
Sementara itu di Alam dewa, Dewa naga terlihat sangat geram mendapati Segel yang ia buat lima ribu tahun lalu, telah hancur dan melepaskan Roh makhluk keji itu.
Makhluk yang semasa hidupnya yang sempat membuatnya sedikit kerepotan karena kekuatannya itu, berhasil ia Segel dengan Tombak Pemusnah Roh yang dipinjamkan oleh Dewa Tertinggi di Tiga Dunia ini.
Dewa Naga tidak memusnahkan roh Makhluk keji itu setelah ia berhasil menghancurkan jasadnya, tetapi menyegel roh itu sebagaimana yang diperintahkan oleh Dewa Tertinggi.
Saat menanyakan alasannya, Dewa Tertinggi hanya mengatakan bahwa ia memiliki tujuan yang masih dirahasiakan dari siapapun.
Ia berjanji kepada Dewa Naga akan membuka rahasia itu saat waktunya tiba, yaitu lima ribu tahun dari sejak makhluk itu tersegel.
Dewa Tertinggi lalu menjelaskan panjang lebar bahwa Segel yang terbuat dari Tombak Pemusnah Roh itu bernama Segel Pengikat Roh.
Segel ini dapat menyegel roh dari makhluk yang telah mati jasadnya atau pun Roh mereka yang masih hidup dan memiliki Teknik Melepas Roh Membekukan Raga.
Hal yang membuat lemah kekuatan segel ini adalah ledakan energi yang tercipta dari Sepasang Roh makhluk hidup yang bercinta.
Proses Pemusnahan Roh akan berlawanan dengan proses Penciptaan Roh. Seperti energi Yin dan energi Yang, Energi panas yang berlawanan dengan energi dingin.
Bercintanya sepasang roh adalah proses Penciptaan Roh yang dapat melepaskan energi Roh yang berakibat melemahkan kekuatan energi Pemusnah Roh yang digunakan untuk menyegel Roh lain.
Berdasarkan penjelasan itu, Lima Ribu Tahun lalu, Dewa Naga memberikan peringatan dan larangan keras kepada bangsa Peri dan bangsa Iblis untuk tidak bercinta saat mereka dalam wujud Roh.
Kedua Bangsa itu memang ditakdirkan mempunyai kemampuan Teknik Melepas Roh Membekukan Raga. Ataupun menggunakan teknik lain atau pusaka yang memiliki kekuatan serupa.
Jika mereka melanggar hal itu, maka akan terjadi malapetaka dahsyat satu tahun kemudian dimana akan terlahir seorang bayi yang dalam satu hari saja bisa tumbuh menjadi remaja karena menyerap Energi roh Kedua Orang Tuanya.
Setelah menyerap energi roh kedua orang tuannya dan membunuh mereka berdua, maka Makhluk keji itu akan memiliki kekuatan yang sangat besar dan menciptakan malapetaka.
Malapetaka itu dapat menyebabkan binasanya seluruh kehidupan dan kehancuran Dunia Moxian dan bahkan Dua Dunia lainnya.
“Mungkin hari ini tepat lima ribu tahun dari sejak saat itu, Sepertinya sekarang adalah waktunya aku menemui Dewa Tertinggi dan meminta penjelasan tentang alasan yang dulu Beliau rahasiakan.”
Dewa Naga yang dalam wujudnya sebagai Dewa Penjaga Tiga Dunia itu, segera memejamkan matanya.Sesaat kemudian tubuh Dewa Naga menghilang dari pandangan mata.
Dalam dua detik saja ia telah tiba di sebuah tempat yang tidak satupun manusia bahkan Dewa sekalipun bisa mendatangi tempat tersebut tanpa seizin pemiliknya.
Tempat itu adalah sebuah Awan Besar yang bercahaya sangat terang. Saat menginjakan kaki di awan tersebut, rasa nyaman mengalir dari telapak kakinya ke seluruh tubuh Dewa Naga yang tingginya tidak kurang dari lima meter itu.
Setelah berjalan seratus meter, Seekor Seringala Raksasa berwarna putih dan memiliki tubuh setinggi dirinya terlihat sedang menatap tajam dan menggeram ke arahnya.
“ Serigala Angin, Biarkan Ia masuk. Aku telah menunggunya.”
Suara lantang dan menggema terdengar seolah berasal dari belakang tubuh Serigala Raksasa itu.
Tubuh Seringala yang di panggil sebagai Serigala Angin itu dalam satu detik kemudian berubah menjadi kecil setinggi satu meter.
Serigala Angin itu berlari kecil mengikuti kaki Dewa Naga yang melangkah cepat dan lebar ke arah sebuah bangunan yang memancarkan Cahaya Kuning Keemasan.
Jarak bangunan itu dari tempat serigala Angin setidaknya satu kilometer namun di tempuh jalan kaki oleh Dewa Naga hanya dalam waktu kurang dari lima detik saja.
Terlihat sosok Tampan Dewa Tertinggi, sedang duduk santai sambil memainkan sebuah tombak dengan satu jarinya saja. Tombak yang dikenali Dewa Naga sebagai Tombak Pemusnah Roh
“Duduk dan minumlah Air Raksa Emas di cawan putih itu. Air itu akan meningkatkkan kekuatanmu sebanyak sepuluh persen.”
Wujud Dewa Tertinggi sama besarnya dengan wujud Dewa Naga, hanya saja cahaya kuning keemasan menyelimuti seluruh bagian tubuhnya.
Dewa Naga segera duduk di sebuah kursi yang berada di depan Sosok Dewa Tertinggi.
Ia pun lalu menenggak Secawan Air Raksa Emas yang memiliki energi sangat kuat.
“ Apakah kau sudah siap mendengar alasan yang ingin kau ketahui sejak lima ribu tahun lalu?”
“Hamba sudah siap Wahai Dewa.”
Dewa Naga menjawab dengan tegas dan sopan. Dewa Tertinggi tersenyum lalu melemparkan Tombak Pemusnah Roh kearah serigala Angin.
Seolah memilik Pemikiran, Tombak itu mulai memuli Serigala Angin yang tersu berusaha menghindarinya. Gerakan yang semula perlahan semakin cepat dan lebih cepat sehingga keduanya hanya terllihat seperti bayangan saja.
“Makhluk Keji itu akan terlahir kembali satu tahun dari hari ini, masih ada waktu untuk mempersiapkan manusia yang kau pilih itu. Perintahkan ia untuk berlatih lebih keras agar bisa menggantikan posisimu sebagai Penjaga Kedamaian di Tiga Dunia ini.”
Dewa Naga terkejut, tubuhnya bergetar walau ia berusaha menahannya. Ia pun mencoba mengingat apa kesalahannya sehingga ia harus dicopot dari jabatannya saat ini.
“Kau tidak bersalah apapun, kau Akan tinggal di sini menggantikan Aku, karena Aku akan kembali ke Alam dimana Aku di ciptakan bersama ke dua saudaraku.”
Tubuh Dewa Naga bergetar lebih hebat lagi mendengar perkataan Dewa Tertinggi, rasa terkejutnya membuat ia berdiri dengan tubuh yang bergetar hebat. Membuatnya tak mampu berkata-kata lagi.
Setelah ia duduk kembali, Dewa Tertinggi pun menjelaskan lebih lanjut. Bahwa makhluk Keji itu akan menjadi Ujian Terakhir bagi manusia yang Dewa Naga pilih yaitu Yao Chan untuk menjadi Dewa bagi Tiga Dunia.
Jika Yao Chan berhasil dalam ujian dan mengalahkan Makhluk Keji itu, maka ia akan menggantikan posisi Dewa Naga saat ini.
Untuk itu, Dewa Naga diperintahkan untuk menemui Yao Chan dan memberitahu hal tersebut kepadanya.
Selain itu Dewa Tertinggi juga menitipkan Tombak Pemusnah Roh untuk digunakan Yao Chan melawan Makhluk keji itu.
Setelah berhasil memusnahkan Roh Keji itu, Yao Chan harus mengembalikan Tombak Pemusnah Roh, jika tidak maka ia tidak akan bisa melakukan Proses Penciptaan Roh sekalipun memiliki empat orang Isteri yang sangat cantik.
**
Di suatu tempat di bagian lain Dunia Moxian di waktu yang sama dengan saat terjadinya fenomena Awan Hitam itu, Sesosok Iblis Perempuan membuka mata merahnya yang telah terpejam ratusan tahun.
Hal itu ia lakukan saat merasakan guncangan hebat di ruangan Goa yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah ia berada di goa itu selama hampir tujuh ratus.
Selama itu ia terus bermeditasi untuk menyembuhkan luka dan meningkatkan kekuatannya demi menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Perseteruan ribuan tahun lalu dengan Raja Iblis Putih yang sangat kuat, membuat Suaminya, Raja Iblis En Mo tidak berhasil mengalahkannya.
Hal itu membuat kekuatan Bangsa Iblis melemah karena terpecah menjadi dua kelompok besar. Kelompok Iblis Pecinta Kedamaian yang di Pimpin oleh Raja Iblis Li Mo dan Kelompok Iblis Pecinta Kerusakan yang di Pimpin oleh Raja Iblis En Mo.
Ratu Iblis segera bangkit dari duduk meditasinya, ia pun lalu memejamkan matanya, sekejap kemudia tubuhnya telah hilang dari ruangan itu dan muncul di sebuah Singgasana yang biasa di tempati suaminya Raja Iblis En Mo sebelum di segel oleh Dewa Naga.
“Panglima Iblis Hen Mo, Temui aku di Istana Raja Iblis secepatnya!”
Mendapati ruangan itu tidak terlihat satupun prajurit Iblis, Ratu Iblis segera berteriak keras hingga suaranya terdengar menggema di seantero istana.
Teriakan itu membuat sesosok Iblis yang bernama Hen Mo mengerutkan dahinya. Saat berhasil mengingat siapa pemilik suara itu, wajahnya berubah menjadi senang.
“Yang Mulia Ratu Iblis Rin Mo Telah Kembali, Aura kekuatannya sangat besar melebihi Yang Mulia Raja En Mo.”
Panglima Iblis Hen Mo yang tengah menatap Gumpalan awan hitam yang sedang bergerak aneh itu terlihat kebingungan.
Ia ingin memenuhi panggilan Ratu Iblis, namun disatu sisi Ia ingin melihat apa yang terjadi selanjutnya ketika melihat awan hitam bergerak ke satu titik yang sangat jauh dari tempatnya berada.
Bergeraknya Awan hitam itu membuat langit diatas Istana Iblis dan tempat lainnya menjadi kembali terang kecuali area di satu titik gumpalan awan hitam itu.
Dari gumpalan awan hitam itu tiba-tiba melesat seberkas Cahaya Merah kehitaman menuju permukaan tanah.
*****