Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
257: Tiga Murid Iblis Sejati.


Sementara itu di sebuah tempat berjarak tiga ribu kilometer dari Klan Pedang Suci, Lin Shan terlihat telah sembuh dari luka akibat pertarungan dengan Yao Chan beberapa waktu lalu.


Ia yang diselamatkan oleh Gurunya, Iblis Sejati, kini sedang berada di sebuah goa yang sangat terpencil bersama dua orang murid Iblis Sejati lainnya.


Goa tersebut berada di sebuah tebing yang tertutup oleh pepohonan besar berumur ratusan tahun.


Goa yang berada di Benua Awan Merah tersebut, jarang sekali di kunjungi oleh manusia biasa atau pendekar sekalipun.


Di Goa itulah Iblis Sejati telah bersemayam sejak ribuan tahun lalu. Dan membuat hutan serta goa tempat tinggalnya menjadi tempat yang menakutkan.


Setiap pendekar atau orang yang memasuki Hutan tersebut, dipastikan tewas dengan tubuh yang hanya tersisa tulang belulangnya saja.


Hanya tiga orang tersebut yang selamat saat mereka tersesat ke dalam hutan Iblis, demikian orang-orang menyebut Hutan tersebut.


Ketiga orang tersebut, selamat karena memiliki kemampuan yang tinggi dan terutama karena memiliki hati yang kejam dan tubuh yang istimewa.


Tubuh Istimewa tersebut adalah tubuh yang memiliki Tiga elemen pembentuk tubuh Iblis Sejati.


Tubuh Iblis Sejati terbentuk dari tiga elemen utama, yaitu Api, Petir dan Angin.


Lin Shan adalah sosok manusia yang memiliki tubuh elemen petir. Dua rekannya yang lain memiliki tubuh Elemen Api dan Elemen Angin.


Dua rekannya tersebut adalah tetua dari dua Klan yang berbeda dan dari dua benua yang berbeda pula.


Huang Jun adalah salah satu Tetua klan aliran hitam yang bernama Klan Tapak Api Neraka yang berada di Benua Awan Merah.


Klan itu bernama demikian karena memiliki kekuatan tapak yang mampu mengeluarkan Api besar yang sangat panas yang diyakini sepanas api neraka.


Api yang keluar dari tapak Ketua Klan tersebut yaitu Hung Fei, mampu menyembur hingga lima puluh meter dan bisa bergerak mengejar lawannya seolah memiliki mata.


Sementara satu murid lain dari Iblis Sejati bernama Ye Mao, Ia merupakan tetua Klan Kipas Dewa Angin yang merupakan salah satu Klan Aliran Netral di Benua Awan Biru.


Ketua Klan tersebut adalah sosok bernama Chu Lung yang dikabarkan memiliki Kipas Dewa Angin.


Kipas Dewa tersebut dikabarkan dapat mengeluarkan Angin Tornado yang mampu merobohkan rumah maupun pohon-pohon besar sekalipun.


Saat ini ketiganya tengah di Gembleng langsung oleh Iblis Sejati yang merupakan Sosok Iblis terkuat di Alam Semesta yang kemampuannya hampir setara dengan Dewa Tertinggi.


“Kalian segeralah menuju Altar Iblis, ada hal yang ingin aku berikan kepada kalian.”


Suara serak-serak kering terdengar menggema dalam goa besar tersebut.


Hal itu membuat ketiga orang yang tengah berbincang-bincang itu segera melesat menuju bagian dalam goa itu.


Mereka pun segera berhenti saat berada di depan sebuah Altar dimana terdapat sebuah Patung yang berbentuk Sosok menyeramkan.


Patung tersebut memiliki kepala botak dengan dahi lebar dan telinga yang cukup besar. Pada dahinya terlihat dua tanduk yang cukup panjang.


Mulut patung tersebut menyeringai menampilkan dua taring besar di kanan kiri diantara dua bibirnya yang tebal itu.


Setelah ketiganya berlutut di depan patung tersebut, tiba-tiba saja mata patung yang sebelumnya terlihat memejam, kini membuka dan berwarna merah menyala.


Bersamaan dengan hal itu, aura mencekam segera memenuhi ruangan goa yang semakin ke dalam semakin membesar itu.


“Sudah saatnya kalian untuk menerima Mustika Jiwa Iblis sesuai dengan elemen tubuh kalian masing-masing.”


“Lin Shan berdirilah … Terimalah Mustika Jiwa Iblis Petir yang akan merasuki tubuhmu. Tahanlah rasa sakitnya.”


“Baik Guru …”


Lin Shan segera berdiri tepat di hadapan patung yang mampu berbicara tanpa menggerakkan bibirnya itu.


Sesaat kemudian, dari mata patung yang merah menyala itu, melesat sebuah cahaya merah yang tepat mengenai pusar Lin Shan.


Rasa sakit luar biasa dirasakan oleh Lin Shan saat sesuatu memasuki pusarnya dan bersemayam di sana.


Sesaat setelah benda itu diam dan tak bergerak lagi, Lin Shan merasakan kekuatannya bertambah.


Ia pun tersenyum saat merasakan kekuatan yang Ia miliki, kini berada di Level Sembilan Tingkat Pendekar Dewa.


Lin Shan segera berlutut dan mengucapkan terimakasih kepada gurunya tersebut. Lalu Ia pun mundur untuk memberi tempat kepada Huang Jun yang mendapat giliran berikutnya.


Terjadi proses yang sama dengan apa yang di alami oleh Lin Shan. Huang Jun menjerit keras saat merasakan sakit luar biasa pada bagian pusarnya.


Hal yang sama terjadi pada Ye Mao. Namun Ia yang memiliki kekuatan yang terlemah diantara ketiganya, hanya mampu mencapai Level Delapan Tingkat Pendekar Dewa.


Setelah selesai memberikan Mustika Jiwa Iblis Kepada tiga muridnya, Iblis Sejati yang bertubuh gaib itu, berpesan kepada ketiga muridnya, agar berhati-hati pada sosok manusia yang memiliki Tombak Pemusnah Roh.


Selain itu, Iblis Sejati berpesan kepada mereka bertiga, agar berlatih dahulu dengan kekuatan mereka yang baru.


Setelah itu, Ia memerintahkan mereka untuk mencari Pusaka Inti Elemen.


Lin Shan diperintahkan untuk mencari Tombak Inti Petir, Huang Jun diperintahkan untuk mencari Tombak Inti Api. Sedang Ye Mao diperintahkan untuk mencari Kipas Inti Angin.


***


Sementara itu, di langit alun-alun Klan Pedang Suci, Jiang Lun sedang menahan rasa sakit di punggungnya akibat terkena tebasan Pedang Yao Chan yang sedikit terlambat Ia hindari.


Jiang Lun memandang marah kepada Yao Chan karena telah ikut campur urusannya dengan Klan Pedang Suci.


“Sialan Kau !!”


Jiang Lun menjadi sangat kesal kepada Yao Chan, mengingat dirinya tadi hampir saja mengalahkan musuh bebuyutannya, Gong Xhun.


Seandainya saja Yao Chan tidak datang, mungkin dirinya saat ini sedang duduk di atas mayat Ketua Klan Pedang Suci itu.


Mendapati semua rencananya telah gagal, Jiang Lun pun menjadi frustrasi. Ia pun kemudian menyerang Yao Chan secara memb*** buta.


Golok Pusaka di tangannya, kembali Ia aliri dengan energi qi nya yang tersisa. Ia pun menyerang Yao Chan dengan beberapa kali melesatkan serangan energi goloknya.


Yao Chan awalnya terlihat santai, namun saat melihat serangan energi itu semakin membahayakan, Yao Chan pun memutuskan untuk segera mengakhiri pertarungan tersebut.


Yao Chan pun segera menghilang dari pandangan mata Jiang Lun.


Jiang Lun terkejut saat mendapati lawan telah berada di samping kanannya seraya menebaskan pedangnya.


Dengan panik Jiang Lun menangkis Tebasan Pedang tersebut dengan goloknya.


Namun karena energinya telah berkurang banyak, tebasan itu membuat goloknya terlepas dari genggaman tangan.


Sesaat kemudian Jiang Lun merasakan dunia menjadi gelap, seiring dengan kepalanya yang terlepas jatuh dari lehernya.


Yao Chan segera memasukan kembali Pedang Dewa Perang setelah Ia membersihkan darah yang melekat pada bilah pedang tersebut.


Sorak sorai terdengar dari alun-alun Klan Pedang Suci, sesaat setelah Yao Chan mengambil Gelang Ruang Dimensi milik Jiang Lun.


Yao Chan sempat tertegun saat memeriksa Isi dalam Gelang Ruang Dimensi tersebut. Ia berpikir sejenak seraya menatap potongan kepala Jiang Lun yang berada jauh di bawah tubuhnya.


“Dasar lelaki brengsek, pakaian dalam perempuan saja di simpan di dalam Gelang Ruang Dimensinya. Parah-parah!”


Yao Chan mengumpat sendiri seraya melesat kembali ke alun-alun Klan Pedang Suci setelah menyimpan Golok dan Gelang Ruang Dimensi Jiang Lun.


*****