
Saat Fajar menyingsing dan matahari masih mengintip di ufuk timur, lima ribu orang anggota sekte Lembah Iblis Neraka yang dipimpin oleh Shin Lung dan Shin Mu telah berada pada jarak lima ratus meter dari gerbang kota Xinan.
Hanya saja mereka mendapati situasi yang di luar perkiraan mereka sebelumnya. Di depan gerbang kota tersebut tampak terlihat ratusan orang berdiri seolah menunggu kedatangan mereka.
"Siapa mereka kakak? mengapa mereka berada diluar tembok?" tanya Shin Lung kepada kakaknya Shin Mu.
"Entahlah. tapi sepertinya mereka adalah orang-orang sekte Lembah Dewa. Sepertinya mereka telah mengetahui kedatangan kita dan sepertinya mereka ingin bertempur dengan kita di luar benteng kota." Jawab Shin Mu setelah terdiam beberapa saat.
"Sepertinya mereka sudah mempersiapkan diri, tapi dengan jumlah sekecil itu, mengapa mereka berani menghadang kita? apakah mereka pikir bisa menghadapi Sekte Lembah Iblis Neraka yang berkekuatan penuh ini?" Tanya Shin Lung yang semakin penasaran dengan situasi yang diluar perkiraannya.
"Entahlah.. aku pun tak tahu, yang pasti kita harus berhati-hati dengan mereka. Kekuatan mereka sepertinya telah jauh berbeda dengan sepuluh tahun lalu, Ayo kita serang mereka!" Jawab Shin Mu dengan penuh percaya diri.
Kepercayaan diri Shin Mu bukanlah tanpa alasan. Empat ribu lebih Anggota yang dibawanya adalah Pendekar Bergelar, seratus orang di tingkat pendekar Raja dan lima puluh orang berada di tingkat pendekar Pertapa.
Sementara saat ini Shin Mu dan Shin Lung telah berada di Tingkat Pendekar Suci tahap Menengah, dan Tiga orang Tetua utama mereka berada di tingkat Pendekar Suci tahap Awal.
Dengan Kekuatan penuhnya ini, tak ada satupun sekte di kekaisaran Wu yang sanggup menghadapi mereka. Setidaknya begitulah anggapan mereka. Dan karena anggapan itulah, mereka merasa heran dengan apa yang mereka lihat di pagi hari ini.
**
Seperti yang diperkirakan oleh Tetua Ma Hua, kelompok bersenjata yang datang dari arah timur laut kota Xinan, adalah rombongan anggota Sekte Lembah Dewa yang dipimpin oleh Tetua Feng Hu. Mereka memasuki kota Xinan sesaat setelah hari berganti malam.
Kelompok tersebut berjumlah empat ratus orang lebih. Tetua Feng Hu kini telah mencapai tingkat Pendekar Suci tahap Awal berkat sumber daya yang diperoleh dari Alam Kultiva Naga.
Sedangkan sepuluh orang diantara rombongan itu, memiliki kemampuan ditingkat Pendekar Pertapa dan dua puluh lima lainnya berada di tingkat Pendekar Raja. Dua ratus orang lebih berada pada tingkat Pendekar Bergelar dan sisanya berada di puncak Pendekar Ahli.
Kedatangan mereka disambut dengan penuh sukacita. Selain melepas rindu setelah lama tidak bertemu, peningkatan kemampuan beladiri masing-masing anggota membawa kebahagiaan lain yang lebih besar.
Walau mereka dihadapkan pada situasi yang hampir sama dengan waktu sepuluh tahun lalu, namun hal itu tidak mengurangi kebahagian yang mereka rasakan. Bahkan situasi yang genting ini justru mempererat rasa persaudaraan mereka.
Dalam situasi yang seperti saat ini, kekuatan yang baru saja datang merupakan bantuan yang sangat berarti. Bahkan Tetua Yu Ma, optimis bahwa dengan kekuatan mereka saat ini, lebih dari cukup untuk memukul mundur kelompok Sekte Lembah Iblis Neraka.
Pernyataan Tetua Yu Ma ini sempat membuat anggota yang baru datang mengerutkan dahinya. Walau sekarang telah ada tujuh pendekar suci di kelompok mereka, menghadapi ribuan pendekar bukanlah hal yang mudah.
Namun setelah mendengar tentang kekuatan Yao Chan dan Yu Lian saat di Hutan Merah, sebagian anggota yang baru datang terdiam. Hati mereka dipenuhi kekaguman sekaligus penasaran, ingin melihat sejauh mana kekuatan dua anak muda yang merupakan anak pilihan Dewa tersebut.
Setelah hampir tengah malam, mereka pun selesai membahas siasat yang akan mereka gunakan esok hari. Mereka pun segera beristirahat tanpa mengurangi kewaspadaan mereka.
Saat Fajar baru menyingsing, mereka semua dikejutkan dengan tanda siaga yang di bunyikan oleh penjaga gerbang kota sebelah selatan. Hal ini sontak membuat penduduk kota menjadi panik. Namun Walikota Fu Zianhe dibantu Jendral Ma Yun atau Tetua Yu Ma, berhasil menenangkan penduduk yang panik.
Melihat Jendral Ma Yun berada di kota Xinan, para penduduk menjadi lebih tenang. Mereka telah mendengar sepak terjang Jendral besar yang hampir memenangi setiap pertempuran yang dilakukannya.
Melihat Kedatangan Jendral Ma Yun, para prajurit segera memberi hormat. Wajah mereka terlihat antusias, hal ini karena sebelumnya mereka telah mendengar dalam pertempuran kali ini, mereka akan di pimpin oleh Jendral Ma Yun.
Jendral Ma Yun atau Tetua Yu Ma segera memberi mereka instruksi, empat ratus orang yang memegang busur diperintahkan untuk berada di atas tembok, dan menunggu perintah darinya untuk melepaskan anak panah kepada lawannya.
Sementara seratus pasukan lain bertugas untuk menjaga gerbang kota. apabila lawan berhasil mendesak kelompok Sekte Lembah Dewa yang dipimpin oleh Guo Jin.
Para prajurit segera bergerak sesuai dengan arahan Jendral Ma Yun. Melihat hal itu, walikota Fu Zianhe merasa sangat kagum terhadap Jendral Ma Yun yang mampu membangkitkan semangat tempur pasukan Kota Xinan.
Setelah memastikan semua prajurit bersiaga di tempatnya, Yu Ma segera bergegas menuju keluar gerbang selatan. Sesampainya diluar gerbang, tampak anggota sekte Lembah Dewa telah bersiaga di depan Gerbang dipimpin oleh Guo Jin.
Saat itu kelompok Lembah Iblis Neraka terlihat sedang bergerak kearah mereka dan jarak diantara keduanya pun semakin dekat, kurang dari dua ratus meter lagi.
Yu Ma segera menghampiri Guo Jin beberapa tetua lain. Terlihat juga Yao Chan, Zhu Yin dan Yu Lian di samping Guo Jin.
"Guru.. bagaimana situasinya, seberapa besar kekuatan mereka?" Tanya Yu Ma setelah dirinya berada di dekat Guo Jin.
"Situasi ini di luar perkiraanku, entah bagaimana cara Shin Mu meningkatkan kekuatannya hingga begitu pesat. Yang terlemah diantara mereka pun sepertinya adalah para pendekar Bergelar." Jawab Guo Jin terlihat risau.
Yu Ma terkejut mendengar hal itu, tak menyangka situasinya jauh lebih buruk dari perkiraan mereka. Hal ini membuatnya merasa pasukan pemanah yang dirinya persiapkan menjadi tidak berguna ketika melawan pendekar Bergelar.
"Lalu bagaimana dengan rencana kita semalam Guru? Sepertinya siasat kita tidak akan bekerja pada mereka" Suara Yu Ma terdengar bergetar.
Guo Jin menghela nafas, sampai detik ini dirinya belum menemukan solusi terkait situasi di hadapan mereka. Sementara kelompok besar sekte Lembah Iblis Neraka, telah lebih dekat dengan jarak kurang dari seratus meter lagi.
"Kakek biarkan aku menghajar mereka semua dengan Cambuk Naga Api, seperti yang kulakukan di hutan merah kemarin."
Kata-kata Yu Lian mengejutkan mereka terutama Yu Ma. Yu Ma sebenarnya tak ingin Yu Lian berada diarena pertempuran ini, namun kekuatan yang dimilikinya sekarang sangat dibutuhkan oleh Sekte Lembah Dewa.
"Lian'er jangan gegabah, kau sebaiknya berada tidak jauh dari Ayah." Yu Ma berkata setelah hilang dari rasa terkejutnya.
"Tidak paman..Biarkan aku dan Yu Lian yang menghadapi mereka" Tiba-tiba Yao Chan menyanggah perkataan Yu Ma yang dahinya berkerut mendengar hal tersebut.
"Kau tak tega membunuh orang, bagaimana kau mau menghadapi mereka semua?" ucap Zhu Yin membalas perkataan Yao Chan.
"Hari ini aku tidak sama dengan aku yang kemarin, demi keselamatan dan hidup para penduduk kota Xinan, aku akan menghabisi mereka semua." Jawab Yao Chan sambil menghela nafas panjang dan memejamkan matanya.
Semua orang terkesima mendengar ucapan Yao Chan. Hingga mereka tak menyadari jarak mereka dengan kelompok Sekte Lembah Iblis Neraka kurang dari lima puluh meter lagi.
...*****...