Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
053: Kemelut Kota Xinan III


"Hahahaha apa kabar Guo Jin, lama tak bertemu, kukira dirimu telah terkubur di dasar Jurang Dewa Sepuluh tahun lalu."


Shin Mu yang telah sampai dihadapan mereka, tertawa sinis saat mengetahui bahwa Guo Jin masih hidup. Sepuluh tahun lalu dirinya gagal membunuh Guo Jin karena Raja Golok Iblis telah datang sebelum dirinya berhasil membunuh Guo Jin.


"Hahahaha...sepertinya kau terkejut mendapati diriku ternyata tidak terkubur di dasar Jurang Dewa, dan bahkan aku yang membuat seluruh muridmu menjadi terkubur kemarin." Guo Jin m membalas sapaan Shin Mu sekaligus memprovokasinya.


Raut wajah Shin Mu seketika berubah menjadi kelam, tangannya pun segera terkepal. Terlihat jelas kemarahannya yang terpancar karena Guo Jin telah menyinggung tentang kematian murid-muridnya.


"Guo Jin!.. ku pastikan kali ini kau akan benar-benar terkubur dalam tanah!"


Shin Mu segera mengerahkan tiga puluh persen tenaga dalamnya pada kedua telapak tangan. Seketika api terlihat menyala di kedua tangan Shin Mu.


"Lakukan jika kau mempunyai kemampuan untuk itu" Guo Jin pun segera mengerahkan tiga puluh persen tenaga dalamnya. Suasana pun berubah menjadi lebih tegang dari sebelumnya.


Shin Mu segera melesat cepat kearah Guo Jin dan melancarkan serangan tapak apinya. Guo Jin pun tak ingin gegabah melihat serangan kuat tersebut. Namun saat dirinya hendak menapaki serangan Shin Mu, tiba-tiba sesosok bayangan melesat mendahuluinya dengan kecepatan yang tak biasa.


"DUUARRR"


"ARRRGH"


Suara benturan dua tenaga dalam yang besar memecah udara pagi itu. Shin Mu terkejut ketika mendapati serangannya dihadang oleh seseorang dengan gerakan yang begitu cepat dan kuat. Akibat benturan itu Shin Mu terpental belasan meter kebelakang dengan dada yang terasa sesak dan peredaran darahnya kacau balau.


"Kakak.!" Shin Lung segera meloncat menghampiri sang kakak lalu mengalirkan tenaga dalamnya untuk menstabilkan kondisi Shin Mu.


Mata kedua pemimpin Sekte Lembah Iblis Neraka itu melotot saat melihat bahwa orang yang menghadang serangan tersebut adalah seorang pemuda yang berusia sekitar dua puluhan tahun.


Hal yang sama terjadi pada orang-orang sekte Lembah Dewa sendiri. Walau mereka mengetahui Yao Chan memiliki kekuatan yang tinggi, sebagian besar baru kali ini menyaksikannya secara langsung.


Bahkan Yu Ma sampai terbuka mulutnya melihat kecepatan gerak Yao Chan. Kekaguman terlihat jelas diwajahnya.


"Tua bangka bau pesing..Aku yang akan menjadi lawan mu sekarang demi membalas kematian Ayahku yang dibunuh oleh murid-murid mu itu!" Yao Chan membentak Shin Mu.


"Bocah ingusan bau kencur, siapa kau sebenarnya? berani sekali kau mengatai aku!". Shin Mu menjadi murka mendengar ucapan Yao Chan.


Yao Chan hanya tertawa kecil melihat Shin Mu terlihat sangat marah padanya. Lalu ia mengeluarkan Pedang Pelangi warisan sang Ayah dari gelang Ruang Dimensinya.


"Apakah kau tahu siapa pemilik pedang ini sebelumnya? Jika kau mengetahuinya maka kau pasti tahu alasanku ingin membunuh mu." Jawab Yao Chan sambil kembali tertawa kecil lalu mengalirkan seribu simpul tenaga dalam ke pedang pelangi. Tujuh warna pelangi terlihat memancar dari pedang ditangan Yao Chan.


Shin Mu,Shin Lung dan seluruh anggota Sekte Lembah Iblis Neraka terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Yao Chan.


Mereka bukan terkejut dengan cahaya pelangi yang menyelimuti pedang, namun mereka terkejut dengan cara Yao Chan mengeluarkan pedang yang seolah muncul dari ruang hampa.


"Kau ingat siapa pemilik pedang ini sebelumnya? Muridmu mengeroyoknya hingga terluka parah hingga tewas. Dan aku adalah Yao Chan anak dari Yao Zhi si Pedang Pelangi." Setelah berkata demikian Yao Chan mengembalikan Pedang Pelangi ke dalam Gelang Ruang Dimensinya.


Yao Chan Mengerahkan Tujuh puluh persen tenaga dalamnya. Menghadapi Shin Mu yang merupakan pendekar ahli tangah kosong, Yao Chan memutuskan untuk menggunakan teknik Elemen Naga dari Kitab Dewa Naga.


Dari seluruh tubuh Shin Mu perlahan mengeluarkan api yang semakin lama semakin berkobar. Hawa panas menerpa Shin Lung yang segera melompat menjauhi kakaknya. Semua orang dalam radius sepuluh meter bergerak menjauh akibat hawa panas tersebut.


Yao Chan hanya tersenyum saat hawa panas tersebut menerpa tubuhnya. Yao Chan menggunakan jurus Naga Es dari Teknik Elemen Naga untuk melawan Shin Mu yang menggunakan teknik Elemen Api.


Sesaat kemudian Tubuh Yao Chan mengepulkan asap putih kebiruan, telapak tangannya terbungkus asap biru yang memancarkan hawa dingin.


Shin Mu segera melompat dan memukul Yao Chan, gerakannya dua kali lebih cepat dari sebelumnya, namun Yao Chan dengan mudah menghindarinya. Lalu balas menyerang Shin Mu. Pertarungan yang terjadi di udara itu pun segera dimulai.


Keduanya bergerak dengan kecepatan yang tinggi membuat mereka yang berada di tingkat pendekar bergelar dan Pendekar Raja, sulit melihat pertukaran serangan kedua orang tersebut.


Pertarungan kedua pendekar tersebut membuat seluruh orang menjauhi arena sekitarnya, karena tak ingin terkena dampak dari serangan yang dilepaskan oleh keduanya.


Melihat semua orang sedang terpana dengan pertarungan Shin Mu dan Yao Chan, Shin Lung berteriak memerintahkan seluruh anggotanya bergerak menyerang.


Ribuan orang mulai bergerak kearah Gerbang Kota Xinan. Melihat itu Guo Jin segera memerintahkan anggotanya bersiap untuk menahan serangan tersebut.


Yu Ma segera mengangkat tangannya, yang merupakan sebuah isyarat bagi pasukan pemanah untuk bersiap. Namun saat dirinya hendak memerintahkan para pemanah untuk melepaskan anak panah mereka, sesuatu di luar perkiraannya terjadi.


"CTAARRR"


"Whuusss...BLAAAAR!"


Terdengar puluhan jerit kesakitan saat sebuah api yang berbentuk seekor naga dengan panjang seratus meter lebih, menghantam kerumunan anggota Sekte Lembah Iblis Neraka yang bergerak menyerang gerbang. Hal ini membuat seluruh anggota Sekte Lembah Iblis Neraka berhenti bergerak.


Semua orang bergidik ngeri melihat apa yang terjadi. Ratusan orang tergeletak dengan tubuh yang hangus terbakar, bahkan puluhan orang diantaranya tewas dengan tubuh yang hancur berkeping-keping.


Api yang berbentuk naga tersebut kembali melesat ke udara. Saat itulah mereka melihat bahwa api tersebut berasal dari sebuah cambuk yang berada di tangan seorang gadis cantik yang kini melayang di udara.


Yu Ma terbelalak dengan mulut terbuka saat mengetahui bahwa gadis itu adalah Yu Lian. Dirinya benar-benar terkejut dengan kemampuan yang ditunjukan oleh putri semata wayangnya itu.


Guo Jin dan beberapa tetua yang pernah menyaksikan kemampuan Yu Lian pun masih sedikit terkejut dengan serangan mendadak dari Yu Lian.


Shin Mu yang sedang bertarung dengan Yao Chan tersedak ludahnya sendiri, perhatiannya teralihkan sejenak ke arah anggotanya yang banyak terbunuh dalam satu kali serangan itu.


Perhatian Shin Mu yang pecah dimanfaatkan Yao Chan dengan mmberikan serangan tapak yang kuat kearah dada Shin Mu. Shin Mu menyadari serangan tersebut, namun dirinya sedikit terlambat menangkis serangan Yao Chan.


Tapak Naga Es Yao Chan menghantam Dada Shin Mu. Walau tidak telak, tubuh Shin Mu terpental jauh dan memuntahkan darah dari mulutnya. Dadanya terasa sesak akibat hawa dingin yang memenuhi rongga dadanya.


...*****...


...Jangan Lupa like dan komennya ya...