
“Kenapa kalian memasukan kembali senjata kalian itu?”
Yao Chan yang keheranan dengan apa yang dilakukan oleh empat petinggi Klan Petir itu, segera menanyakan tindakan mereka.
“Kami tidak ingin lagi menghalangi niatmu, Jika kau memang berjodoh dengan Tombak Inti Petir, maka Kami akan mengabdi pada dirimu. Itulah pesan leluhur kami.”
Hu Liang menjawab pertanyaan itu, bahkan Ia menjelaskan lebih dari yang diharapkan oleh Yao Chan sendiri.
“Baiklah jika begitu … Hanya saja bukan Aku yang akan berjodoh dengan Tombak itu, melainkan dia.”
Yao Chan menunjuk ke arah Yao Shen, hal itu membuat keempat Petinggi Klan Tombak Petir itu terkejut.
Namun saat mereka mengamati Yao Shen dan mengetahui tingkat kekuatan bocah kecil itu, barulah mereka mempercayai perkataan Yao Chan.
Mereka terpaksa kagum saat mengetahui tingkat kekuatan Yao Shen yang berada di level satu Pendekar Dewa.
Jika saja mereka tidak melihat adanya Aura Keemasan pada tubuh Yao Shen, mungkin sulit bagi mereka, mempercayai hal tersebut.
Aura kuning keemasan adalah Aura yang hanya dimiliki oleh Dewa. Dengan kata lain, Yao Shen dan Yao Chan adalah keturunan seorang Dewa. Setidaknya, begitulah pikiran yang ada dalam benak keempat orang itu.
“Jika begitu mohon berhati-hati, karena Tombak Pusaka itu dijaga oleh Hewan Roh yang sangat kuat dan bertubuh Besar.”
Yao Chan mengerutkan dahinya, karena Ia tidak merasakan adanya kekuatan besar di sekitar tempat itu.
Namun karena tidak ingin menganggap mereka berbohong, Yao Chan mengiyakan saja hal tersebut. Lalu Ia menyuruh Yao Shen untuk segera memasuki Gumpalan Awan tersebut dan mengambil Tombak itu.
Yao Shen segera melesat ke udara dan segera memasuki Gumpalan Awan tersebut. Sesaat kemudian.
Bersamaan dengan lenyapnya tubuh kecil itu di dalam Gumpalan Awan Hitam, Aura keberadaan Yao Shen pun lenyap.
Hal itu membuat Yao Chan panik demikian juga dengan Gong Li.
“Chan Gege … Apa yang terjadi? Kenapa Aku tidak bisa merasakan keberadaan Shan’er?”
Gong Li segera bertanya kepada suaminya yang terlihat sedang termenung mencari tahu apa yang menyebabkan hal itu terjadi.
Yao Chan menghela nafas panjang saat menyadari kemungkinan Yao Shen sedang memasuki dimensi lain yang disebut sebagai Dimensi Alam Petir.
“Tenanglah Li’er … Shen’er sedang memasuki Dimensi Alam petir. Mungkin Ia sedang berjuang atau berlatih di sana.”
Perkataan Yao Chan membuat Gong Li menatap tajam ke arah suaminya itu. Ia merasakan adanya keraguan di dalam perkataan Yao Chan tersebut.
“Hormat kepada Tuan dan Nyonya … Benar sekali apa yang dikatakan oleh Tuan, Tuan Muda memang memasuki Dunia Alam Petir dimana Tombak Inti Petir berada. Hanya Saja …”
Yao Chan dan Gong Li terkejut, melihat dan mendengar ucapan Hu Liang yang kini tengah berlutut kepada mereka bersama delapan orang lainnya.
“Ketua Liang … Mengapa Anda bersikap demikian? Bangunlah ...”
Yao Chan berkata demikian sambil mengerahkan qi-nya untuk mengangkat tubuh Hu Liang yang seketika terkejut karena sebenarnya Ia masih ingin memberi hormat pada Yao Chan.
Setelah berdiri Gong Li segera mencecar Ketua Hu Liang dengan pertanyaan tentang Yao Shen yang berada di Dunia Alam Petir yang terputus tadi.
“Maafkan Saya Nyonya … Di Dunia Alam Petir terdapat seekor Serigala Petir yang sangat kuat, Saya hanya khawatir dengan keselamatan Tuan Muda. Apakah Tuan Muda sudah memiliki Mutiara Inti Petir?”
Hu Liang segera menjawab pertanyaan Gong Li yang seketika merasa marah kepada Yao Chan yang membiarkan anak sekecil Yao Shen, harus menempuh bahaya sebesar itu.
Namun rasa penasaran Gong Li lebih besar ketika mendengar pertanyaan tentang Mutiara Inti Petir yang telah berada di tangan Yao Shen.
“Shen’er memang telah memiliki Mutiara Inti Petir, apakah itu akan membantunya?”
“Benar Nyonya … Karena hanya dengan Mutiara itulah Serigala Petir akan bersedia takluk dan menyerah kepada Tuan Muda Shen dan menjadi Hewan Rohnya.”
Jawaban Ketua Hu Liang membuat Gong Li sedikit tenang, sementara Serigala terdengar mendengus kesal.
“Sudahlah … Jangan marah padanya, toh Ia tidak tahu jika isterimu itu adalah Hewan Dewa.”
Yao Chan yang mengetahui tentang siapa serigala Petir yang sebenarnya, segera mengingatkan Serigala Angin yang terlihat kesal karena Isterinya disebut sebagai Hewan Roh.
“Baiklah Bos Muda … Dia beruntung tidak ku pukul, karena Hatiku sedang senang saat ini, sebentar lagi Aku bertemu dengan Isteriku.”
Serigala Angin dan Yao Chan yang berbicara melalui telepati itu, segera menghentikan pembicaraan mereka.
Sesaat kemudian Gumpalan awan itu mengeluarkan percikan petir lebih besar dari sebelumnya.
Lalu terlihat Yao Shen keluar dari gumpalan Awan Hitam dengan tangan memegang sebuah Tombak yang ujungnya bercahaya dan memercikan ribuan petir kecil.
Yao Shen terlihat duduk di atas punggung Serigala Petir setinggi satu meter itu. Wajahnya terlihat riang sambil mengangkat Tombak di tangannya sat berteriak kepada Yao Chan.
“Ayah … Aku sekarang punya Tombak yang hebat. Lihatlah … “
Yao Shen lalu mengarahkan Ujung Tombak Inti Petir ke arah sebuah batu sangat besar berjarak lima puluh meter dari mereka.
JEDAAAR!!!
Suara menggelegar yang sangat keras, terdengar saat petir besar keluar dari ujung Tombak Inti Petir dan menghantam batu sebesar rumah itu, hingga hancur berkeping-keping dan terlihat membara.
Suara yang begitu keras sempat membuat Jantung Hu Liang dan ke delapan anggota Klan Tombak Petir lainnya, serasa berhenti.
Wajah mereka menunjukkan ketakjuban luar biasa saat berusaha berdiri stabil dari tanah yang bergetar hebat itu.
Yao Chan dan Gong Li terkesiap melihat hal itu, Seumur hidup mereka baru kali ini melihat dan merasakan petir yang begitu besar, hingga membuat telinga keduanya berdengung untuk beberapa waktu.
“Shen’er! … Cukup Nak!!”
Gong Li berteriak ketika melihat Yao Shen hendak menghancurkan sebuah batu lain yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
“Iya Bunda …”
Yao Shen segera melesat ke arah Yao Chan dan Gong Li berada. Ia terlihat gagah dengan memegang tombak yang ukurannya dua kali lebih tinggi dari tubuhnya itu.
“Hormat kepada Ketua Yao Shen.”
Yao Chan dan Gong Li terkejut mendengar hal tersebut. Sementara Yao Shen terlihat bingung melihat Hu Liang dan yang lainnya, berlutut dan memberi hormat kepadanya.
“Ketua Liang Apa maksud anda menyebut puteraku demikian?”
Hu Liang lalu menjelaskan bahwa yang berjodoh dengan Tombak Inti Petir, maka secara otomatis menjadi Ketua Klan Tombak Inti Petir seperti yang diwasiatkan oleh Leluhur Pendiri Klan tersebut.
Yao Chan menganggukkan kepalanya, sementara Yao Shen terlihat kebingungan.
“Ketua Hu Liang … Saat ini Puteraku masih kecil, untuk itu, masalah Klan akan tetap menjadi tanggung jawabmu untuk mengurusnya.”
Yao Chan lalu menjelaskan kepada Hu Liang bahwa Yao Shen akan berlatih di Alam Dewa terlebih dahulu, baru akan kembali Ke Dunia Kultiva dan memimpin mereka semua menghadapi bencana besar yang akan terjadi seratus tahun lagi.
Ketua Hu Liang pun menganggukkan kepalanya. Ia pun meminta mereka untuk singgah dan kembali ke markas Klan Tombak Inti Petir.
Yao Chan menyetujui hal tersebut. Ia pun mengajak mereka untuk menuju ke sana.
Namun suara Serigala Angin tiba-tiba terdengar mengejutkan Hu Liang dan yang lainnya.
“Bos Muda … Aku akan berjalan-jalan bersama isteriku dulu ya …?”
Gong Li terkejut mendengar hal tersebut, Yao Chan yang mengetahui apa isi pikiran Serigala Angin tertawa mendengarnya.
“Pergilah … Tapi ingat jangan sampai keluar di dalam ya?”
Gong Li mencubit Pinggang Yao Chan, sementara Hu Liang dan yang lainnya hanya tersenyum tipis mendengarnya.
“Chan Gege … jadi Serigala Petir adalah isteri dari Serigala Angin?”
“Benar … dan Serigala Petir adalah Isteri pertama dari tujuh Isterinya.”
“APA!!! Tujuh Isteri … Huh .., Bos sama anak buah sama aja kelakuannya.”
Gong Li mendengus kesal mendengar hal itu, Ia pun segera menarik tangan Yao Shen yang sepertinya ingin bertanya tentang kata-kata yang baginya terdengar aneh dan rancu itu.
******
Chapter ini sudah sejak Pukul 20:40 diajukan Reviewnya. tapi sudah Dua jam berlalu dan belum selesai juga Reviewnya.