Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
038: Gejolak Kota Xinan 2


Yao Chan dan Yu Lian memandang pintu ruangan Ma Hua. Hal ini membuat Ma Hua dan Lainnya heran dan bingung.


Kebingungan mereka terjawab setelah beberapa saat kemudian Pintu besar itu diketuk dan Suara Walikota Fu Zianhe terdengar.


"Tetua Hua... izinkan aku untuk masuk.. ada sesuatu .. yang harus segera ...ku sampaikan"


"Masuklah Walikota Fu.."


Ma Hua menjadi penasaran karena mendengar suara Walikota Fu yang panik dan terengah-engah.


"Tetua Ma .. gawat.. prajurit penjaga Gerbang Timur ... mereka melaporkan bahwa ada sekelompok orang berjumlah puluhan bahkan mungkin seratusan orang ... sedang menuju ke kota ini." Walikota Fu Zianhe berbicara dengan suara yang masih terbata-bata.


"Walikota Fu.. Tenanglah. Aku sudah mengetahui tujuan mereka. Mereka hanya akan singgah di Kota Xinan. Tujuan mereka sebenarnya adalah Hutan Merah. Jadi biarkan mereka masuk dan awasi dengan ketat." Ma Hua sudah menduga apa yang menyebabkan hal itu terjadi.


Fu Zian tertegun, tak menyangka sama sekali informasi yang baru didapatnya itu ternyata telah diketahui oleh Tetua Sekte Lembah Dewa.


"Baiklah Tetua Ma.. aku akan perintahkan prajurit mengawasinya." Walikota Fu Zianhe segera pamit dan meninggalkan ruangan Ma Hua.


Setelah Fu Zianhe menghilang di balik pintu, Wajah Tetua Ma Hua terlihat berubah menjadi khawatir.


Lelaki yang menjadi mata-mata tersebut segera diperintahkan untuk mencari tahu dari sekte mana kelompok tersebut berasal.


Setelah kepergian lelaki yang menjadi mata-mata tersebut. Ma Hua segera memberi perintah kepada Lima Tetua yang berada di tingkat Pendekar Raja tahap akhir itu untuk segera menyebar menuju gerbang Utara, Selatan dan Barat.


Sementara dua orang lainnya, diperintahkan untuk mengawasi gerbang timur yang sudah kedatangan sebuah kelompok yang entah dari sekte mana mereka berasal.


Setelah kepergian mereka berlima, Yao Chan tampak termenung sesaat, seperti sedang berpikir untuk mengatakan sesuatu.


Melihat Tetua Ma Hua bisa mengumpulkan informasi dengan cepat, membuat Yao Chan berpikir untuk bertanya kepada Tetua Ma Hua tentang lokasi yang ingin dia datangi.


"Kakek...ada sesuatu yang ingin kutanyakan, apakah kakek pernah mendengar tentang sebuah tempat yang memiliki air terjun dengan air berwarna hijau yang arah alirannya terbalik?"


"Air terjun dengan arah aliran air yang terbalik?" Ma Hua termenung sesaat. Dirinya baru kali ini mendengar tentang air terjun yang airnya mengalir ke atas bukannya kebawah.


"Chan'er .. aku belum pernah mendengar tentang air terjun seperti yang kau katakan, kalau air terjun yang airnya berwarna Hijau aku pernah mendengarnya."


Mata Yao Chan terlihat berbinar, mendengar ada air terjun yang airnya berwarna hijau.


"Dimana beradanya air terjun itu Kek..?" Tanya Yao Chan antusias. Walau air terjun itu mengalir kebawah, namun mendengar air terjun itu berwarna hijau, Yao Chan melihat sebuah harapan.


Dewa Naga mengatakan kepada Yao Chan bahwa dirinya akan mampu menembus tingkat Lebih tinggi dari Pendekar Suci yaitu Tingkat Pendekar Langit jika menemukan Guci Emas Dewa Air.


Guci Emas tersebut tersimpan di balik air terjun yang airnya berwarna Hijau dan arah aliran airnya terbalik, bukan mengalir kebawah melainkan mengalir keatas.


Dengan Guci Emas itu, Yao Chan harus menyerap seluruh air yang berwarna hijau tersebut dengan cara yang tak biasa.


"Chan'er ... Air terjun itu kabarnya berada di sebuah kaki Gunung Huashan yang letaknya diperbatasan kekaisaran Wu dan Kekaisaran Ming. Tepatnya di sebelah barat kota Nanjing." Ma Hua menjelaskan dengan benak yang dipenuhi pertanyaan.


Jawaban Tetua Ma Hua menyadarkan Yao Chan dari lamunannya.


"Ra...ha...sia..."Jawab Yao Chan sambil mencibir ke arah Yu Lian yang terlihat begitu penasaran.


Yu Lian merasa kesal, namun menyimpannya. Ia tahu jika Yao Chan tak mau mengatakan maka memaksanya adalah hal yang sia-sia.


"Chan'er... kira-kira berapa lama lagi Ketua keluar dari Alam Kultiva Naga?" Tetua Ma Hua akhirnya menanyakan keberadaan Ketua Sekte mereka


"Kakek Ma ... Kakek Guo sebenarnya sudah keluar dari Alam Kultiva Naga setahun yang lalu atau enam bulan lalu jika dihitung di alam Manusia."


"Begitu ya.. Jadi ketua sudah di alam manusia? Dimana ya kira-kira Ketua sekarang berada?" Ma Hua sedikit terkejut karena dirinya tak mendapat satupun informasi tentang keberadaan Ketua Sekte mereka.


Ma Hua termenung, menurut rencana, Guo Jin akan keluar dari Alam Kultiva Naga lalu membangun kembali Sekte Lembah Dewa.


Mengetahui bahwa Ketua Sektenya tersebut telah keluar enam bulan lalu dan tidak datang menemuinya, membuat dahi Tetua Ma Hua mengerut.


" Kakek Ma... Kakek Guo sepertinya mencari seseorang terlebih dahulu sebelum kembali ke Lembah Dewa"


Kata-kata Yao Chan membuat bingung Tetua Ma Hua,walau satu sisi menjawab pertanyaan nya.


Saat Tetua Ma Hua hendak bertanya lebih lanjut, seseorang mengetuk pintu. Salah satu Tetua yang bertugas mengawasi gerbang selatan, memasuki ruangan dan lalu menjelaskan informasi yang didapatnya.


Wajah Tetua Ma Hua menjadi berubah sedikit pucat. Informasi tetua itu mengatakan bahwa ada sekelompok orang berjumlah puluhan datang dari selatan.


Kelompok tersebut memiliki lima belas orang di tingkat Pendekar Raja dan puluhan Pendekar Bergelar. Sementara salah satu diantaranya memiliki tingkat Pendekar Pertapa. Yang diduga sebagai pemimpin kelompok tersebut.


"Melihat seragam mereka sepertinya kelompok itu berasal dari Sekte Golok Iblis" Tetua tersebut mengakhiri laporannya.


"Sekte Golok Iblis.."Suara Tetua Ma Hua bergetar. Jelas ketakutan terlihat dari suaranya itu.


Wajar Saja Tetua Ma Hua merasakan ketakutan mendengar nama Golok Iblis. Dirinya belum bisa melupakan Aura Pembunuh yang Pekat dari Jiao Xin, Pendiri sekte tersebut saat menyerang Sekte Lembah Dewa sepuluh tahun lalu.


"Kakek kenapa Kakek terlihat takut mendengar Nama sekte Golok Iblis? Bukankah pemimpin mereka kekuatannya setara dengan Kakek?" Kali ini Yu Lian yang bersuara melihat perubahan di wajah Kakeknya.


"Ketua Wang Yun Kakek bisa mengatasinya, karena kemungkinan dirinya sekarang ditingkat yang sama dengan Kakek. Tapi Jika Pelindung Sekte mereka datang juga, Kakek tak yakin bisa keluar hidup-hidup dari kota Ini."


"Siapa Kek Pelindung Sekte mereka itu?" Yao Chan bertanya dengan penasaran.


"Pelindung sekaligus pendiri Sekte Golok Iblis adalah Jiao Xin.."


""Jiao Xin...!!!" Yao Chan bangkit dari tempat duduknya. Nama itu adalah nama yang selalu Yao Chan ingat dengan penuh dendam karena nama itu adalah nama yang membuat Sekte Lembah Dewa rata dengan tanah.


"Semoga saja Jiao Xin ini datang bersama mereka Kek..?" Terlihat Yao Chan sangat berharap dengan ucapannya itu. Wajah Yao Chan terlihat berbinar, karena jika Jiao Xin benar-benar datang, maka dirinya tak perlu mencarinya untuk membalas dendam.


"Apa..?" Tetua Ma Hua terkejut mendengar perkataan Yao Chan yang bertolak belakang dengan harapannya.


*****