Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
202: Menumpas Siluman Laba-laba


"Chan Gege lakukan sesuatu, bakar jaring mereka karena pedang ku tidak bisa memutuskan jaring ini."


Qing Mi berteriak kesal kepada Yao Chan yang terlihat sedang menikmati kehangatan pelukan ketakutan dari dua orang gadis calon isterinya tersebut.


Berbeda dengan Xian Mey, Zhu Yin dan Gong Li yang ketakutan dengan siluman Laba-laba, Qing Mi justru merasa kesal dengan sekelompok siluman itu.


Seandainya racun dalam tubuhnya belum dibuang oleh Xian Mey, menghadapi Siluman Laba-laba Beracun bukanlah masalah baginya.


Ia sedari kecil telah terbiasa dengan binatang melata dan serangga serta hewan-hewan beracun lainnya.


Melihat Laba-laba sebesar rumah pun, Qing Mi tidak merasa gentar sama sekali. Hanya saja jaring laba-laba yang sangat kenyal itu, tidak berhasil ia putuskan dengan pedang sekalipun.


Hal itu membuatnya meminta kepada Yao Chan yang memiliki kemampuan merubah energi menjadi Api untuk menolong mereka.


Yao Chan tersenyum kecut mendengar teriakan Qing Mi, ia masih ingin menikmati momen langka seperti ini, namun melihat jarak mereka dengan siluman itu semakin dekat, ia pun segera mengalirkan energi qi nya ke kedua telapak tangan.


Merasakan hawa panas mengalir di lengan pemuda yang mereka sukai, Zhu Yin dan Gong Li mengendurkan pelukannya. Membuat Qing Mi mendengus kesal melihatnya.


"Huh dasar perempuan-perempuan genit, mereka masih saja memeluk Chan Gege dengan alasan yang tepat."


Qing Mi ingin berkata demikian, namun ia memaklumi apa yang Zhu Yin dan Gong Li lakukan.


Sehebat apapun seorang perempuan dalam ilmu beladiri, ada kekurangan mereka yang tetap tidak bisa terobati atau disembuhkan, seperti yang ia lihat saat ini.


Ketakutan terhadap sesuatu terkadang membuat perempuan menjadi lebih feminim dan membuat pasangannya menjadi bahagia karenanya, seperti yang dialami Yao Chan saat ini yang tengah memulai untuk menghancurkan jaring-jaring itu.


Dari kedua tangan Yao Chan yang membara, terlihat nyala api kecil yang dengan cepat memutuskan jaring-jaring siluman laba-laba yang meleleh karena panasnya api tersebut.


Jaring Laba-laba yang mengurung ketiganya itu dengan cepat meleleh dan membuat mereka bertiga dapat segera keluar dari Jaring itu.


Masih dengan berpelukan, Yao Chan melesat lebih tinggi ke udara seraya membawa Zhu Yin dan Gong Li. Yao Chan berhenti ketika berada di ketinggian yang menurutnya sudah diluar jarak serang siluman Laba-laba itu.


Yao Chan kembali melesat mendekati jaring yang menjerat Qing Mi dan Xian Mey setelah Zhu Yin dan Gong Li melepaskan pelukan mereka kepadanya.


Dengan Teknik Lima Elemen Naga jurus Elemen Naga Api, Yao Chan kembali membebaskan dua gadis berbeda dunia itu dengan cepat.


Beberapa jaring berusaha menjerat mereka kembali saat Yao Chan berhasil memeluk ketiganya dan membawanya ke tempat Zhu Yin dan Gong Li berada.


"Chan Gege ... Bisakah kau membasmi ribuan siluman Laba-laba di hutan ini? Kami bangsa Peri mengalami kesulitan menumpasnya karena Kekuatan Sihir kami tidak bekerja sepenuhnya pada tubuh mereka."


"Begitu rupanya, apakah mereka sering menyerang bangsa peri?"


Tanya Yao Chan yang sempat heran mengapa bangsa Peri begitu ketakutan padahal mereka memiliki ilmu sihir yang tinggi.


Xian Mey kemudian menjelaskan bahwa seratus tahun lalu Siluman Laba-laba menyerang istana Bangsa Peri di Pohon Raksasa Abadi Xian Fun Da Shi.


Namun mereka berhasil memukul mundur ribuan siluman laba-laba Penghuni setelah bertarung habis-habisan selama tujuh hari tujuh malam.


Mereka menggunakan sihir pemindah ruang untuk membuat siluman laba-laba yang merayap naik berada kembali di bawah pohon Raksasa Abadi Xian Fun Da Shi.


Tidak pernah terpikirkan oleh bangsa peri untuk menumpas mereka dengan menggunakan api, karena api adalah hal yang mereka takuti karena dapat membakar sayap mereka dan membuat mereka tidak bisa terbang lagi.


Mendengar hal tersebut, Yao Chan pun menerima permintaan calon isterinya tersebut. hanya saja ia sedang dibingungkan bagaimana cara untuk membakar mereka dengan cepat tanpa satu pun yang berhasil melarikan diri.


"Kenapa kau terdiam? Apakah tidak ingin menolongnya atau tidak tahu cara menumpasnya dengan cepat?"


Gong Li menanyakan hal itu kepada Yao Chan yang sedang termangu melihat hamparan hutan yang sangat luas dengan pepohonan yang besarnya belum pernah ia temui di dunia manusia.


"Benar aku tidak tahu bagaimana caranya bisa membasmi mereka dengan tak satupun yang berhasil melarikan diri."


Mendapati dugaannya benar setelah Yao Chan menjawab pertanyaannya, Gong Li segera mengingatkan Yao Chan pada pertarungan terakhirnya dengan Luo San.


Wajah Yao Chan seketika menjadi cerah, namun sesaat kemudian kembali murung. Hal itu membuat keempat gadis tersebut menjadi heran.


"Ada apa? Kenapa wajahmu berubah dengan cepat seperti itu."


Yao Chan tersenyum tipis mendengar pertanyaan Gong Li. Ia pun menjelaskan kepada mereka semua bahwa ia akan kehabisan seluruh energinya ketika selesai membasmi hutan tersebut dengan cara membakarnya.


Yao Chan tidak menemukan cara lain untuk membasmi siluman Laba-laba itu. Ia pun meminta kepada Gong Li dan Xian Mey agar segera menjemputnya setelah ia selesai membakar hutan yang luas itu.


Ke empat Gadis tersebut segera melesat menjauhi Yao Chan dan berhenti ketika telah berada dua kilometer dari Yao Chan yang kini telah berada di tengah-tengah hutan tersebut.


Keempatnya kini melayang dan berada seratus meter di atas sebuah tebing yang merupakan tepi dari hutan tersebut.


Sesaat kemudian Udara terlihat berfluktuasi dengan hebat membuat ketiga gadis lainnya segera berlindung di belakang Tubuh Gong Li yang telah membuat perisai energi dari qi-nya.


Mereka terlihat sangat kagum dengan kekuatan calon suami mereka, yang mampu menggerakan awan dan mengumpulkannya menjadi satu dan memayungi seluruh kawasan Hutan yang dihuni oleh Ribuan siluman laba-laba beracun itu.


Dengan Teknik Elemen Naga, Yao Chan menggunakan jurus Elemen Naga Angin untuk mengumpulkan Awan-awan hitam yang berada dalam radius lima kilometer darinya.


Hal ini membutuhkan energi dari lima ribu kristal qi dalam tubuhnya.


Setelah awan tersebut terkumpul menjadi satu di atas hutan yang luasnya ratusan hektar itu, Yao Chan segera mengerahkan lima puluh lima ribu Kristal qi lainnya untuk membuat awan tersebut mengeluarkan petir.


Sedangkan tiga kristal yang tersisa ia pergunakan untuk membuat dinding penghalang yang mengurung area hutan itu dengan perisai energi yang kasat mata.


Perlahan-lahan suara ratusan petir menggelegar keras hingga memenuhi udara di atas hutan itu.


Bahkan suara menggelegar itu terdengar hingga jarak sepuluh kilometer, di tempat Pohon Abadi Xian Fun Da Shi berada yang sebelumnya sempat terguncang oleh fluktuasi energi yang dilepaskan oleh Yao Chan.


Guncangan itu, membuat Seorang Peri yang memiliki wajah mirip dengan Xian Mey tersentak dan menjadi panik, membuat Mahkota Ratu diatasnya ikut terguncang karena gerakannya yang tiba-tiba itu.


"Perintahkan yang lain untuk bersiaga, ada ledakan energi asing yang sangat kuat tak jauh dari tempat kita"


*****