
Gumpalan Awan hitam yang berkumpul di satu tempat itu, terlihat membentuk sebuh awan tornado yang mengerucut menjadi kecil saat tiba tiga meter dari atas tanah didekat batu Cadas besar itu.
Ujung dari awan tornado itu tepat berada diatas tempat dimana Roh Iblis Hitam dan Roh Peri Hitam masih berada di bawah batu cadas besar itu.
Aura mencekam yang sangat kuat tidak hanya memenuhi udara ditempat mereka berdua. Auranya terasa hingga radius sepuluh kilometer dari titik pusat awan tornado itu.
Iblis Hitam berusaha melindungi diri mereka berdua dengan mengerahkan energinya untuk membuat perisai pelindung.
Namun ia terkejut saat mendapati energinya terserap oleh awan itu sehingga dinding perisai gagal ia buat.
Peri Hitam yang masih merasa bersalah atas perbuatannya, hanya memandang kosong ke arah ujung awan tornado yang seperti memiliki pikiran dan sedang meliuk-liuk di hadapan mereka.
Peri hitam sangat paham apa yang akan terjadi sesaat kemudian dan apa yang akan terjadi setahun lagi dengan dirinya dan Iblis Hitam.
Hal tentang larangan dari Dewa itu, telah ia pahami begitu juga dengan seluruh bangsa Peri di Dunia Moxian tidak ada satupun yang tidak memahami larangan itu.
Menyadari bahwa ia tidak bisa memutar waktu untuk tidak menuruti hawa nafsunya, Peri Hitam menghela nafas mencoba pasrah akan takdirnya.
Ia pun bangkit dari duduknya untuk berjalan keluar dari bawah batu Cadas tempat mereka melakukan perbutan terlarang itu.
“Sayang … Apa yang akan kau lakukan? Kembalilah ke tempatmu!”
Iblis Hitam berusaha menahan kekasihnya yang akan keluar dari tempat itu dengan hendak memegang tangannya. Namun sebuah energi kasat mata membuat tangan Iblis Hitam tertahan.
Ia mengalirkan energinya, namun tetap saja ia tidak bisa menyentuh tangan Peri Hitam yang terus berjalan menghampiri Ujung Awan tornado yang tengah meliuk-liuk dihadapan mereka.
Peri Hitam berdiri tegak dengan mengembangkan kedua tangannya, kepalanya tertengadah dengan mata yang terpejam.
Apa yang terjadi berikutnya membuat Iblis Hitam ingin melesat ke arah kekasihnya itu.
Namun lagi-lagi energi tak kasat mata menahan tubuhnya, walau ia telah mengerahkan seluruh kekuatannya yang berada di tingkat Pendekar langit Tahap Akhir.
Ujung awan tornado itu, meliuk sesaat dan lalu melesat memasuki tubuh Peri Hitam tepat di bagian pusarnya.
Tubuh Peri Hitam bergetar hebat, Energi yang besar itu, memasuki tubuhnya dengan sangat cepat.
Ia pun segera merasakan sebuah hawa kehidupan berada di bagian perutnya, tepatnya di tempat yang disebut Rahim.
Sesaat kemudian Aura energi awan hitam yang mencekam itu, menghilang dari udara. Menyisakan Roh Peri hitam yang masih memejamkan mata dengan kedua tangan yang masih terkembang.
Dalam diamnya, Peri Hitam sedang berpikir akan apa yang terjadi pada tubuhnya. Ia merasakan seluruh bagian tubuhnya berisi energi yang sangat kuat. Bahkan jauh melebihi energi Iblis Hitam sekalipun.
Ia pun akhirnya bisa merasakan bahwa pusat energi itu, berada di dalam rahimnya. Tepatnya di sebuah cairan kental yang merupakan perpaduan cairan dari dirinya dan Iblis Hitam.
Ia pun menyadari bahwa dirinya akan memiliki kehidupan di dalam tubuhnya, dan akan memiliki seorang bayi yang entah akan berwujud seperti apa.
Hal ini karena belum satu kali pun terjadi adanya perkawinan antara Bangsa Peri dan Bangsa Iblis di Dunia Moxian selama ribuan tahun hingga detik ini.
Sehingga belum diketahui, akan berwujud seperti apa, anak hasil dari perkawinan kedua makhluk berbeda jenis itu.
Walau begitu, satu sisi dirinya merasa senang karena akan memiliki anak, namun di sisi lain, dirinya menjadi sedih bahwa hidupnya ditakdirkan berakhir di tangan bayi yang akan ia kandung selama setahun penuh itu.
“Sayang bagaimana kondisi mu? Apa yang terjadi?”
Suara khawatir Iblis Hitam membuyarkan lamunan Peri Hitam, Ia pun berbalik ke arah kekasihnya dan menjelaskan semuanya dengan kata-kata lembut namun terdengar bagaikan petir di telinga Iblis hitam.
“Tidak! … Aku tidak ingin memiliki anak … Kita harus membunuhnya sebelum ia lahir, aku akan mencari ramuan untuk membuatnya mati selagi dalam kandungan mu.”
“Tidak! … Aku tidak akan melakukan hal itu. Dia darah daging kita!”
“Peri Hitam! … Jangan memaksaku membunuhmu! Patuhi Perintahku!”
Iblis Hitam membentak Peri hitam dengan sangat keras saat mendengar Peri hitam menolak keinginannya itu. Bentakan keras itu, membuat Peri hitam terdiam sesaat dengan Hati yang teramat sakit.
Mendapati Kekasihnya memiliki niatan membunuh dirinya, Hati Peri Hitam serasa hancur berkeping-keping.
Teringat olehnya saat-saat indah dan terindah dua puluh tahun lalu ketika mereka baru saja menjadi sepasang Kekasih.
Dengan penuh rasa cinta, ia menyerahkan kesuciannya kepada Iblis Hitam yang selalu saja memintanya sebagai wujud bukti jika ia benar-benar mencintainya.
Sejak itu, setiap hari dimana mereka bertemu, ia pun selalu menuruti keinginan Iblis Hitam dan melayaninya dengan sepenuh hati bagai seorang isteri kepada suaminya.
Namun kini, saat jalinan kasih mereka telah membuahkan hasil, justru rasa sakit yang ia terima sebagai balasan atas apa yang ia lakukan selama kebersamaan mereka.
“Kau ingin membunuhku? Setelah semuanya aku korbankan untukmu. Lakukanlah jika kau merasa memiliki kemampuan untuk melakukannya.”
Iblis Hitam tercekat mendengar perkataan Peri Hitam yang terasa sangat dingin padanya.
Sesaat kemudian tubuh Roh Iblis Hitam terhempas akibat ledakan energi yang sangat kuat dari tubuh Peri Hitam, sesaat setelah ia berkata dingin padanya.
Iblis Hitam bangkit dengan dada sesak dan punggung yang terasa sangat sakit akibat membentur batu cadas di belakangnya yang kini melesak setengah meter kedalam.
Iblis Hitam segera mengalirkan seluruh energi yang ia miliki saat menyadari aura kekuatan kekasihnya itu menyamai kekuatan penuhnya.
Kini, dua aura membunuh yang sangat kuat terpancar dari sepasang kekasih yang lima menit lalu barus saja “bertarung” dengan Aura Cinta nan penuh kasih.
Udara pun berfluktuasi saat kekuatan dua energi itu memancar dari tubuh keduanya. Bebatuan cadas disekitar mereka pun hancur dan berterbangan ke udara.
Iblis Hitam melesat dengan sangat cepat mengarahkan tinju kuatnya ke perut Peri Hitam untuk membuat perut itu terluka dan membunuh janin yang ada didalamnya.
Peri Hitam menyeringai saat mendapati serangan kuat kearah perutnya itu, Ia mengalirkan energi yang setara dengan Kekuatan Pendekar Roh Tahap Akhir tepat saat tinju Iblis Hitam mendarat di perutnya.
Mata Iblis Hitam membelalak, mendapati serangan dengan kekuatan penuhnya tidak bekerja sama sekali saat menghantam perut Peri Hitam.
Ia pun tercekat saat menyadari wajah Peri Hitam berada dihadapannya.Tubuhnya terasa lemas saat menyadari bahwa lehernya telah berada dalam cengkraman tangan kekasihnya, tanpa bisa ia lihat gerakan tangannya.
“Dengar baik-baik! Aku tidak akan pernah membunuh anakku sendiri, karena seorang ibu yang membunuh janinnya sendiri, Ia lebih Iblis daripada Iblis itu sendiri. Dan aku bukanlah Iblis sepertimu dan tidak akan pernah menjadi Iblis selamanya. Aku akan membunuhmu karena kau tahu jika aku sangat membenci lelaki yang mau enak tapi tidak mau anak!!”
Peri Hitam ingin segera meremukkan leher Iblis Hitam, namun sebuah suara terdengar di kepalanya dan membuat gerakan tangannya terhenti seketika.
*****
The Legend of Zhu San
telah rilis hari ini. Silakan Cek di Profil Author...
Mohon dukungannya dengan meletakan di Rak Favorit, Rate serta like bagi anda semua yang berkenan.
Novel ke dua adalah Novel yang ingin author buat sebagai langkah berlatih untuk menjadi Full Writer di Apk Noveltoon ini.
Terimakasih Atas dukungan anda semua. Semoga terhibur dengan Novel ini, yang setiap Chapternya dibuat lebih dari tiga jam.
🙏🙏🙏