
Yao Chan merasakan sesak pada dadanya akibat beradu kekuatan energi dengan dua lawan yang menyatukan kekuatan mereka.
Terlihatlah pusaran Energi suara Yao Chan berhasil didesak mundur oleh Angin Tornado Api dari Bhu Kin dan Hon Ji.
Dewa Naga masih tersenyum walau melihat Yao Chan terdesak. Karena Ia tahu, Yao Chan tidak benar-benar sedang terdesak.
“Ayo … Balikan situasinya!”
Dewa Naga berteriak untuk mengganggu konsentrasi Ho Jin dan Bhu Kin. Hon Ji pun menatap Dewa Naga karena dirinya yang memahami perkataan tersebut.
Firasat buruk merasuki benak Hon Jin saat merasakan Pusaran Angin Tornado Api, perlahan mulai terdorong mundur ke arah mereka.
Terlihat Bhu Kin berteriak pada Hon Ji untuk melakukan sesuatu. Sesaat kemudian kedua mata Hon Ji pun membara, bahkan api pun terlihat keluar dari kedua bola matanya itu.
GOAAARRHHH
Hon Ji berteriak keras saat mengeluarkan Api besar dari mulut dan kedua matanya. Api yang keluar tidak lagi berwarna merah, namun berwarna kebiruan.
Hal itu membuat keadaan seketika berbalik, dari Yao Chan yang menekan mereka, kini pusaran energi suara Yao Chan yang di dorong mundur ke arahnya.
Pusaran Angin tornado Api kini semakin membesar, suhu udara pun mulai kembali memanas.
Api yang semula berwarna merah itu, perlahan berubah menjadi api biru yang jauh lebih panas dari sebelumnya.
Yao Chan terkesiap saat merasakan Pusaran Energi Suara dan energi Tapak Naga Es miliknya terdorong mundur dan semakin mendekat ke arah tubuhnya.
Hawa udara yang sangat panas itu, membuat tubuh Yao Chan mengeluarkan keringat.
Hampir Seluruh energinya telah Ia kerahkan untuk bertahan dari serangan gabungan yang sangat kuat itu.
Dewa Naga terkesiap saat mendapatkan pesan telepatis dari Yao Chan bahwa jika Ia mati, Dewa Naga harus bertanggung jawab untuk menikahi ke tujuh isterinya.
“Heh kenapa Aku yang kena tanggungjawab itu?” Dewa Naga masih sempat bercanda walau menyadari Yao Chan kini benar-benar terdesak.
“Karena Kau tidak membantuku menghadapi mereka berdua!” Yao Chan setengah berteriak kepada Dewa Naga.
“Gunakan Energi Mutiara Jiwa Naga yang masih tersembunyi. Mutiara itu memiliki energi lain selain energi penyembuh. Energi Naga Bintang.”
“APA!! Kenapa Kau baru mengatakannya sekarang!!?” Yao Chan berteriak keras dalam kepala Dewa Naga saat mendengar hal tersebut.
“Bagaimana cara menggunakannya?!!” Yao Chan kembali bersuara keras, membuat Dewa Naga mendengus kesal karena suara bising Yao Chan.
Dewa Naga segera menjawab pertanyaan Yao Chan karena melihat Pusaran Energi Angin Tornado Api Biru lawan, semakin dekat dengan tubuh Yao Chan.
“Bacalah mantera ini… Naga Bintang Mohon Pinjamkan kekuatan Sucimu. Tapi sebelum itu totok dulu Titik Syaraf ke arah … ”
Belum sempat Dewa Naga menyelesaikan perkataannya, Yao Chan telah memutuskan pembicaraan telepatis itu terlebih dahulu.
Yao Chan pun segera berteriak keras seperti apa yang diperintahkan oleh Dewa Naga. Sesaat kemudian Ia merasakan Aliran Energi asing yang sangat murni memasuki seluruh otot dan tulangnya.
Ia pun segera mengalirkan energi yang sangat murni itu ke dalam paru-paru dan kedua telapak tangannya yang masih terkembang.
GOAARRRRH
Yao Chan berteriak lebih keras membuat Pusaran Energi Suara yang jauh lebih besar dari yang sebelumnya.
Pusaran Energi Suara itu seketika melesat dan menghantam serta menggulung Pusaran Angin Tornado Api Biru dari Bhu Kin dan Hon Ji.
Bukan hanya itu saja, Pusaran Energi suara itu, terus melesat dan menerjang Tubuh Bhu Kin dan Hon Ji yang sedang terkejut.
Keduanya sudah merasa diatas angin, hingga membuat mereka berdua tidak menduga akan terjadi hal yang membuat nyawa mereka berada di ujung tanduk.
Tubuh Bhu Kin dan Hon Ji kini, berada dalam Pusaran Energi Suara Yao Chan yang tiba-tiba saja berubah menjadi bola Energi.
Yao Chan terlihat sedang berkonsentrasi serius. Sesaat kemudian terdengar ledakan yang menggelegar sangat kuat.
BLAAAAAMMM
Ledakan dahsyat itu, membuat tubuh Bhu Kin dan Hon Ji hancur berkeping-keping bagaikan debu.
Bahkan langit Dimensi Alam Buatan itu, juga ikut hancur. Hingga suara menggelegar dan Aura energi dari ledakan itu terdengar keras di Dunia Moxian dan Dunia Kultiva.
Bangunan markas Paviliun Harta Kultiva yang merupakan bangunan tertinggi dan termegah di kota Anmei, runtuh bersama beberapa bangunan lainnya.
Sementara Pohon Abadi Xian Fun Da Shi terlihat, meliuk dan beberapa rumah warga Peri pun berterbangan karena ledakan itu.
Sementara di Alam Dimensi Buatan, Yao Chan yang tubuhnya terlempar ratusan meter, segera melesat kembali mendekati Dewa Naga.
“Apakah mereka telah binasa?” Yao Chan bertanya setelah Ia berada di samping Sosok Dewa Naga.
“Sepertinya begitu, karena Aura energi mereka tidak terasa lagi. Sepertinya tubuh mereka pun telah menjadi debu.”
Dewa Naga menjawab pertanyaan Yao Chan seraya melirik kepadanya. Seketika Dewa Naga tertawa terbahak-bahak.
“Cepat kembalilah pada ketujuh isterimu untuk membuatnya menjadi seperti sediakala. Hahahaha.. Selamat bertarung lagi.” Tubuh Dewa Naga lenyap dari pandangan mata Yao Chan.
Meninggalkan gema tawanya yang membuat Yao Chan bertanya-tanya, apa maksud perkataan Dewa Naga tadi.
Ia pun tercekat saat memandang ke arah dimana Dewa Naga melirikan matanya tadi.
Yao Chan pun menjadi kebingungan melihat hal itu.
“Bagaimana caranya untuk membuang energi murni Naga Bintang dari bagian itu?”
Yao Chan bertanya entah pada siapa.
Yao Chan segera menghilang dari Alam Dimensi Buatan itu, Dewa Naga pun terlupa untuk menghancurkan Alam Dimensi itu karena meninggalkan Yao Chan terlebih dulu.
Sehingga tanpa Ia sadari, dirinya telah mempersiapkan kehadiran Makhluk yang seratus tahun lagi akan muncul dengan kekuatan penuhnya.
Kekuatan penuh dari dua kekuatan besar yang berpadu dalam satu tubuh Sosok yang berbentuk aneh.
**
Sementara di Dunia Kultiva, wajah Ketua Zhou Kin terlihat masam saat mendapati bagian atas bangunan Paviliun Harta Kultiva hancur berkeping-keping.
Namun begitu, Ia merasa sedikit lega karena semua lawan mereka dari Aliansi Klan Aliran Hitam telah tewas.
Demikian juga dengan wajah para ketua klan lainnya. Hanya Gong Xhun dan Ratu Es Abadi yang masih terlihat khawatir.
Sementara itu, Gong Li dan Xian Mey terlihat resah karena mengkhawatirkan suami mereka berdua.
Keduanya tidak lagi merasakan Aura Dewa Naga maupun Kedua orang dari alam semesta lainnya.
Berbagai dugaan membersit dalam benak keduanya. Namun sesaat kemudian mereka terkejut saat merasakan Aura Yao Chan telah berada di belakang Tubuh Xian Mey.
Xian Mey dan Gong Li yang terpisah jauh dan berada di depan para Anggota Aliansi lainnya, ingin menoleh.
Namun Yao Chan menahannya dengan energi qi nya.
“Ketua Zhou, Nenek Ratu Es Abadi, dan Xhun Gege serta para ketua lainnya, kedua orang dari dunia lain itu telah binasa. Untuk itu aku dan Kedua Isteriku akan kembali ke Dunia Moxian terlebih dahulu. Beberapa hari lagi kami akan kembali ke sini. Oh Iya Nenek Ratu Es Abadi. Xia’er telah memiliki seorang puteri yang cantik seperti Neneknya.”
Setelah berkata demikian. Tubuh Gong Li dan Xian Mey, lenyap dari pandangan mata semua orang yang berada di atas udara Paviliun Harta Kultiva.
Namun ketiganya tidaklah benar-benar kembali ke Dunia Moxian, Yao Chan memilih memasuki Alam Kristal Dewa.
Yao Chan meminta bantuan kedua Isterinya itu untuk menetralkan Energi Naga Bintang yang terlanjur berada di otot Pusakannya.
Diluar dugaan Yao Chan, ternyata butuh satu bulan penuh untuk menguras energi Naga Bintang di bagian tersebut.
*******