Bumi!”


Setelah melompat ke udara setinggi sepuluh meter, Jiang Lun menebaskan Goloknya ke arah Yao Chan.


Dari bilah golok tersebut melesat keluar Cahaya Putih keperakan yang seketika membentuk sebuah Kotak persegi berwarna Perak setinggi lima meter dan menderu dengan sangat cepat ke arah Yao Chan.


Kotak persegi empat itu, seolah akan menindih tubuh Yao Chan saat Jiang Lun menggerakkan goloknya ke arah bawah.


Yao Chan hanya tersenyum melihat serangan itu, Ia mengangkat satu tangannya dengan telapak tangan yang terbuka.


Energi berbentuk kota persegi itu, berhenti bergerak saat menyentuh telapak tangan Yao Chan yang terkembang ke atas menahan desakan kuat yang menekannya.


Jiang Lun tersenyum, lalu Ia pun segera memutar bilah goloknya dengan cepat. Putaran Golok Batu Baja itu, membuat Energi putih keperakan yang di tangan Yao Chan meledak dengan sangat keras.


Namun Jiang Lun terkejut, saat menyadari ledakan tersebut tidak berimbas pada udara di sekitar dirinya.


Saat itulah Ia menyadari bahwa pemuda itu telah membuat Perisai Pelindung, sehingga semua orang di sekitarnya tidak terkena imbas dari ledakan tersebut.


Melihat tubuh pemuda itu tidak terlihat karena tertutup asap akibat ledakan itu, Jiang Lun harap-harap cemas.


Sementara Gong Xhun dan yang lainnya terkejut mendapati Yao Chan telah berada tepat di belakang Jiang Lun yang belum menyadari keberadaan Yao Chan.


“Ketua di belakangmu!”


Salah satu anggota Klan Batu Baja, berteriak kepada Jiang Lun yang membuat pria itu terkesiap.


Ia dengan cepat membalikan badannya, namun tendangan kaki Yao Chan dari bawah, jauh lebih cepat lagi mendarat di dagunya.


AARGGGH!!


Tubuh Jiang Lun terpental puluhan meter ke atas dengan mulut yang menyemburkan darah segar.


Ia berhenti dengan wajah pucat, karena tidak bisa melihat gerakan Yao Chan yang kini telah kembali berada di belakangnya.


*****