
Saat Yao Chan bersama Zhu Yin dan Qing Mi menggebrak kuda mereka ke arah Lembah Siluman, suasana di lembah itu sendiri sedang dalam keadaan kacau balau.
Ribuan Siluman sedang bertarung di depan sebuah goa menghadapi tiga orang kakek yang tengah dirasuki oleh para Iblis.
Iblis Ren Mo, Iblis Merah dan Iblis Kuning dengan senjata masing-masing terlihat sedang berada diatas angin saat melawan ribuan siluman dari berbagai jenis hewan itu.
Siluman yang dikendalikan oleh puluhan orang itu, berusaha membantu sosok perempuan bersayap yang saat ini sedang bertarung di udara dengan sosok lain.
Puluhan orang itu di pimpin oleh seorang laki-laki bertubuh pendek yang sebelumnya pernah bertemu dan membuat janji dengan Yao Chan. Janji yang menjadi sebab Yao Chan akan mendatangi Lembah siluman ini.
Sementara seorang perempuan cantik sedang melayang cukup jauh untuk menyaksikan pertarungan keduanya.
Iblis Hitam yang awalnya merasa diatas angin melawan Xian Mey, harus menelan keyakinannya tadi. Peri legendaris dunia Moxian itu, menunjukan kekuatan yang mampu mendominasi pertarungan diantara mereka berdua.
Trisula pusakanya beberapa kali nyaris mengenai tubuh Xian Mey yang bisa menghindarinya di saat yang tepat. Gerakan yang ditunjukan Xian Mey begitu efektif, membuat Iblis Hitam semakin kesal dan menyerang lebih cepat dari sebelumnya.
Xian Mey pun meningkatkan kecepatan dan kekuatan serangannya. Tongkat kecilnya yang pendek itu bernama Mustika Peri Suci, berkelebat dengan cepat menahan dan membalas serangan Iblis hitam dengan Trisula Pusakanya.
Saat pertarungan memasuki seratus jurus gerakan yang ditunjukan Xian Mey berhasil mengecoh Iblis Hitam. Sebuah tendangan dengan telak bersarang di punggung Iblis hitam, membuatnya terpental hingga beberapa meter.
"Kurang ajar kau Xian Mey, aku tak akan menahan kekuatanku lagi.!"
Iblis Hitam kembali mengerahkan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. Tekanan udara seketika berubah menjadi berat.
Xian Mey menjadi waspada, ia merasakan aura kekuatan lain juga sedang bergerak ke arah mereka.
"Aku harus segera mengusir mereka, waktuku tidak banyak lagi dalam wujud ku yang sebenarnya ini."
Peri Hitam segera memutar tongkatnya beberapa kali di udara. Tongkat kecil itu perlahan mengeluarkan gumpalan energi bercahaya keunguan. Perlahan gumpalan energi tersebut membentuk sebuah tombak besar yang panjangnya mencapai lima meter.
"Sayang, biarkan aku membantumu menghadapi sihirnya!"
Peri Hitam segera bergerak ke samping Iblis Hitam saat melihat jurus yang akan di gunakan oleh Xian Mey.
Tanpa menunggu jawaban Iblis Hitam, Peri Hitam segera mengeluarkan belati dari balik gaunnya. Lalu melakukan gerakan yang hampir sama dengan yang di lakukan oleh Xian Mey.
Dari ujung belati itu keluar gumpalan energi hitam yang berputar-putar hingga akhirnya membesar dan membentuk sebuah perisai energi dengan garis tengah satu meter.
"Ambillah, gunakan untuk berlindung dari tombak energi itu!"
Iblis Hitam mendengus mendengar perkataan kekasihnya, Peri Hitam. Ia sebenarnya merasa malu dibantu olehnya, namun demi tercapainya tujuan mereka, ia pun mengabaikan egonya tersebut.
Iblis hitam segera menerjang Xian Mey setelah memasang Perisai Hitam di tangannya. Xian Mey yang terlihat murka tanpa berpikir segera melepaskan tombak energinya kearah Iblis Hitam.
Tombak itu menderu dengan sangat cepat, Namun Iblis Hitam tak gentar, ia pun menahan tombak itu dengan perisai ditangan kirinya.
Saat Tombak dan perisai bertemu, suatu keanehan terjadi. Tombak Energi berwarna ungu tersebut, melesak masuk seolah menembus perisai. Sesaat kemudian tombak itu benar-benar hilang tertelan oleh perisai.
Suara ledakan menggelegar saat tombak energi itu tiba-tiba muncul di belakang Xian Mey dan menghantam dinding perisai yang melindungi goa.
Akibat ledakan itu tubuh Xian Mey terhempas ke depan tepat ke arah Iblis hitam. Karena hempasan itu begitu kuat dan tak di duga oleh Xian Mey, ia pun kehilangan kendali pada tubuhnya.
Iblis Hitam yang melihat hal ini, tak ingin membuang kesempatan berharga itu, ia pun dengan cepat menusukan Trisula Pusaka miliknya ke arah dada Xian Mey yang sempat terbelalak dengan serangan cepat itu.
Xian Mey berusaha semampunya untuk menangkis trisula Iblis Hitam. Namun ia hanya berhasil mengubah arah ujung trisula dari dadanya.
Trisula itu menancap dan menembus perut bagian kanan Xian Mey yang membuatnya menjerit keras karena merasakan rasa sakit di perut bagian kanannya yang kini telah mengeluarkan darah berwarna biru.
"Hahahaha ... akhirnya kau mampus juga di tanganku Xian Mey"
Iblis Hitam tertawa senang seraya mencabut Trisulanya. Seakan belum puas dengan serangannya tersebut, Iblis Hitam segera melepaskan tendangan kuat ke punggung Xian Mey yang membuat beberapa tulang dipunggungnya berderak patah.
Tubuh Xian Mey terlempar dengan sangat kuat, tongkat kecil ditangannya pun ikut terlepas dan terpental bersamanya. Teriakannya yang keras tiba-tiba terhenti.
Xian Mey akhirnya kehilangan kesadarannya saat tubuhnya melesat hampir seratus meter akibat tendangan kuat dari Iblis Hitam itu.
Saat Iblis Hitam dan Peri Hitam akan menyusul tubuh Xian Mey untuk memastikan kematian Peri Legendaris itu, sebuah aura energi yang kuat tiba-tiba menerpa tubuh mereka berdua.
Keduanya berbalik dan menatap tajam kearah goa. Sedetik kemudian terlihat seekor Singa Raksasa melompat keluar dari dalam goa tersebut.
Rooaaarrhhh
Pertarungan antara Tiga orang Kakek Iblis itu dengan siluman yang kini hanya berjumlah ratusan itu, seketika terhenti saat mendengar Auman keras Siluman Singa yang berwarna kuning keemasan dengan ukuran tubuh yang belum pernah mereka temui sebelumnya.
Singa itu memiliki badan setinggi hampir sepuluh meter dan panjangnya lebih dari dua puluh meter. Matanya merah menyala dan aura tubuhnya membuat Iblis Hitam dan Peri Hitam menelan ludah mereka.
Iblis Hitam tersenyum saat menyadari bahwa Siluman Singa Itu memiliki aura Mustika hati Iblis yang selama ini secara samar dirasakan oleh Iblis Hitam.
Keduanya melayang mendekati Siluman Singa Raksasa tersebut. Sementara puluhan orang yang menunggang dan mengendalikan berbagai jenis hewan siluman, segera berlarian menjauhi area goa saat melihat Siluman Singa tersebut.
Melihat dua orang yang memiliki aura hampir sama dengan Mustika yang berada dalam tubuhnya, Siluman Singa Raksasa itu terlihat diam saja ketika keduanya menghampiri dirinya.
Iblis hitam dan Peri Hitam berhenti saat jarak keduanya kurang dari sepuluh meter lagi dengan siluman Singa Raksasa tersebut.
"Sayang, apakah ia mengenali kita? Siluman ini terlihat tidak akan menyerang kita bahkan seolah menunggu kita datang."
Peri Hitam menyuarakan rasa penasarannya Melihat Siluman Singa Raksasa itu bersikap jinak saat mereka berdua telah semakin dekat dengannya.
Saat Iblis Hitam akan menjawab pertanyaan Peri Hitam sebuah suara serak-serak berat terdengar keluar dari mulut Siluman Singa Raksasa itu.
"Apakah kalian bangsa Iblis yang ditugaskan mengambil Mustika Hati Iblis ini?"
*********