
Suasana Lembah Hou Mon sangatlah kacau, di mana Ribuan pasukan Iblis sedang bertarung dengan sengitnya.
Yao Chan dan lainya terlihat kebingungan, karena tidak bisa membedakan mana pihak yang dari Iblis Putih dan mana lawannya.
Blaaarrrr Blaaarrr
Aaaarrrggggghh! Aaaarrrggggghh!
Dua Jeritan perempuan terdengar saat mereka sedang mengamati Pertempuran itu dari udara di ketinggian seratus meter.
“Adik pertama!! .. Adik kedua!! ..”
Xian Mey menjerit histeris saat melihat tubuh kedua adiknya terpental sedang di belakang mereka sebuah tebing telah menunggu untuk berbenturan dengan tubuh kedua saudarinya tersebut.
Dengan Jurus Berpindah Dalam Sekejap Yao Chan segera menolong kedua gadis Peri Legendaris itu. Dan membawanya ke atas punggung Serigala Angin.
Kedua Gadis tersebut jatuh pingsan dengan luka dalam yang terlihat sangat parah. Nafas keduanya terputus-putus membuat Xian Mey menangis histeris.
Gong Li segera memeluk Tubuh Xian Mey yang terlihat sangat sedih dan marah agar tidak menganggu Yao Chan yang segera mengerahkan Energi Penyembuh dari Mutiara Jiwa Naga.
Yao Chan meletakan kedua telapak tangannya ke masing-masing perut kedua Peri tersebut.
Perlahan nafas keduanya mulai terlihat normal dan wajah mereka yang pucat kembali seperti sediakala.
“Keduanya memiliki kekuatan mendekati Pendekar Langit, tetapi mereka bisa terluka separah ini, sepertinya mereka menghadapi musuh yang sangat kuat.”
Gong Li yang duduk di samping Xian Mey yang telah kembali tenang, menyuarakan pendapatnya setelah mengamati kondisi kedua Peri yang mulai tersadar itu.
“Adik Chi … Adik Shi syukurlah kalian telah sadar, bagaimana kalian bisa terluka separah ini?”
Kedua Peri tersebut segera duduk dan terheran mendapati luka mereka telah pulih seperti sediakala. Selain terkejut mendapati sang Kakak berada di hadapannya.
Blaarrrrrr Blaaarrrr
Ledakan energi yang kuat kembali terdengar, membuat mereka mengalihkan pandangan ke arena pertempuran itu.
“Kakak sebaiknya kita lekas pergi dari sini, mereka sangat kuat sekali, Lima orang kecil itu berasal dari Dunia Kultiva. Kekuatannya sangat tinggi sekali.”
Xian Chi berkata dengan suara bergetar, namun keduanya terkejut saat mendapati Gong Li mengajak Yao Chan untuk mendekati pertempuran itu.
Yao Chan mengangguk lalu keduanya melesat sangat cepat yang membuat mulut kedua Peri itu ternganga lebar.
Dalam sedetik kemudian, keduanya telah berada di arena pertempuran dan menemukan lima sosok manusia kecil sedang membombardir Seorang Iblis yang mengenakan kain berselempang putih dengan serangan bola energi.
“Mereka memang manusia dari Dunia Kultiva, melihat jurus yang digunakan itu sepertinya mereka dari Klan Naga Hitam, Klan nomor dua terkuat Di dunia Kultiva.”
Suara Gong Li terdengar bergetar seakan merasakan ketakutan dalam hatinya. Yao Chan yang melihat itu, terlihat tidak peduli. Ia pun melesat ke arah lima Orang tersebut karena melihat Perisai Energi yang di buat oleh sosok yang menurutnya adalah Raja Iblis putih mulai retak.
Aura pendekar Roh Tahap Awal segera terpancar kuat, membuat Kelima orang dari Dunia Kultiva itu, menghentikan serangan mereka pada Sosok Iblis berselempang kain Putih itu.
“Klan Naga Hitam, Berani sekali kalian bersekutu dengan para Iblis jahat!”
Yao Chan menggertak kelima orang dari Dunia Kultiva yang semuanya memiliki kekuatan setingkat dengan Luo San, Pendekar Langit Tahap Akhir.
Namun Yao Chan menelan ludahnya saat mendapati Kelima orang tersebut, terlihat tidak gentar sedikit pun dengan Aura Pendekar Roh tahap awal yang ia pancarkan dari tubuhnya.
“Anak Muda, siapa kau? Sepertinya dirimu bukan dari Dunia Moxian ini. Jadi jangan mencampuri urusan kami, Lima Taring Naga Hitam!”
“Namaku Yao Chan, Aku dari Dunia Manusia Bumi. Aku tidak akan mencampuri urusan kalian jika kalian secepatnya angkat kaki dari Dunia Moxian Ini!”
Kelima Orang tersebut tertawa mendengar perkataan Yao Chan. Bahkan salah satu diantaranya terlihat terpingkal-pingkal.
Yao Chan tersenyum tipis melihat hal itu, merasa aneh melihat Pendekar Langit tahap Akhir sebegitu beraninya bersikap kepada Pendekar Roh Tahap Awal yang sengaja ia tunjukan.
Tawa kelima orang itu seketika terhenti, menyadari pemuda dengan tinggi tubuhnya dua kali dari tinggi mereka, ternyata menyembunyikan kekuatan yang lebih besar lagi.
“Pendekar Roh Tahap Menengah, Kakak Apa kita akan tetap melawannya?”
“Bodoh! Tentu saja kita harus melawannya, Jika tidak kita tidak akan bisa mendapatkan Mustika milik Raja Iblis putih itu. Lagi pula kita sudah dua kali melawan Pendekar setingkat dirinya, walau harus terluka parah, tapi kita berhasil mengalahkannya bukan?”
Sosok yang sepertinya pimpinan dari kelompok itu, membalas perkataan rekannya. Ia pun menatap Yao Chan dengan tajam seraya mengerahkan kekuatan penuhnya.
Melihat kakak tertua mereka telah mengerahkan kekuatan penuhnya, keempat orang lainnya segera pula mengerahkan kekuatan penuh mereka.
“Li’er Lindungi Raja Iblis Putih dan minta yang lain membantu para prajurit yang tengah terdesak! Aku akan mengurus mereka berlima.”
Setelah berkata demikian, Yao Chan segera mengerahkan Energi Qi sebanyak lima ribu kristal ke arah matanya.
Ia pun segera melesatkan ratusan Pedang Energi ke arah kelima lawannya yang menyebut diri mereka Lima Taring Naga Hitam itu.
Kelima Taring Naga Hitam itu terkejut melihat serangan cepat yang tak terduga itu, dengan panik mereka menghindari serangan pedang energi dengan melesat lebih tinggi di udara.
Yao Chan yang telah mampu mengendalikan beberapa Pedang Energi, kembali membalikan lima buah Pedang energinya ke arah lawan.
Melihat Lima Pedang energi meluncur cepat ke arah mereka, Lima Taring Naga Hitam segera menggunakan jurus mereka untuk menghadapi Jurus Pedang Mata Dewa milik Yao Chan.
“Kemarahan Naga Hitam!”
Kelimanya berteriak beramaan seraya menggerakan tangan mereka ke arah Pedang energi itu.
Dari masing-masing tangan mereka melesat energi hitam yang berbentuk Naga dan menghadang ke lima Energi Pedang Yao Chan.
Blaaar Blaaar Blaaar Blaaar Blaaar
Terjadi lima ledakan besar yang membuat udara berfluktuasi hingga menghempaskan Tubuh Lima Taring Naga Hitam lebih tinggi lagi ke udara.
Sementara Yao Chan merasakan kedua matanya menjadi pedih karena benturan energi tersebut.
Setelah kedua matanya kembali pulih oleh Energi dari Mutiara Jiwa Naga, Ia pun melesat ke atas untuk menyamakan ketinggian dengan kelima lawannya.
“Huh Kau pikir hanya dirimu yang memiliki teknik perubahan seperti itu. Siapkan formasi Taring!”
Setelah berkata demikian, Ke Lima Taring Naga Hitam itu segera bergerak dengan cepat mengurung tubuh Yao Chan dari lima arah yang berbeda.
Jari-jari kedua tangan dari Lima Taring Naga Hitam, terkembang ke arah Yao Chan yang tengah bermeditasi menggunakan jurus menggandakan diri.
Taring Naga Musnahkan Mangsa!
Dari sepuluh telapak tangan itu, melesat sepuluh Pedang Energi berukuran panjang dan melesat cepat kearah Yao Chan.
Yao Chan Berdecak kesal karena belum selesai membuat Sosok Duplikat Dirinya.
Ia pun terpaksa melesat ke atas untuk menghindari serangan dahsyat itu.
Namun Sepuluh Pedang itu bergerak mengikuti Yao Chan dan tetap mengurungnya dari sepuluh arah yang berbeda.
Yao Chan kembali berdecak Kesal, namun beruntungnya ia telah selesai membuat Tubuh duplikat untuk segera ia hentakan keluar dari tubuhnya.
Ia pun tersenyum memandang salah satu Anggota Lima Taring Naga yang sepertinya memiliki kekuatan paling lemah.
Ia pun mengalirkan energi qi dalam jumlah besar ke telapak tangannya dan bersiap menggunakan Jurus Tinju Naga.
*****