Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
039: Gejolak Kota Xinan 3


Saat kata tak lagi bisa menjadi bahasa hati, Maka sikap menjadi lebih bermakna dari kata-kata itu sendiri. Seperti itulah kira-kira yang terjadi dengan Tetua Ma Hua.


Alasan Tetua Ma Hua yang terlihat gelisah jika kedatangan Jiao Xin, tentu berdasarkan sesuatu hal yang kuat yakni pengalaman. Karena tak ada guru yang lebih baik dari sebuah pengalaman.


Sepuluh tahun lalu, Jiao Xin mendatangi Lembah Dewa karena keberadaan Cambuk Naga Api. Jiao Xin berusaha merebut Cambuk Pusaka Langit itu dengan segala caranya. Bahkan hingga menghancurkan seluruh bangunan Sekte.


Berdasarkan pengalaman tersebut, tetua Ma Hua menatap heran kearah Yao Chan yang justru terlihat senang jika Jiao Xin mendatangi kota Xinan.


"Mungkinkah semuda itu sudah berada di tingkat Pendekar Suci Tahap Akhir?" benak Tetua Ma Hua dipenuhi pertanyaan tentang kekuatan Yao Chan yang sebenarnya.


Mengingat Lin Hua yang lebih muda dari Yao Chan berhasil mencapai tingkat Pendekar Suci Tahap Menengah, Tetua Ma Hua menyakini bahwa Yao Chan berada ditingkat yang lebih tinggi lagi.


"Tetua Tertinggi.. saya mohon izin untuk kembali ke Gerbang Selatan."


"Baiklah... Laporkan perkembangan selanjutnya dan jangan lengah, berhati-hatilah."


"Chan Gege.. sepertinya kita harus menunda dulu kepergian ke Ibukota Wu Chang An. Kita harus membantu Kakek dulu menjaga Kota Xinan." Yu Lian berinisiatif demikian karena sepertinya situasi Kota Xinan sedang tidak aman.


"Tentu saja Lian'er... Bahkan aku berharap kita bisa sedikit agak lama disini, siapa tahu Jiao Xin muncul sehingga Aku tak perlu bersusah payah mencarinya hehehe.." jawab Yao Chan sambil tertawa senang.


Tawa Yao Chan benar-benar membuat Tetua Ma Hua menggelengkan kepala. Semua orang berusaha menghindari Jiao Xin, sedang Yao Chan malah berusaha mencarinya.


"Chan Gege.. bagaimana kalau kita jalan-jalan sambil memantau situasinya?" Pertanyaan Yu Lian membuat Tetua Mah Hua mengerutkan dahinya.


"Lian'er.. situasi kota sedang tidak aman, tetaplah di samping Kakek."


"Kakek... Kakek tak usah khawatir dengan ku, aku sudah bisa menjaga diri Kek.."Yu Lian memasang wajah cemberut yang membuat Tetua Ma Hua akhirnya mengizinkannya.


"Baiklah... namun berhati-hatilah karena kita tidak tahu seberapa kuat mereka."


**


Sementara itu, di Gerbang Timur kota Xinan para prajurit penjaga gerbang telah selesai memeriksa sekelompok orang yang ternyata berasal dari Sekte Lembah Iblis Neraka.


Mereka memasuki kota Xinan untuk beristirahat malam nanti, karena besok mereka akan melanjutkan perjalanan memasuki Hutan Merah yang berjarak setengah hari berjalan kaki dari Kota Xinan.


Kelompok yang terdiri dari seratus orang lebih itu dipimpin oleh Enam Orang yang terdiri dari empat laki-laki dan dua Perempuan yang berdandan menor walau usia mereka lebih dari empat puluh tahun.


Mereka tak lain adalah Enam Hantu Lembah Neraka yang diketuai oleh Zhan Yu murid pertama Shin Mu. Kemampuan mereka kini telah berada di Tingkat Pendekar Pertapa tahap Awal.


Mereka mendapat tugas dari Guru mereka yaitu Shin Mu untuk menyelidiki tentang kebenaran adanya pusaka yang berada di Hutan Merah.


Untuk berjaga-jaga mereka membawa Anggota Sekte Lembah Iblis Neraka yang cukup kuat. Dua puluh lima pendekar Raja dan sisanya adalah Pendekar Bergelar Tahap Awal dan beberapa diantaranya berada di Tahap Akhir.


Dengan kekuatan sebesar ini, mudah bagi mereka untuk mengambil alih kekuasaan di Kota Xinan jika mereka menginginkannya.


Namun tujuan utama mereka adalah untuk menyelidiki Pusaka di Hutan Merah dan mengambilnya jika situasinya memungkinkan.


Saat siang berganti malam, suasana menjadi lebih ramai, terutama di rumah makan. Seluruh rumah makan malam itu, mendapat pelanggan yang ramai. Hal itu terlihat dari tempat duduk dan meja yang semuanya terisi penuh.


Demikian juga dengan rumah makan Lao Qin yang memang terkenal sebagai rumah makan dengan hidangannya yang lezat.


Yao Chan dan Yu Lian memasuki Rumah makan Lao Qin untuk makan malam. Saat sampai di pintu mereka berhenti sejenak. Melihat ruangan yang penuh, Yu Lian memilih untuk menunda makan malamnya.


"Chan Gege... sepertinya semua meja sudah penuh, kita makan nanti saja ya.?"


"Baiklah... aku juga belum terlalu lapar" Jawab Yao Chan. Lalu mereka berbalik hendak berjalan. Namun langkah mereka berhenti saat melihat empat orang Pria berusia lima puluhan tahun, menghadang jalan mereka.


Sementara dua orang wanita dengan usia sekitar empat puluhan tahun dan berdandan menor berada dibelakang empat lelaki yang terlihat berwajah seram


"Hai Nona manis.... hendak pergi kemana? mari makan bersama kami hahahaha" Salah seorang yang menghadang Yao Chan dan Yu Lian tertawa dengan keras.


Suara tawa itu terdengar hingga ke dalam ruangan rumah makan. Beberapa orang menoleh, namun segera menundukkan wajah saat melihat siap yang datang.


Namun bagi mereka Anggota sekte Lembah Iblis Neraka, mereka menjadi senang karena melihat pimpinan mereka telah datang, dan sedang merayu seorang gadis yang terlihat sangat cantik.


"Maaf Kek...kami masih kenyang, nanti saja kami makan malamnya." Jawab Yu Lian sambil mengedarkan pandangan mencari jalan untuk dilaluinya bersama Yao Chan


"Hihihihi... Bandot tua.. Minggirlah biar cucu ini mau lewat..."Suara tertawa cekikikan terdengar dari belakang mereka dengan nada mengejek kepada rekannya yang kini terlihat marah.


"Gadis kurang ajar...apa kau tidak tau sedang berhadapan dengan siapa Hah!" Bentak salah satu rekannya yang merasa diremehkan oleh Yu Lian.


"Tidak Kek.. saya tidak tahu siapa Kakek" Jawab Yu Lian dengan wajah polosnya sambil menatap keempat Lelaki yang terlihat seusia dengan Ayahnya.


"Gadis bodoh!..kalau saja wajahmu tidak secantik ini, mungkin kami sudah membunuhmu dari tadi, ketahuilah kami ini Enam Hantu Lembah Neraka hahahaha"


Zhan Yu yang sedari tadi diam, kini ikut berbicara sambil menatap tubuh Yu Lian dengan tatapan liar dan dipenuhi hawa nafsu.


Yu Lian menjadi jengah dengan tatapan Zhan Yu, saat Yu Lian akan menjawab, suara Yao Chan mendahuluinya.


"Oh ... jadi kalian enam hantu palsu yang ingin ke neraka? Sudah lama aku mencari kalian..untuk membuat kalian menjadi hantu sungguhan hahahaha.. " Yao Chan tertawa dengan keras sambil mengerahkan tenaga dalamnya.


Suara tertawa itu menggema dan terdengar hingga seratus meter, membuat Enam Hantu Lembah Neraka tersurut mundur dua langkah.


Dari suara tawa yang dialiri tenaga dalam itu, mereka mengetahui bahwa pemuda dihadapan mereka memiliki kemampuan yang tinggi. Setidaknya kemampuan beladirinya di tingkat Pendekar Pertapa Awal.


"Bocah bau kencur ... lancang sekali mulutmu, cepat berlutut! atau ku sobek mulutmu itu!!" Bentak Zhan Yu setelah berhenti dari rasa terkejutnya.


Yao Chan tiba-tiba menghentikan tawanya, wajahnya berubah menyeramkan, matanya menatap tajam, membuat ke empat laki-laki dihadapannya menelan ludah.


*****