Pendekar Tiga Dunia

Pendekar Tiga Dunia
TPS 006: Tujuh Sisi Gelap


Hu Liang, Yehlu San dan empat adik Yao Shen, terbelalak lebar matanya saat melihat paras orang yang membuka kain penutup kepalanya.


Bahkan Gai Jien sendiri, terlihat kaget saat mendapati sosok yang telah bergabung dengan Klan-nya sejak sebulan yang lalu, memiliki wajah yang sama persis dengan Yao Shen.


Yang membedakan keduanya adalah pada suara serta bola matanya. Salah satu diantaranya, memiliki bola mata yang seluruhnya berwarna hitam dan suara yang berat.


“Shen Gege … Mereka yang mengenakan penutup kepala adalah sisi gelap masing-masing dari kita.” Setelah terdiam sejenak, Xian Li lalu melanjutkan perkataannya.


“Percuma kalian menutupi wajah, Aku sudah tahu jika kalian adalah sisi gelap dari kami bertujuh.”


Di sisi lain, Yao Ling terkejut mendapati Xian Li mengetahui hal yang sama dengannya. “Apakah ini karena kekuatan dari serpihan inti Batu Yinyang?” Tanya gadis dengan tubuh elemen es itu dalam benaknya.


Enam orang yang lainnya segera membuka kain penutup kepala mereka, seraya memancarkan aura kekuatan di tahap lima Tingkat Pendekar Dewa.


Sementara sisi gelap Xian Li, memancarkan aura kekuatan di tahap Satu Tingkat Pendekar Dewa Sejati. Begitu juga dengan sisi gelap Yao Shen yang kini menunjukkan raut wajah yang kesal.


“Ini akan menjadi pertarungan yang sulit. Mengapa Ayah tidak datang? Mengapa Ayah tidak memberitahu kami, jika sisi gelap kami telah memisahkan diri.” Yao Shen menatap langit dengan dahi berkerut.


Tidak terbersit dalam benak Yao Shen Ia dan ke enam adiknya, harus menghadapi situasi seperti yang saat ini tengah terjadi. Xian Li yang melihat kegundahan kakaknya, segera mendekati Yao Shen.


“Shen Gege … Biar Aku yang mengurus mereka semua!” Dahi Yao Shen berkerut, apalagi setelah Yao Ling juga berkata akan membantu Xian Li.


“Apakah kalian berdua sedang bercanda?” Tanya Yao Shen. “Tidak Shen Gege … “ Xian Li melayang perlahan mendekati sisi gelap Yao Shen yang segera menjadi waspada. Yao Ling pun ikut melayang di belakang Xian Li.


Sisi gelap Yao Ling, tiba-tiba melesat menghadang sisi baiknya. “Mau kemana kau!” Yao Ling hanya tersenyum dingin. “Menyegelmu dan juga kalian semua!”


Usai berkata demikian, Yao Ling yang telah ditingkatkan kekuatannya dari serpihan Inti Batu Yinyang, tiba-tiba telah berada di belakang Sisi gelapnya dan mencekik leher gadis itu.


Terlihat sisi gelap Yao Ling berusaha melawan Yao Ling dengan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bisa membebaskan diri.


Hal itu membuat Dunia Kultiva mengalami goncangan seperti sedang terjadi gempa bumi. Namun, Yao Ling terlalu kuat bagi sisi gelapnya.


Tubuh Yao Ling memancarkan cahaya biru yang sangat menyilaukan dan membuat suhu udara menjadi turun dengan drastis. “Zhun! Lindungi mereka!” Yao Shen berteriak keras.


Belum sempat Yao Zhun membuat perisai pelindung dari tanah untuk melindungi Hu Lian dan lainnya, suhu udara telah kembali menjadi normal. Terlihat sisi gelap Yao Ling telah membeku dalam sebuah bola es.


Raut wajah enam sisi gelap yang lain, terlihat tegang melihat apa yang Yao Ling lakukan. Perbedaan kekuatan diantara mereka begitu jauh. Xian Li tersenyum, mendapati kekuatan Yao Ling telah setara dengan kekuatannya.


Yao Ling melesat untuk menyegel enam sisi gelap yang lain. Kecepatan dan kekuatannya yang Ia miliki saat ini membuat mata Yao Shen melotot lebar.


Dalam waktu kurang dari dua menit, Yao Ling telah membuat ke tujuh sisi gelap mereka, terkurung dalam bola segel es miliknya. “Shen Gege … Segel mereka dengan kekuatan dari tujuh elemen kita.”


Xian Long yang ber-elemen angin, mendapat urutan berikutnya. Kemudian segera disusul oleh Xian Li dengan segel Apinya. Penyegelan kemudian dilanjutkan oleh Yao Fan dengan elemen logamnya.


Yao Shen mengeluarkan Tombak Inti Petir saat gilirannya tiba. Yao Shen mengarahkan ujung tombak dan melepaskan tiga buah petir ke setiap bola segel itu. Kini ke tujuh bola segel itu, memercikan lidah petir sepanjang lima meter di setiap sisinya.


“Zhun! Buatkan lubang di dalam tanah untuk mengubur mereka!” Yao Zhun yang mendengar perintah dari Kakak tertuanya, segera mengerahkan kekuatan ber-elemen tanah.


Sebuah danau kecil sedalam seratus meter, perlahan mewujud, saat Yao Zhun menggerak-gerakkan tangannya. Hal itu membuat Hu Liang dan Yehlu San tercengang melihatnya.


“Putera-puteri Dewa Yao Chan bukan kaleng-kaleng. Kekuatan mereka benar-benar di luar nalar.” Hu Liang bergumam sendiri karena rasa kagumnya.


Yao Shen lalu memasukkan ke tujuh bola segel itu ke dalam tanah. Yao Zhun kembali menutup danau dengan kekuatannya. Bahkan Ia memindahkan dua buah bukit dan meletakkan di atas segel tersebut setelah mengubah bentuknya.


“Dasar bocah mes**m!” Xian Li menggerutu setelah melihat bentuk bukit yang Yao Zhun pindahkan, berubah seperti dua buah bukit yang dimiliki perempuan dewasa.


“Zhun’er! Jangan main-main! Kembalikan seperti bentuk semula!” Xian Li membentak marah. Sementara Yao Fan justru membuat Sang kakak semakin geram dengan ucapannya.


“Zhun … Kurang besar bukitnya! Dari jauh tidak kelihatan. Warna tanahnya jangan coklat dong, kurang me…”


Yao Fan terdiam saat merasakan rasa panas pada telinga kanannya yang telah berada di antara jari telunjuk dan jempol milik Xian Li. “Suruh kembalikan ke bentuk semula atau telinga mu ku buat matang setengah gosong!”


Yao Fan meringis, pura-pura mengaduh sambil melotot pada Xian Long. Sementara Xian Long tersenyum senang melihat situasi Yao Fan yang sering membullynya itu.


“Enci Li … Akan ku minta pada Ling’er untuk membuatkan sambal. Sepertinya enak sekali makan sate kuping setengah gosong.”


Xian Long melengos ke arah Yao Ling, sambil menghindari tatapan kemarahan Yao Fan yang telinganya sudah memerah seperti bara api.


Xian Li yang masih ingin memaksa Yao Fan, tiba-tiba tersentak kaget. Hal yang sama juga dialami oleh Yao Ling. Sementara Yao Shen baru menyadarinya, setelah melihat ke arah tatapan mata Yao Ling dan Xian Li.


“Li’er … Siapa mereka? Auranya sangat besar sekali bahkan melebihi Aura Ayah.” Suara Yao Shen terdengar bergetar, sesaat setelah merasakan Aura kekuatan dari atas tempat mereka.


Semua orang terdiam dengan mulut terbuka dan wajah yang terlihat sangat tegang. Pandangan mereka tertuju ke arah Gumpalan awan raksasa yang bergulung seperti angin tornado.


Gumpalan awan itu begitu besar, bahkan diameternya mencapai satu kilometer lebih dengan percikan petir yang sangat besar.


Xian Li hanya menggeleng menjawab pertanyan Yao Shen. Sementara tubuh Yue Jie dan dua manusia Dunia Yinyang lainnya, terlihat bergetar hebat. Keringat mengalir membasahi wajah mereka yang telah pucat pasi.


“Penyihir Kuno Labamba dan Labimbi!” Desis Yue Jie dengan suara bergetar yang mebuat Yao Shen segera mendekatinya. “Nona Jie … Apakah kau mengenalnya?” Tanya Yao Shen sambil menatap tajam dan curiga pada Yue Jie yang tersenyum karena dipanggil “Nona” lagi oleh pemuda tampan itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-0-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=