
Penyidikan memang mengarah ke orang kepercayaan Jacob yang bernama Mark Humphrey, orang yang disebutkan Kylie. Dari dia semua uang ini berasal.
Semua peraturan sudah dikunci dan tim keamanan sudah dibentuk, pengeluaran akan membengkak untuk ini. Aku menyiasatinya dengan meminta bantuan kepolisian wilayah sampai situasi bisa dikendalikan.
Kekuatan ribuan orang? Apa mereka berani macam-macam jika kami menetapkan peraturan.
"Sir, para calo penyewa protes kita menahan uang mereka." Manager-manager melaporkan hal yang sama di saat yang bersamaan.
"Apa mereka berani membuat keributan?"
"Saat ini belum, tapi semua dari mereka protes sambil membawa orang-orang yang katanya adalah pengawal mereka dan memprovokasi pegawai kita. Apa yang harus kita jawab Sir?"
"Biarkan saja mereka menunggu, bilang kepada mereka pusat akan membuat pengaturan pengembalian uang tapi belum diputuskan. Kapan dan bagaimana. Suruh saja mereka menunggu tanpa kepastian. Jika mereka melawan tangkap dan masukkan mereka ke penjara karena menggangu kepentingan publik."
"Kami mengerti Sir."
Jika orang-orang itu berani membuat keributan mereka akan menaruh diri mereka sendiri dalam masalah.
Dan saatnya nanti aku akan naik dan bernegosiasi sendiri otak masalah itu sendiri. Mark Humphrey.
Tapi itu nanti, aku akan mengantung masalah ini setidaknya seminggu ke depan. Jika dia berani membuat keributan akan lebih mudah untukku bisa mencekik lehernya.
\=\=\=\=\=\=
"Jenderal Gillian." Aku makan baru selesai dengan makan malam dengan kolegaku di sebuah restoran hotel di DC ketika seseorang memanggilku.
"Bagaimana jika aku mentraktirmu minum di bar, apa kau harus pulang cepat." Sebuah tawaran yang tak bisa kutolak karena dia sudah membantuku mendapatkan petunjuk soal Mark Humphrey, tadinya aku ingin pulang dan segera menelepon Eliza, beberapa hari ini dia harus merawat Andrew di rumah sakit, kedekatan mereka membuatku merasa tersaingi di sini. Tapi jika aku menolak ini, Kylie akan kecewa, toh ini cuma menerima traktirannya.
"Karena kita sudah bertemu di sini. Kenapa tidak." Dia tersenyum lebar sekarang.
"Kau baik sekali. Aku yang mentraktirmu okay."
"Baiklah terserah padamu."
"Kita ke bar di rooftop saja oke. Pemandanganmya bagus." Tanpa basa-basi dia langsung mengandeng lenganku. Aku membiarkannya, hanya menggandeng lengan, bukan hal yang besar.
"Senang bisa bertemu denganmu tanpa sengaja begini, aku tadi melihatmu di restoran saat bersama kolega. Kolegaku sudah pulang tadi aku sengaja tinggal lebih lama untuk kesempatan mengajakmu mengobrol." Gadis ini menyukaiku, dan tanpa ragu mengungkapkannya, dia nampaknya tak perduli aku mengatakan sudah punya kekasih. Atau mungkin dia tahu dari Rachelle bagaimana kondisi hubungan kami yang belum sepenuhnya disetujui oleh keluarga Eliza.
"Bagaimana masalahmu dengan Russel? Kau sudah menyelidikinya." Tapi dia tak melankolis mengharapkan dengan membabi buta, dia nampaknya tahu aku akan terganggu jika dia menempel padaku dan terlalu mengharapkan.
"Aku sudah menyelidiki nama yang kau berikan, Mark Humphrey dan dia memang terlibat, aku sudah punya rencana menghadapinya. Ini berkat informasi darimu juga jadi aku tahu siapa yang aku hadapi, terima kasih untuk itu."
"Nampaknya akan menjadi permasalahan yang pelik."
"Aku akan mencoba menyederhanakannya nanti."
Tak lama kami sampai di sebuah bar dengan pemandangan DC yang mempesona.
"Lama aku tak kesini." Pandangannya melayang menyapu pemandangan berkilau lampu-lampu di depan kami.