
Ular Naga yang terbentuk dari energi yang sangat besar itu, terlihat akan menghantam tangan raksasa yang meraih tubuh Singa itu.
Suara yang menggelegar, bukan berasal dari tangan yang terhantam, melainkan sebuah bola energi yang melesat keluar dari lingkaran cahaya itu.
Bola energi itu menghantam kepala Ular Naga hingga akhirnya, wujud ular itu hancur meledak sesaat sebelum lingkaran cahaya itu menelan tubuh Singa Petir.
Yao Chan menghela nafas panjang sebelum melesat turun. Ia kini menyadari sekuat apa Iblis Sejati itu.
Serangan yang menggunakan seluruh Energi qi yang Ia miliki, tidak mampu memberikan luka sedikit pun pada tangan Iblis Sejati itu.
Hal ini membuatnya tidak bisa mengukur, sebesar apa kekuatan yang akan dihasilkan oleh Tujuh Pusaka Inti Elemen yang disebut sebagai satu-satunya cara untuk menyegel Iblis Sejati itu.
Sesaat setelah lingkaran cahaya yang membuat tubuh Singa Petir itu menghilang, Serigala Angin pun mendatangi Yao Chan.
“Bos Muda … Hewan apakah itu tadi, baru kali ini aku menemui hewan sekuat dia.”
“Itu adalah Hewan Iblis, sama seperti dirimu yang merupakan Hewan dari Dewa Tertinggi. Singa Petir adalah Hewan Iblis yang dipelihara dan dilatih oleh Iblis Sejati.”
Keterangan Yao Chan membuat Serigala Angin terdiam. Ia baru mengetahui hal tersebut.
“Jadi selama ini Bos merahasiakan hal tersebut dariku?”
Yao Chan hanya terkekeh mendengar kekesalan Serigala Angin pada Tuannya, Dewa tertinggi.
Yao Chan segera menyuruh Serigala Angin untuk kembali ke tepi hutan, karena sebentar lagi mereka akan kembali ke Klan Pedang Suci.
Yao Chan berpindah tempat dalam sekejap dan telah muncul di dalam ruangan Ketua Zhou Kin.
Kedatangannya yang tiba-tiba itu, membuat mereka yang ada ruangan itu terkejut.
“Chan Gege … Apa yang terjadi?”
Gong Li segera bertanya dengan cemas seraya memegang tangan suaminya itu.
“Aku tidak apa-apa Li’er … Hanya saja makhluk itu menampakan dirinya kembali.”
Dahi Ketua Zhou Kin berkerut, demikian juga dengan Gong Xhun. Mereka tidak mengerti makhluk apa yang dimaksud oleh Yao Chan.
Keduanya memilih diam saat Yao Chan tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang baru saja terjadi.
“Ketua Kin … Bagaimana dengan transaksi kita, apakah sudah ada kesepakatan?”
“Chan Gege … Aku sudah memeriksa Isi Gelang ini. Ada sepuluh juta Batu Roh di dalamnya sebagai pembayaran lima Buah Apel Dewa dan Secawan Air Hijau.”
Suara Gong Li seharusnya terdengar merdu karena Ia berkata dengan senyum manis di bibirnya.
Namun bagi Yao Chan, senyum itu adalah sebuah pertanda tentang kebenaran dari pepatah yang entah kapan ia dengar itu.
“Senyummu menghancurkan dompetku”
Yao Chan berencana membeli beberapa bahan ramuan untuk membuat Ramuan Kuatnya menjelang Ia kembali ke Alam Kristal Dewa.
Namun kini, hasil penjualan Air Hijau itu telah berada di genggaman isterinya, yang tentu saja tidak mudah untuk memintanya.
“Tuan Yao Chan … Kami berterimakasih atas sumber daya langka ini. Untuk itu kami memberi anda Bonus, sebuah ruangan VIP dalam pelelangan yang akan kami adakan satu minggu lagi.”
Ketua Zhou Kin menyerahkan sebuah Piao berwarna Kuning Emas yang merupakan lambang sebagai Tamu kehormatan dalam acara pelelangan tersebut.
“Terimakasih Ketua Kin … Kami akan datang pada acara lelang tersebut.”
Yao Chan pun berdiri seraya mengucapkan terimakasih kepada Ketua Zhou Kin. Mereka pun akhirnya pamit undur diri untuk segera kembali ke Klan Pedang Suci.
***
Satu minggu pun berlalu, Gong Xhun baru saja keluar dari ruangan tempatnya biasa berkultivasi.
Ia begitu gembira saat menerima tiga Buah Apel Dewa dan Secawan Air Hijau dari Guci Dewa Air yang diberikan kepadanya.
Yao Chan yang mengetahui apa yang ada dalam benak Kakak Iparnya itu, memberikan sumber daya tersebut untuk meningkatkan kemampuannya.
Yao Chan tersenyum setelah berkultivasi dengan teknik yang Ia ajarkan, kekuatan Kakak Iparnya itu, kini meningkat dua level.
Wajah Gong Xhun terlihat sangat ceria saat Ia keluar dari ruangannya. Tidak Ia duga sebelumnya dalam waktu yang sangat singkat, kemampuannya telah bertambah sebanyak itu.
Yao Chan mengucapkan selamat kepada Gong Xhun yang disambut dengan senyum hangat oleh Kakak Iparnya itu.
“Chan’er … Terimakasih telah memberiku Sumber Daya yang sangat langka itu.”
Yao Chan hanya tersenyum mendengarnya. Sesaat kemudian Gong Li dan Yao Shen terlihat melangkah menuju tempat dimana keduanya berada.
“Chan Gege apakah kita akan menaiki Serigala Angin lagi?”
“Tidak Li’er … Kita akan memakai jurus ku karena kita sepertinya sudah agak terlambat. Dan juga kedua serigala itu biar membantu keamanan Klan selama kita tidak ada di sini”
Yao Chan berkata demikian seraya menggenggam telapak tangannya.
Sementara Gong Xhun terlihat bingung karena belum mengetahui bagaimana cara yang disebutkan oleh Yao Chan itu.
Yao Shen pun segera memegang lengan Yao Chan. Dan Yao Chan pun segera meraih tangan Gong Xhun dan memintanya untuk memejamkan mata.
Suara Ketua Zhou Kin yang terkejut dengan kemunculan mereka berempat, membuat Gong Xhun membuka matanya.
Ia menunjukan ekspresi terkejut yang sama dengan yang ditunjukan oleh Ketua Paviliun Harta Kultiva itu.
“luar biasa kemampuan Chan’er ini. Beruntunglah Li’er memiliki suami sepertinya.”
Gong Xhun berkata dalam benaknya, menyanjung Yao Chan yang sedang memberi salam kepada Ketua Zhou Kin.
“Ah Selamat datang Tuan Chan, Tuang Xhun.”
Ketua Zhou Kin Segera membalas salam dari Yao Chan dengan senyum lebar. Mereka berbicara sejenak, sebelum meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke sebuah ruangan besar lainnya.
Yao Chan terlihat kagum dengan ruangan yang telah dipenuhi oleh para kultivator dari tiga benua tersebut.
Karena mereka mendapat ruang VIP, Ketua Zhou Kin membawa keempat tamunya istimewanya itu ke lantai dua.
Di lantai dua itu, terdapat setidaknya lima ruangan khusus yang telah terisi oleh tiga sampai lima orang.
Semua mata para kultivator yang mengikuti acara lelang tersebut, menatap ke arah Yao Chan dan lainnya.
Mereka mendapati jika dari keempat orang tersebut itu, terlihat sosok yang disegani dan dihormati, yaitu Gong Xhun.
Berita tentang Ketua Klan Golok Batu Baja, Jiang Lun yang tewas saat menyerang Klan Pedang Suci, telah menyebar di Benua Awan Biru dengan cepat.
Namun yang membuat mereka penasaran adalah sosok bernama Yao Chan.
Sosok orang yang membunuh Ketua Klan Golok Batu petir dengan mudah, walau telah menelan Pil Bunga Iblis yang mampu meningkatkan kekuatannya secara instan.
Mereka seolah tak percaya bahwa yang membunuh Jiang Lun, hanya seorang pria muda yang terlihat berusia dua puluhan tahun.
Sementara para kultivator yang berasal dari Benua Awan Hitam memandang Yao Chan dengan tajam.
Mereka masih bertanya dalam benaknya masing-masing. Apakah sosok pemuda tersebut yang kini namanya sedang menjadi pembicaraan di kalangan Kultivator.
Berita musnahnya Klan Naga Hitam dan Klan Elang petir masih menjadi berita hangat di Benua Awan Hitam maupun Benua Awan Biru.
Para kultivator itu kembali mengalihkan pandangan mereka saat melihat Ketua Zhou Kin dan keempat orang tamunya itu menghilang sesaat setelah memasuki ruangan VIP.
Tak lama kemudian suasana menjadi hening saat seorang gadis cantik, bersama lima orang pria bertubuh kekar, menaiki podium yang merupakan tempat bagi pemandu acara pelelangan tersebut.
Lima Orang Pria bertubuh kekar yang mengenakan seragam Paviliun Harta Kultiva itu, masing-masing membawa sebuah baki yang tertutup kain di tangan mereka.
Satu diantara baki tersebut terlihat sangat panjang. Sepertinya sebuah tombak yang berada di balik kain merah yang menutupi baki tersebut.
Satu orang pria lainnya, terlihat membawa baki yang terbesar diantara baki yang lainnya.
Para kultivator yang hadir, begitu penasaran akan sumber daya apa saja yang akan di lelang dalam acara pelelangan kali ini.
Ketua Zhou Kin sengaja menemani Yao Chan dan Ketua Gong Xhun. Ia sedang melakukan pendekatan kepada Yao Chan untuk mendapatkan sumber daya langka lainnya.
Namun Yao Chan yang sedari tadi telah merasakan Aura Iblis yang sangat samar, lebih memilih diam karena mendapat firasat buruk yang tiba-tiba saja mendatanginya.
******