
"Apa Yu Lian berkata begitu?"
Wajah tampan Kaisar Muda yang baru dinobatkan itu terlihat berseri. Setelah mendengar perkataan sang adik tentang sosok gadis yang sedang mengacau hatinya dengan pesona indah yang ia miliki.
"Benar Jian Gege ... Yu Lian sendiri yang berkata begitu padaku."
Wu Mei dan Yu Lian sempat berbincang-bincang cukup lama beberapa hari setelah penobatan sang kakak menjadi Kaisar.
Dalam perbincangan itu, Wu Mei mengatakan bahwa sang kakak, Wu Jian, tak pernah berhenti khawatir saat melihat Yu Lian bertarung. Ia bahkan tak memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Sehingga saat Wu Jian hendak membantunya, Yu Ma menahan dan memintabya untuk tetap tenang.
Wu Mei juga menjelaskan kepada Wu Jian, bahwa Yu Lian sangat marah ketika para pendekar hendak menyerang Kaisar.
Karena kekhawatirannya pada keselamatan Wu Jian, Yu Lian pun menggunakan jurus yang mematikan berupa Cakram Api Raksasa yang menyebabkan banyak kematian para Pendekar penyerang itu.
"Gege ... Sepertinya dia juga menyukai Gege. Matanya selalu berbinar dan wajahnya penuh semangat ketika kami berbicara tentang Gege."
Wu Mei terpaksa membocorkan pembicaraannya dengan Yu Lian demi untuk menyemangati sang kakak.
"Benarkah itu Mei'er?"
Wajah tampan sang Kaisar muda itu terlihat lucu saat berbinar mendengar perkataan Wu Mei.
"Tapi apakah Ibu Suri akan menyetujuinya? Lian'er bukan dari golongan keluarga bangsawan atau keluarga kerajaan. Tapi..."
Wu Jian terdiam lalu tersenyum sendirian saat teringat dirinya kini adalah seorang Kaisar.
"Tapi apa?"
Wu Mei terlihat penasaran dengan sikap sang kakak.
"Janji ya jangan kau sampaikan kepada Ibu Suri, ini rahasia kita berdua."
Setelah melihat adiknya mengangguk, Wu Jian kemudian menjelaskan bahwa ia akan memberikan gelar Bangsawan kepada Jendral Yu Ma atas jasa-jasanya selama ini.
Setelah pemberian Gelar tersebut, Wu Jian berencana menyampaikan kepada Ibu Suri untuk meminangkan Yu Lian sebagai Permaisurinya.
Wu Mei berdecak kagum mendengar rencana kakaknya itu. Pemberian Gelar Bangsawan adalah hak seorang Kaisar. Dan itu diberikan berdasarkan jasa-jasanya kepada negara.
Jendral Yu Ma tentu saja sangat memenuhi kriteria tersebut. Dan tak akan ada satupun diantara para menteri yang tidak menyetujuinya. Mengingat begitu besar jasa Panglima Perang Kekaisaran Wu itu.
****
Satu minggu setelah dirinya dinobatkan menjadi Kaisar Wu, Wu Jian akhirnya memberikan gelar Bangsawan kepada Jendral Ma Yun. Yu Ma tidak lagi menyembunyikan identitasnya. Kini ia
Pemberian Gelar itu bersamaan dengan hari Pernikahan Yu Ma dan Lin Hua yang berlangsung meriah. Rakyat bersukacita dalam pesta Pernikahan yang diadakan sehari semalam itu. Guo Jin dan Xie Jia pun terlihat selalu bersama.
Keduanya seringkali tersenyum jika mengingat ketengilan Yao Chan yang menyatukan mereka kembali.
Dengan resminya Yu Ma menjadi Suami Lin Hua. maka resmi pula Yu Lian menjadi adik Yao Chan. Satu hal yang membuat Zhu Yin memantapkan langkah meraih hati sang Pendekar tampan tersebut.
Mereka berdua meninggalkan ibukota Wu Chang An dua hari setelah pernikahan Yu Ma dan Lin Hua. Keduanya kembali ke Sekte dengan hati yang damai karena bisa kembali menjalani hari-hari bersama lagi.
Sesuai dengan yang direncanakan oleh Wu Jian tiga hari setelah Pernikahan Jendral Yu Ma, Ia pun menghadap ke Ibu Suri yang pada pernikahan Yu Ma dan Lin Hua, mendapati Yu Lian dan Wu Jian seringkali bersama.
"Apakah kau sudah benar-benar yakin menginginkan gadis pendekar itu menjadi permaisuri mu?"
"Benar Ibu suri, perasaanku tak pernah bisa untuk berpaling lagi darinya. Aku yakin dialah sosok yang aku cari selama ini."
Wu Jian berusaha meyakinkan sang Ibu Suri untuk meminang Yu Lian kepada Jendral Yu Ma.
"Dia seorang pendekar, kehidupan seorang pendekar bukannya selalu dekat dengan bahaya?"
Ibu Suri pun menceritakan bahwa Yu Lian mendapat tugas dari Dewa Naga untuk membantu Yao Chan mengumpulkan Lima Pusaka Iblis dan kemudian akan di segel di Alam Kultiva Naga.
Wu Jian terdiam mendapati Ibu Suri telah mengetahui hal itu. Wu Jian mengatakan bahwa dirinya bersedia menunggu Yu Lian kembali dari tugasnya dengan sebuah syarat, dirinya dan Yu Lian bertunangan terlebih dahulu.
Mendengar hal tersebut, Sang Ibu Suri terdiam dan memakluminya, ia mengenal benar karakter putera pertamanya itu. Jika sudah bertekad demikian maka melarangnya adalah hal sia-sia.
Keesokan Harinya, saat Yu Ma dan Lin Hua sedang berbincang-bincang di halaman belakang kediaman Yu Ma, seorang prajurit datang menyerahkan surat.
Surat tersebut berisi pemberitahuan tentang Ibu Suri yang akan berkunjung ke kediaman Yu Ma. Setelah prajurit tersebut kembali, Yu Ma membuka isi surat dan benaknya dipenuhi oleh pertanyaan.
"Ma Gege ... Apakah gerangan maksud dan tujuan Ibu Suri? atau jangan-jangan ini berkaitan dengan Lian'er."
Tanya Lin Hua setelah ia selesai membaca surat tersebut.
"Sepertinya begitu, karena jika ini urusan kenegaraan seharusnya pertemuan ini di ruangan Ibu Suri atau ruang istana lainnya."
Yu Ma pun memiliki dugaan yang sama dengan Lin Hua. Sebenarnya Yu Ma sudah menduga hal tersebut. Saat di Podium, Wu Jian terlihat khawatir sekali terhadap Yu Lian yang bertarung sendirian melawan ribuan pendekar dari pihak lawan.
Sesuai dengan isi suratnya, Ibu Suri datang ke kediaman Yu Ma bersama beberapa dayang dan puluhan prajurit pengawal. Yao Chan dan Zhu Yin tidak turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka berada di sisi ruangan lain dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Setelah berbasa-basi sejenak Ibu Suri Kekaisaran Wu itu pun menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke kediaman Jendral Yu Ma.
Yu Lian terperangah mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Suri yang baru dua kali ini ia temui.
Dirinya terdiam dan tak tahu harus menjawab apa, saat Ayahnya dan Ibu suri bertanya tentang niat Kaisar Wu Jian untuk menikahinya dan menjadikan dirinya sebagai Permaisuri Kaisar Wu Jian.
Saat Yu Lian selesai menjelaskan tentang tugas yang dia emban dari Sang Dewa Naga, Ibu Suri pun menjawab bahwa Kaisar Wu Jian, bersedia menunggunya kembali dari tugas tersebut dengan sebuah syarat bahwa Yu Lian bersedia bertunangan terlebih dahulu dengan Kaisar Wu Jian.
Suasana menjadi tegang saat Yu Lian terdiam, ia menatap sang Ayah yang menganggukkan kepalanya, begitu pun saat menatap sang Ibu Lin Hua.
Suasana dipenuhi keceriaan saat Yu Lian bersedia dengan syarat pertunangan yang akan di adakan dua hari lagi. Karena Yu Lian dan Yao Chan berencana berangkat berpetualang tiga hari lagi.
Mereka akan pergi bertiga bersama Zhu Yin ke arah Utara yaitu ke pegunungan Huashan, untuk mengambil Guci Dewa Air yang keberadaannya berada dalam kekuasaan Kelompok Pembunuh nomor satu di Kekaisaran Wu, Kelompok Rubah Hitam yang dipimpin oleh Feng Hui.
*******