Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
259: Hewan Iblis


Sesaat setelah Yao Chan dan yang lainnya berangkat memasuki Kota Anmei, Serigala Angin dan Serigala Petir segera melesat menuju sebuah hutan besar yang berjarak tujuh kilometer dari Kota tersebut.


Keduanya lalu kembali ke ukuran tinggi satu meter untuk memudahkan mereka nantinya saat memasuki hutan tersebut.


Kedua Hewan Dewa itu, terlihat kegirangan saat menemukan banyak rusa dan hewan lain yang sangat mereka sukai dagingnya.


Keduanya sengaja membuat lelah dua ekor rusa yang terlihat sangat gemuk itu dengan mengejarnya secara lambat.


Walau sebenarnya kedua serigala itu bisa menangkap dua ekor rusa itu dalam sekejap saja, namun mereka ingin bermain-main terlebih dahulu.


Ke dua ekor rusa gemuk itu, berlari memasuki hutan ke arah yang lebih dalam lagi, demi menyelamatkan diri dari dua serigala yang mengejar mereka.


Tanpa Serigala Angin dan Serigala Petir sadari, mereka telah memasuki bagian terlarang dari hutan tersebut.


Rasa penasaran Gong Xhun terhadap tujuan Gong Li yang meminta diantar ke Kota Anmei, membuat dirinya lupa untuk memberitahu Kedua Serigala tersebut.


Seandainya saja Gong Xhun memberitahu, bahwa hutan yang mereka tuju memiliki bahaya yang besar, mungkin saja mereka saat ini tidak akan bertemu dengan bahaya tersebut.


Serigala Angin segera tersadar akan bahaya, saat merasakan Aura yang sangat kuat tiba-tiba saja muncul di dekat mereka.


Dari arah depan melesat seekor Singa Berbulu Merah dengan tubuh setinggi dua meter, menerjang ke arah keduanya.


Kecepatan Singa itu tidaklah hewani, karena Serigala Angin yang memiliki kecepatan sangat tinggi itu, nyaris saja diterkam oleh Singa Berbulu Merah itu.


Wajah Serigala Angin dan Serigala Petir sedikit terkejut saat merasakan Aura yang kuat dan setara dengan kekuatan mereka, berasal dari tubuh Singa itu.


Demikian juga dengan Singa Berbulu Merah itu, Ia terlihat terkejut saat mendapati Serigala Berbulu Putih itu, bisa menghindar dari terkamannya dengan sangat cepat.


“Aura Iblis yang sangat kuat … “


Serigala Angin dan Serigala Petir segera waspada saat merasakan Aura Iblis, memancar dari tubuh Singa Berbulu Merah yang sedang mengerahkan kekuatannya.


Saat itu juga kedua Serigala itu segera membesarkan tubuh mereka hingga memiliki tinggi yang sama dengan tinggi Singa itu.


Dari tubuh Singa Berbulu Merah itu mulai terlihat percikan petir yang semakin lama semakin besar.


Seakan tak ingin kalah, Serigala Petir pun mengerahkan kekuatannya. Hal itu membuat tubuhnya memercikan kilatan petir yang sama besar dengan petir di tubuh Singa Berbulu Merah.


“Rupanya kalian adalah Hewan Peliharaan Dewa itu. Grrrhh”


“Rupanya Kau adalah hewan Peliharaan Iblis itu. Grrrhh”


Serigala Angin sengaja berkata yang sama dengan menirukan kalimat Singa Berbulu Merah yang kini terlihat marah kepadanya.


Singa besar itu segera melesatkan petir dari mulutnya yang terbuka dan melesat sangat cepat ke arah Serigala Angin.


Serigala Angin tak ingin gegabah, Ia pun melompat menghindar seraya melepaskan serangan Angin sangat dingin dari mulutnya.


Sementara Serigala Petir juga melompat dan melepaskan petir besar sesaat setelah Singa itu melompat menghindar dari serangan Serigala Angin.


JEDAAAR


Petir besar itu berhasil mengenai kaki kanan belakang milik Singa Berbulu Merah. Namun kedua serigala itu terkejut, saat melihat Singa itu tidak terluka sama sekali.


Singa itu kembali menyerang keduanya dengan Petir yang lebih besar lagi. Rasa sakit di kaki Kanan bagian belakangnya, membuat ia menyerang secara brutal.


JEDAR … JEDAR …. JEDAR


Suara petir menggelegar, membuat pepohonan di hutan tersebut menjadi roboh dan sebagian mulai terbakar.


Hal itu membuat kedua serigala itu, menyadari bahwa Singa itu ingin membuat mereka mati bersama oleh api yang kian membesar yang membakar hutan itu.


“Bos … tolong bantu kami … Ada Singa gila mengamuk.”


Sesaat kemudian, sebuah bola energi yang sebesar tubuhnya, melesat ke arah Singa Berbulu Merah itu.


Serangan bola energi itu, berhasil dia hindari dan meledak hingga menimbulkan hawa dingin yang sangat kuat dalam radius seratus meter.


Api yang berkobar pun segera mengecil karena dinginnya udara tersebut.


“Pengecut … Siapa yang berani menyerang dari belakang!”


Singa itu berbalik dan mendapati seorang manusia tengah melayang turun seraya mengeluarkan sebuah tombak yang membuat tubuhnya bergetar hebat.


Saat itu, Serigala Angin yang telah berhenti dan tidak sempat mengeluarkan kekuatan Angin Es miliknya, segera saja mengerahkan kekuatan angin besar yang dingin dan memadamkan api yang membakar hutan tersebut.


“Hewan Iblis Singa Petir … Berani sekali kau menampakan dirimu.”


Yao Chan yang mengetahui siapa Singa berbulu Emas itu, terlihat kesal melihat Singa Petir yang telah membuat hutan itu nyaris terbakar hebat.


Singa Petir itu pun terkejut saat manusia itu, mengetahui jati dirinya. Ia pun terlihat diam mematung, namun sebenarnya sedang mengirim pesan telepatis kepada Tuannya, Iblis Sejati.


Yao Chan terkejut saat menyadari jika di belakang Tubuh Singa Emas itu, tiba-tiba muncul sebuah Lingkaran cahaya besar yang sama dengan lingkaran yang muncul saat menarik tubuh Lin Shan waktu itu.


Yao Chan segera mengerahkan seluruh energinya dan dari kepalanya membersit sinar kuning kemerahan yang berwujud Ular Naga sangat besar.


Saat yang di tunggu Yao Chan pun tiba, sebuah tangan besar dengan jari berkuku panjang keluar dari lingkaran itu dan meraih tubuh Singa Petir.


Saat itulah Yao Chan melesatkan Ular naga energi itu untuk menghantam tangan raksasa itu.


BLAAAAM


Dentuman yang sangat keras menggelegar membuat tanah di hutan tersebut, seketika berguncang hebat.


Bahkan guncangan itu, terasa cukup kuat hingga di Kota Anmei. Beberapa bangunan terlihat retak seolah terkena gempa bumi yang besar.


“Chan gege … Apa yang sedang terjadi dengannya?”


Gong Li terkesiap saat merasakan Aura kekuatan suaminya yang terasa sangat kuat itu.


Sementara Gong Xhun dan Ketua Zhou Kin terlihat menelan ludahnya saat merasakan pancaran energi yang sangat besar milik Yao Chan.


“Siapa Tuan Yao Chan ini? Kekuatannya tidak manusiawi. Apakah dia Dewa yang sedang menyamar menjadi manusia?”


Ketua Zhou Kin bertanya dalam benaknya. Ia belum pernah merasakan aura kekuatan yang begitu besar seperti yang sedang Ia rasakan saat ini.


Hal itulah yang membuatnya mengira Yao Chan adalah Dewa yang sedang menyamar di alam manusia.


“Bunda ini kekuatan Ayah yang sebenarnya. Sepertinya Ayah sedang bertarung dengan musuh yang sangat kuat sekali.”


Perkataan Yao Shen membuat hati Gong Li seketika menjadi khawatir. Ia pernah merasakan Kekuatan ini saat di Alam Kristal Dewa.


Dari apa yang Ia ketahui saat itu Yao Chan sedang berlatih dengan Dewa tertinggi, sehingga mengerahkan Kekuatan sebesar itu.


“Siapa yang dihadapi Chan Gege … Hingga Ia mengerahkan kekuatan yang mendekati kekuatan Tingkat Pendekar Dewa Sejati ini.”


Perkataan Gong Li itu, membuat Zhou Kin terbelalak. Ia pun kini memahami Siapa Yao Chan sebenarnya.


Ia tersenyum karena berdasarkan apa yang Ia baca dari Gulungan Hidup Abadi, Ia mengetahui sosok manusia yang akan menjadi seorang Dewa.


*****