Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
137: Tiba Di Lembah Siluman.


"Mengapa kita seperti berputar-putar saja dari tadi?"


Song He terlihat kesal setelah beberapa waktu mereka berjalan menyusuri lembah dan hutan itu, selalu saja mereka kembali ke tempat yang sama.


Shin Mu yang pertama kali menyadari tentang hal ini, meminta Matriak Bunga Hitam untuk berkomunikasi dengan Peri Hitam agar mau memusnahkan ilusi yang melindungi tempat itu.


Belum sempat Matriak Bunga Hitam menjawab, ia telah kehilangan kesadarannya terlebih dahulu, demikian juga yang terjadi dengan empat pria lainnya.


Peri dan para Iblis itu merasuki tubuh manusia yang menjadi sekutu mereka, sehingga Aura yang mencekam segera mengisi udara dalam radius ratusan meter di sekitar lembah itu.


"Sihir ilusi? Bagaimana bisa di tempat ini terpasang formasi Sihir dari duni Moxian? Jangan-jangan ada Peri lain yang berada di dunia manusia ini."


Suara Peri Hitam terdengar bergetar setelah ia selesai merasuki tubuh Matriak Bunga Hitam. Peri Hitam tidak mengetahui dan juga merasakan adanya aura peri lain selama ia berada manusia


Hal ini menunjukan bahwa sosok peri tersebut setidaknya memiliki kekuatan yang sama dengan dirinya atau mungkin sedikit diatasnya.


"Kenapa suaramu bergetar seperti itu sayang? Apakah ada hal yang menakutkan bagimu?"


Iblis Hitam yang telah merasuk dalam tubuh Song He, sedikit heran mendengar suara Peri Hitam dan menanyakan hal itu kepada kekasihnya.


"Ini adalah sihir ilusi yang dibuat oleh bangsa Peri dari Dunia Moxian. Entah kenapa aku tidak bisa merasakan keberadaannya. Sepertinya Ia memiliki kekuatan sedikit diatasku."


"Begitu rupanya ... Apakah kau bisa menghancurkan sihir ilusi ini?"


"Sihir ilusi ini sangat kuat sayang, untuk menghancurkannya setengah energi ku akan terkuras habis. Jadi, mungkin aku tidak bisa membantumu menghadapi peri yang memasang Formasi sihir ini."


Iblis Hitam menyeringai mendengar perkataan Peri Hitam, ia sudah menduga bahwa keberadaan Mustika Hati Iblis telah diketahui oleh lawannya. Namun ia tidak menduga bahwa lawan tersebut juga berasal dari dunia mereka, Dunia Moxian.


"Baiklah kalau begitu, kau hancurkan saja formasi sihir ini, biarkan aku yang menghadapi Peri itu."


Peri Hitam menganggukkan kepalanya. Ia pun melesat melayang di udara. Kedua telapak tangannya terkepal, matanya terpejam dan mulutnya terlihat sedang melafalkan mantera-mantera sihir.


Beberapa saat kemudian, terlihat cahaya hitam menyelimuti tubuh Matriak Bunga Hitam.


"Lindungi tubuh para manusia dengan energi kalian agar tidak terkena efek dari sihir ku."


Mendengar perkataan Peri Hitam empat Iblis lainnya segera mengalirkan energi mereka untuk melindungi tubuh manusia yang mereka rasuki.


Beberapa saat kemudian dengan sebuah teriakan keras Peri hitam melepaskan kekuatan sihirnya. Sebuah energi besar memancar dari tubuh Peri Hitam dan menerpa keempat iblis tersebut.


BLAAAAR


Suara ledakan besar berasal dari sekeliling mereka saat energi dari Peri hitam menghancurkan formasi sihir yang tidak terlihat secara kasat mata itu.


Sesaat kemudian suasana redup yang menyelimuti Lembah tersebut, perlahan-lahan berubah menjadi terang dan sinar matahari pun terlihat menyinari seluruh wilayah lembah.


Tidak begitu jauh dihadapan mereka, kini terlihat sebuah jalan menurun menuju ke arah lembah dimana Iblis Hitam merasakan pancaran Aura Mustika Hati Iblis yang terasa semakin kuat.


"Bagaimana kondisi mu sayang? Kau terlihat masih segar-segar saja."


Peri Hitam tersenyum tipis, separuh energinya telah terkuras untuk membuka tirai sihir ilusi tersebut. Namun ia merasa tubuhnya masih cukup segar.


"Aku baik-baik saja, apakah keberadaan mustika itu bisa kau pastikan sekarang?"


Setelah melayang beberapa menit, mereka pun melihat sebuah goa yang sangat besar setidaknya lubang gua tersebut memiliki garis tengah sepuluh meter. Dari sanalah asal aura Mustika Hati Iblis dirasakan oleh Song He dan ketiga Iblis lainnya.


"Tunggu, Goa Itu di lindungi semacam dinding yang dibuat dengan sihir."


Peri Hitam menahan keempat Iblis yang akan segera menerobos masuk ke dalam Goa. Peri Hitam memandangi goa dengan seksama, Ia tersenyum kepada Iblis Hitam lalu menjelaskan langkah mereka untuk menghancurkan Dinding Sihir tersebut.


"Dinding ini hanya bisa di hancurkan dengan energi yang lebih besar dari energi yang digunakan untuk membuatnya. Sepertinya kekuatanmu bisa menghancurkannya, sayang."


Iblis Hitam menyeringai mendengar penjelasan Peri Hitam. Ia pun segera mengambil Trisula di punggungnya. Lalu mengerahkan energi yang membuat Trisula Hitam itu diselimuti cahaya hitam kemerahan.


Udara dalam radius lima puluh meter berfluktuasi saat Iblis Hitam selesai mengerahkan tiga puluh persen energi ke dalam trisula pusakanya.


Diiringi teriakan keras Iblis Hitam menghantamkan Trisula Pusakanya ke arah mulut goa. Seberkas sinar hitam kemerahan melesat dengan sangat cepat dari Trisula itu.


BLAAAAM


Suara dentuman keras membahana di wilayah lembah itu saat sinar dari Trisula Iblis Hitam menghantam sesuatu yang tidak terlihat secara kasat mata.


"Hantamkan sekali lagi, Dinding Sihir itu sudah retak."


Mendengar perkataan Peri Hitam yang dapat melihat dinding sihir itu, Iblis Hitam pun segera menghantamkan Trisulanya kembali ke arah yang sama dengan sebelumnya.


Namun sebelum sinar hitam kemerahan itu membentur dinding, seberkas sinar putih yang sangat terang menghadang sinar itu.


BLAAAAR


Pertemuan dua sinar berbeda warna itu, menghasilkan ledakan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya, fluktuasi udara akibat benturan itu membuat Peri Hitam dan ketiga Iblis lainnya terpental ke belakang beberapa meter.


"Rupanya kau Peri Hitam, yang telah menghancurkan sihir ilusi ku dan membantu para iblis ini, dasar kau Peri Sesat."


Suara seorang perempuan terdengar memaki Peri Hitam yang baru saja berhasil menguasai kembali tubuhnya setelah terhempas akibat benturan energi itu.


"Xian Mey ... Bagaimana kau bisa berada disini?"


Suara Peri Hitam bergetar setelah mengenali siapa perempuan yang berada di hadapan mereka saat ini. Para Iblis pun terkejut saat mengenali sosok yang menahan serangan Iblis Hitam yang sangat kuat itu.


Dihadapan mereka terlihat seorang Perempuan berwajah sangat cantik seperti gadis berusia belasan tahun dengan sayap besar berwarna keemasan di punggungnya. Sosok yang dipanggil Xian Mey oleh Peri Hitam.


Xian Mey adalah satu dari Tiga Peri Legendaris yang melindungi Bangsa Peri dari kejahatan Bangsa Iblis di Dunia Moxian. Ia adalah Peri yang menempati urutan ke tiga yang terkuat di dunia mereka.


"Rupanya kau yang menyembunyikan dan melindungi Mustika Hati Iblis. Pantas saja kami kesulitan menemukannya. Serahkan mustika itu padaku dan aku akan membiarkanmu pergi membawa nyawamu itu."


Iblis Hitam mendengus kesal setelah berkata demikian kepada sosok peri dihadapannya itu.


"Iblis Hitam, apakah kau sudah lupa jika kau lari terbirit-birit di pertarungan kita yang terakhir kalinya?"


Xian Mey mengerutkan dahinya mendengar perkataan Arogan dari Iblis Hitam. Namun dalam benaknya ia telah menduga hal apa yang menyebabkan Iblis Hitam berani berkata demikian padanya. Kekhawatiran pun mulai melanda hatinya.


*********