
“Apa … Tiga Murid Iblis Sejati!”
Ketua Qin Long begitu terkejut hingga berdiri dari duduknya.
Yao Chan menjawab pertanyaan Ketua Qin, sekaligus menjelaskan tentang kemunculan Tiga murid Iblis Sejati yang kuat dan kejam.
Mulanya, Ketua Qin Long tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan oleh Yao Chan, namun melihat sendiri kekuatan Petir yang Yao Shen tunjukan sebelumnya. Ia pun mempercayainya.
Ia terlihat begitu resah, sesaat setelah Yao Chan menyebutkan nama Iblis Sejati itu.
“Ketua Qin, kuharap informasi ini tidak sampai bocor ke pihak luar. Aku khawatir mereka bertiga mendahuluiku menemukan Tujuh Pusaka dan Tujuh Mustika itu.”
“Chan’er … Rahasia ini akan aman denganku, hanya saja Aku khawatir dengan Ketua Klan Elang Petir.”
Yao Chan mengerutkan dahinya, Ia tidak mengerti apa yang dikhawatirkan oleh Ketua Qin terhadap Elang Petir.
“Ketua Klan Elang Petir dikabarkan meningkat kemampuannya secara cepat, setelah Ia berguru pada sesosok Makhluk Gaib yang tubuhnya diselimuti gumpalan asap Hitam.”
Yao Chan tertegun mendengar penjelasan Ketua Qin tentang Makhluk berselimutkan Asap hitam.
“Tidak salah lagi, itu adalah Iblis Sejati.”
“Benarkah makhluk itu Iblis sejati?”
Suara Ketua Qin Long sedikit bergetar, membuat Yao Chan segera menanyakan mengapa Ia begitu ketakutan.
Ketua Qin segera menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu, Klan Naga Bumi bermasalah dengan Klan Elang Petir.
Informasi itu Ia terima semalam sesaat setelah mereka tiba dari Klan Naga Hitam.
Menurut keterangan bagian telik sandi, mereka belum bergerak karena Ketua Klan mereka, Lin Shan sedang menemui sang guru dan akan kembali dalam satu minggu lagi.
“Ketua Qin … Tenanglah, Aku akan membantumu. Jika memang Ketua Klan Elang Petir Murid Iblis Sejati, Aku tidak perlu bersusah payah mencarinya lagi.”
“Benarkah … Ah Terimakasih Chan’er.”
Ketua Qin Long menangkupkan kedua tangannya di depan dada. Wajahnya terlihat cerah mendengar perkataan Yao Chan.
Walau Ia belum melihat kemampuan Yao Chan yang sesungguhnya, namun Ia meyakini, jika Reinkarnasi Yuan Long itu akan mampu menolong Klannya dari kemusnahan.
Ketua Qin Long lalu menjelaskan tentang keberadaan Tombak Inti Bumi. Tombak tersebut berada di makam leluhur Klan Naga Bumi.
Hanya saja, tidak satupun murid atau Anggota Klan Naga Bumi yang bisa mengangkat Tombak tersebut.
Berdasar catatan peninggalan leluhurnya, Tombak Inti Bumi hanya bisa diangkat oleh manusia berelemen Tanah yang memiliki Mutiara Jiwa Bumi di tubuhnya.
Berdasar catatan tersebut, disebutkan jika suatu hari nanti, Klan Naga Bumi akan didatangi oleh manusia yang memiliki mutiara itu di dalam tubuhnya.
Lalu Ketua Qin Lon menjelaskan tentang Mustika Inti Bumi. Mustika itu berada di kawah gunung Baiyun di benua Awan Merah.
Sudah ratusan tahun informasi itu beredar, namun tidak ada satu orang pun yang mampu mengambil Mustika yang memiliki kekuatan Dewa itu.
Yao Chan tersenyum lega mendengar hal itu, Ia pun lalu menanyakan tentang keberadaan enam Pusaka dan enam Mustika Elemen lainnya.
Yao Chan hanya tersenyum kecut saat mendapati Ketua Qin Long tidak mengetahui tentang hal itu.
“Tunggu … sepertinya aku pernah mendengar tentang Mustika Inti Petir..”
Ketua Qin Long terdiam, seraya mengingat-ingat dimana keberadaan Mustika Inti Petir itu.
“Mustika Inti Petir itu jika tidak salah, berada dalam Tubuh Elang Petir yang merupakan Hewan Roh Lin Shan. Hewan Roh terkuat ke dua di Dunia Kultiva ini.”
Wajah Yao Chan seketika menjadi cerah, Ia merasa senang bahwa Kekuatan Yao Shen akan bisa Ia tingkatkan dalam waktu dekat ini.
Yao Chan lalu meminta Ketua Qin Long untuk mengantarkannya ke tempat Makam Leluhur Klan Naga Bumi.
Ketua Qin pun dengan senang hati mengantar Yao Chan untuk pergi ke sana.
Keduanya melayang santai seraya berbincang-bincang tentang Kitab Inti Bumi.
Ketua Qin terlihat kagum dengan pengetahuan yang Yao Chan miliki.
Ia pun menjelaskan kepada Yao Chan bahwa Kitab Inti Bumi sebenarnya ada dua buah. Hanya saja kitab ke dua belum bisa mereka temukan keberadaannya.
Ketua Qin Long mengatakan bahwa Klan Naga Bumi akan menjadi semakin kuat jika saja kitab jilid kedua itu bisa ditemukan.
Yao Chan hanya tersenyum mendengarnya. Ia telah diberitahu oleh Dewa tertinggi tentang Keberadaan Kitab Inti Bumi Jilid Kedua itu.
“Ketua Qin … Anda tidak perlu khawatir, anda nanti akan pulang dengan membawa Kitab Inti Bumi Jilid dua itu.”
“APA!!! ……”
Ketua Qin setengah berteriak mendengar perkataan Yao Chan. Tubuhnya seketika bergetar dipenuhi kegembiraan besar yang seakan hendak meledakan tubuhnya.
“Benarkah Ucapanmu itu Chan’er?”
Keduanya pun tiba setelah lima menit melayang di udara.
Aura Kuat segera terpancar dari sebuah makam dimana diatas makam tersebut tergeletak sebuah Tombak yang memancarkan hawa hangat.
Yao Chan pun segera melangkah mendekati makam tersebut. Ia pun mencoba mengambil Tombak yang memancarkan Aura yang kuat itu.
Yao Chan terhenyak, Ia telah mengerahkan Lima puluh persen kekuatannya untuk mengambil Tombak yang masih saja tidak bergeming itu.
Rasa penasaran membuat Yao Chan mengerahkan seratus persen kekuatannya. Tubuh Ketua Qin Long seketika terpental puluhan meter saat Yao Chan meledakan energi ke seluruh tubuhnya.
“Apa!! … Sebesar inikah kekuatan Chan’er?”
Wajah Ketua Qin Long terlihat takjub dan sekaligus senang saat mengetahui kekuatan Yao Chan yang sebenarnya.
Hanya saja Ia harus sedikit repot setelah ini, yaitu memperbaiki kerusakan bangunan makam yang hancur berkeping-keping karena energi Yao Chan.
Ia pun kembali dan mendapati Yao Chan terlihat senang walau tidak mampu mengangkat Tombak Inti Bumi itu.
Rasa heran tidak bisa Ia sembunyikan dari wajahnya, melihat raut wajah Yao Chan yang sedang tersenyum itu.
“Ketua Qin … Tombak ini memang Tombak Inti Bumi, kekuatan penuhku pun tidak mampu untuk mengambil Tombak ini. Maaf telah membuat seluruh bangunan makam disini hancur semua.”
Yao Chan menjelaskan apa yang terjadi tadi. Ia pun lalu mengeluarkan sebuah Gelang Ruang Dimensi yang didalamnya berisi Ratusan Ribu Batu Roh, Mata Uang yang digunakan di Dunia Kultiva.
Tentu saja Ketua Qin Long menolaknya, Ia pun mengatakan bahwa Klan Naga bumi tidak kekurangan uang untuk membangun kembali bangunan makam-makam tersebut.
Yao Chan tersenyum tipis, setelah memasukan kembali gelang tersebut ke dalam gelang Ruang dimensinya, Ia pun lalu membalikan badannya.
Di depan Makam Itu, Yao Chan segera berkonsentrasi, lalu Ia mengarahkan kepalan tangan kanannya kedepan dengan jari telunjuk yang dalam posisi lurus .
Sesaat kemudian keluarlah cahaya kuning keemasan yang membentuk sebuah lingkaran kecil yang teruliskan huruf huruf kuno.
Tubuh Ketua Qin Long seketika bergetar menyaksikan hal itu. Dalam kitab Inti Bumi Jilid pertama, Ia mengetahui segel apa yang kini dilihatnya itu.
Bukan kekuatan segel itu yang membuat tubuhnya bergetar, tetapi sosok yang mampu membuat segel itu lah yang membuatnya segera berlutut.
“Segel Dewa … Chan’er ternyata Seorang Dewa.”
Ketua Qin long berkata demikian dalam benaknya. Segel Dewa hanya bisa dibuat oleh seorang Dewa dan kini Ia menyadari jika Yao Chan adalah seorang Dewa.
Sementara itu dari Segel Dewa yang Yao Chan melesat sebuah cahaya kuning keemasan yang segera menyelimuti Tombak Inti Bumi itu.
Sesaat kemudian cahaya itu berkumpul menjadi satu dan memunculkan sebuah kitab tebal yang sampulnya berwarna Coklat seperti tanah.
Yao Chan segera menghilangkan segel Dewa setelah meraih Kitab tersebut. Ia pun membalikan badannya dan terkjut mendapati Ketua Qin segera bersujud padanya.
“Ketua Qin … Kenapa Anda bersikap demikian?”
Yao Chan segera menghampiri Ketua Qin dan mengangkat bahunya.
“Terimakasih Cha … Dewa Chan”
Suara Ketua Qin bergetar sesaat setelah Ia terbangun dari sujudnya.
“Dewa Chan??? Hahahahahahaha “
Yao Chan tertawa setelah mendengar ucapan Ketua Qin. Ia tahu mengapa Ketua Qin menyebut dirinya demikian.
Ia pun segera menyerahkan Kitab Inti Bumi Jilid Ke dua itu kepada Ketua Qin yang menerimanya dengan mata berkaca-kaca.
Namun sesaat kemudian, keduanya menoleh secara bersamaan saat merasakan adanya dua Energi Besar sedang mengarah ke Bangunan Klan Naga Bumi.
Ketua Qin Long segera memasukan Kitab Inti Bumi kedalam Gelang Ruang Dimensinya.
Saat Ia hendak berkata kepada Yao Chan, tiba-tiba saja Yao Chan meraih lengannya dengan cepat.
Satu detik kemudian mata Tetua Qin Long melotot lebar dengan mulut terbuka saat mendapati dirinya telah berada di atas Alun-alun Klan Naga Bumi dalam sedetika saja.
Jarak Alun-alun itu sejauh sepuluh kilometer dan Yao Chan menempuhnya hanya dalam satu detik saja.
“Klan Elang Petir ..!?”
Suara Ketua Qin Long terdengar bergetar setelah melihat seekor Elang Besar dan Penunggangnya yang masih berjarak satu kilometer dari alun-alun tersebut.
Sementara Ribuan orang berada di belakang Elang tersebut.
******
The Legend Of Zhu San berganti judul menjadi Legenda Zhu San
telah ada 14 Chapter disana. Mohon bantuan likenya ya .. Terimakasih 🙏🙏🙏