Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
036: Pendekar Hua Lun Ma


Tubuh Fu Yin bergetar hebat saat Yao Chan hanya berjarak beberapa langkah saja darinya. Melihat Tuan Muda mereka dalam bahaya lima prajurit yang mengawal Fu Yin segera menghadang langkah Yao Chan walau dengan wajah yang pucat.


"Minggirlah ..!"Yao Chan mengibaskan tangan kirinya. Kelima prajurit tersebut terpelanting keluar dan jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri.


Melihat kelima pengawalnya jatuh dan pingsan tanpa disentuh oleh Yao Chan, membuat Fu Yin semakin pucat dan menatap Yao Chan dengan ketakutan.


"Maafkan aku.. Aku.. telah menyinggung tuan Pendekar.." Fu Yin akhirnya berkata dengan suara terbata-bata.


Melihat Fu Yin meminta maaf dengan tubuh gemetar, kemarahan Yao Chan mereda. Namun Yao Chan ingin memastikan bahwa Fu Yin tidak akan mengulangi lagi perbuatannya kepada Lao Qin.


"Minta Maaf? apakah aku tidak salah dengar?"


Yao Chan tersenyum sinis, namun dia merasa geli melihat Fu Yin yang kini berlutut dihadapannya.


"Aku tak bisa memaafkanmu begitu saja, apakah orang tuamu tidak mengajarimu bagaimana harus bersikap terhadap orang yang jauh lebih tua darimu hah!"


Yao Chan membentak Fu Yin yang semakin memucat, saat Yao Chan menyinggung tentang orang tuanya.


Lao Qin dan para pengunjung rumah makan terbelalak mendengar ucapan Yao Chan yang dinilai oleh mereka begitu berani.


"Kau boleh pergi setelah kau lepaskan jubahmu..." Yao Chan berkata dengan santai, sambil duduk kembali di kursinya, sementara Yu Lian tersedak minuman yang diteguknya.


"Chan Gege.."Yu Lian tak meneruskan kata-katanya karena mendapat isyarat dari Yao Chan.


"Cepat lakukan dan pergi dari sini!" Bentak Yao Chan yang sebenarnya sudah merasa tak tahan ingin tertawa.


Fu Yin melepas jubahnya dengan wajah memerah menahan marah dan malu, namun karena dirinya ingin segera pergi dari tempat itu terpaksa dia menuruti perintah Yao Chan.


Fu Yin segera melesat pergi dari rumah makan Lao Qin dengan geram dan malu. Semua orang di rumah besar Walikota Fu Zianhe terkejut, ketika Fu Yin telah sampai di rumahnya.


Walikota Fu Zianhe yang menerima laporan tentang hal itu segera menemui putera semata wayangnya. Ia didampingi seorang pengawal yang sudah sepuh, namun terlihat memiliki kekuatan tinggi.


Dirinya merasa geram mendengar cerita Fu Yin yang sedikit menambahkan cerita bohong tentang Yao Chan.


Fu Zianhe yang sedang marah, segera bertanya kepada Kakek sepuh dibelakangnya. Kakek sepuh yang selama ini mengajari Fu Yin Ilmu Beladiri.


"Sesepuh Hua Lun bagaimana menurutmu, apakah pemuda itu dari sekte aliran hitam?


"Menurutku bukan, karena jika dari aliran hitam, mungkin nyawa Yin'er tidak lagi ada di tubuhnya." Jawab Kakek yang tak lain adalah Hua Lun Ma.


Hua Lun Ma merasa Fu Yin tidak menceritakan hal sebenarnya. Hua Lun Ma mengetahui semua tingkah Fu Yin selama ini hanya saja dirinya memilih untuk diam.


Berbeda dengan Fu Zianhe yang mempercayai kata-kata puteranya. Hal ini karena Fu Zianhe selama ini tidak mengetahui tingkah laku Fu Yin yang sebenarnya.


Bersama Hua Lun Ma, Fu Yin dan kelima murid Hua Lun Ma lainnya, Fu Zianhe memutuskan untuk mendatangi rumah makan Lao Qin.


Selama perjalanan, Hua Lun Ma terlihat sedang memikirkan sesuatu. Jika cerita Fu Yin benar tentang seseorang pemuda yang hanya dengan mengibaskan tangan, mampu membuat lima prajurit tak sadarkan diri, maka pemuda tersebut setidaknya berada di tingkat pendekar Raja tahap akhir.


Siapa dan darimana pemuda tersebut yang di usia dua puluhan tahun telah memiliki kemampuan setinggi itu.


Fu Zianhe tentu saja geram melihat hal itu. Dirinya melangkah memasuki rumah makan Lao Qin.


Lao Qin yang melihat Walikota Fu Zianhe segera menyambutnya dan menghaturkan hormat dengan perasaan yang tak menentu.


"Tuan Fu..silahkan duduk, terimakasih telah Sudi mampir ke rumah makanku yang sederhana.."


"Terimakasih Kakek Qin..tujuanku kesini sebenarnya adalah untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan puteraku. Bisa kau katakan dimana kedua anak muda kurang ajar itu?"


Dahi Lao Qin mengerut sesaat, namun saat matanya menatap Fu Yin yg memelototinya, Lao Qin berubah menjadi bingung.


Lao Qin akhirnya membulatkan tekad untuk menceritakan hal yang sebenarnya. Wajah Fu Zianhe berubah menjadi merah.


"Ayah.. tidak seperti itu ceritanya, kakek tua ini bohong. Pemuda itu mengatai Ayah bahwa Ayah tidak becus mendidik anaknya!" Fu Yin mencoba membela diri karena cerita Lao Qin memojokan dirinya.


"Bukan begitu Tuan Fu.."


"Cukup! dimana pemuda itu? suruh keluar!"


Lao Qin tak bisa meneruskan kata-katanya, karena Fu Zianhe memotong kalimatnya dan telah terlihat marah.


"Jadi kamu belum jera juga dengan hukumanku tadi ya?" Yao Chan keluar dari ruang bagian dalam rumah makan sambil menyeringai dan menatap Fu Yin tajam.


Fu Yin yang sebelumnya gentar kini terlihat begitu berani. Sementara Hua Lun Ma dan kelima muridnya terkejut setelah melihat Yao Chan. Dimata mereka seolah melihat Yao Zhi hidup kembali.


Jantung Hua Lun Ma berdegup keras, matanya berkeliling mencari sosok yang sangat dirindukannya. Menurut cerita Fu Yin ada seorang gadis cantik bersama pemuda tersebut.


"Guru.." Salah satu murid Hua Lun Menahan kata-katanya setelah Hua Lun Ma memberi isyarat untuk diam saja dan berpura pura tidak mengenali Yao Chan.


"Jadi kau yang telah mempermalukan puteraku, berani sekali kau berbuat keonaran di wilayah kekuasanku!"Bentak Walikota Fu Zianhe.


"Jadi anda Walikota Xinan, dan juga ayah dari pemuda cabul ini?" Yao Chan yang dibentak oleh Fu Zianhe balik bertanya sambil menatap Mata Fu Zianhe yang tiba-tiba merinding melihat tatapan Yao Chan.


Entah kenapa dihatinya timbul rasa gentar terhadap Yao Chan. Fu Zianhe dan yang lainnya tiba-tiba merasakan aura luar biasa memancar dari tubuh Yao Chan.


Tubuh mereka bergetar, saat melihat bola mata Yao Chan perlahan berubah warna menjadi kuning keemasan. Rumah makan pun bergetar hebat seolah terjadi gempa bumi.


"Chan Gege.. apa yang kau lakukan? kau ingin menghancurkan rumah makan Kakek Lao?" Tiba-tiba keluar seorang gadis yang yang memiliki kecantikan bak bidadari surga.


Yao Chan tersadar dengan apa yang dilakukannya lalu menghentikan tindakannya yang dia rasa berlebihan. sebenarnya tujuannya adalah untuk menakut-nakuti rombongan Walikota Fu Zianhe.


"Lian'er!... benarkah kau Lian'er?" Hua Lun Ma segera melesat ke depan Yao Chan dan Yu Lian.


"Kakek..? suara ini suara Kakek tapi..?" Yu Lian terbelalak melihat seorang kakek yang memiliki suara persis seperti Kakek Hua, Ayah dari ibunya. Hanya saja wajah kakek dihadapannya, terlihat berbeda dengan wajah Kakek Hua yang diingatnya.


*****