
"Iya, kita harusnya diberikan panduan begitu memasuki kota. Tadi itu hampir kita di keroyok ribuan infected."
"Apa kalian pernah menghadapi sebanyak itu?" Aku bertanya pada sang prajurit.
"Tentu pernah tapi kami mengintai dan mengiring mereka ke satu tempat biasanya, bukan mereka yang mengepung kita dari segala arah seperti tadi. Resiko hampir minimal. Tadi mengerikan bagaimana jika kita kehabisan amunisi." Semua orang diam sekarang.
Perjalanan kami tempuh dalam keheningan kemudian. Ada beberapa halangan pohon tumbang, jalan kadang berlumpur sehingga beberapa orang harus menyiapkan pijakan bagi ban truk agar lebih mudah melaju, tapi semua orang berusaha mengerjakannya tanpa banyak suara.
Kami akhirnya kembali ke jalan aspal lagi. Masih tetap sepi, kecuali beberapa mobil yang kami temui di tengah dan pinggir jalan. Kadang di tinggalkan begitu saja.
Kali ini nampaknya ada mobil di belakang kami. Berjalan, penumpangnya melambai ke kami. Tanda mereka mau bicara. Dua orang laki-laki berusia 30 tahunan menghampiri kendaraan kami.
"Officer kami ada orang sakit, apa kalian punya persediaan obat untuk demam?" Kudengar dia bicara dengan orang yang kutahu adalah wakil kapten setekah kendaraan berhenti. Aku langsung turun karena aku medis.
"Demam? Karena apa, aku seorang perawat?" Aku langsung curiga dengan demam.
"Dia hanya terkena flu Nona, bukan gejala terinfeksi aku bisa jamin. Tapi kami kehabisan obat. Aku mencari persediaan ke apotik yang di tinggalkan tapi ternyata tak ada sama sekali."
"Ada kota aman baru kira-kira sejam perjalanan dari sini, Hot Spring. Kami akan ke Little Rock dulu setelah itu akan lewat sini lagi. Kalian mau ikut? Ada rumah sakit, persediaan makanan memadai, keamanan, listrik, tapi kalian harus ikut perintah militer, kota harus menghasilkan makanannya sendiri. Semua penduduk kota harus berkerja menghasilkan makanan. Berapa jumlah kalian
"Kurasa besok pagi mungkin sekitar jam 9-10 . Kalian harus menunggu disini jika mau ikut. Masih ada ruang di truk. Jika kalian tidak punya kendaraan cukup." Kapten misi sekarang memberikan clue bahwa kami besok baru akan kembali.
"Baiklah aku akan segera mengatakan pada mereka. Kami akan menunggu disini jika mereka setuju ikut."
Kami berpisah kemudian Kurasa mereka akan setuju untuk ikut, jauh lebih baik di kota aman. Kami memasuki sebuah pinggir kota kemudian. Harusnya tak akan jauh lagi dari Little Rock.
"Ini belum Little Rock, kita harus berhati-hati disini, banyak kantong-kantong infected. Kita akan mengirimkan drone terlebih dahulu untuk memantau keadaan, baru kemudian kita bergerak tanpa keributan. Karena kita harus melewati kota ini."
Kami bergerak perlahan blok demi blok jalan. Berusaha tidak menyebabkan keributan berarti. Karena satu suara keras, maka infected satu kota akan mengejar kami.
Sekarang para prajurit itu menggunakan cara manual, mereka menggunakan tombak dan pemukul untuk menghabisi sasaran. Semua dilakukan denhan suara minimal untuk meminimalisir suara.
Aku dan Aaron menunggu mereka selesai sekarang. Tapi kami terus maju blok demi blok. Semua orang turun tinggal kami berdua yang ada di mobil.
Tiba-tiba entah dari mana dua infected muncuĺ di belakang bak truk. Aku berteriak karena kaget.
bersambung besok....