
POV Alexsey
Svetluny-ku akhirnya kudapatkan kembali. Walaupun dia sekarang ada di Milan dalam tiga minggu ke depan dia akan kembali.
"Setelah pekerjaanmu selesai cepatlah kembali." Mendapatkan dia kembali di pelukanku sangat melegakan. Setelah dua hari ini membayar hutangnya akhirnya aku membiarkannya pergi lagi.
"Ehmm... kau tidak menyusulku ke Milan." Sekarang dia menyuruhku menyusulnya, kemarin dia sama sekali tak ingin membalas satu katapun di emailku, gadis kejam ini membuatku tak enak makan tak enak tidur selama empat bulan.
"Itu penerbangan yang panjang Moon, aku banyak tak fokus pekerjaan empat bulan ini. Aku harus mengejar banyak hal. Ini juga karena kau." Kuketuk keningnya dengan gemas tapi tak bisa marah.
Aku sangat marah mendengarkan dia ingin mengembalikan hadiahku, aku bertekad memarahinya sampai aku puas, tapi saat bertemu dengannya aku tak berdaya. Satu bulir air matanya sudah membuatku luluh.
Aku tahu dia juga banyak menangis, tapi jalan yang diambilnya membuatku tak habis pikir.
"Aku membuat kekacauan nampaknya. Apa kau menderita Tuan Mafia." Dia cekikikan sementara aku ingin menghukumnya lagi. Sama sekali tak merasa bersalah sampai sekarang. Harusnya kuikat saja dia dan menghukumnya sampai dia minta ampun.
"Ya aku menderita, kau senang melihat penderitaan yang kau sebabkan untukku berhasil, kau kau mencicil bayaran ?"
"Aku minta maaf, aku juga banyak menangis."
"Itu karena kau bertindak bodoh!"
"Iya aku tahu." Sekarang dia sadar diri.
"Jangan lakukan lagi.Jika tidak kau akan kusekap di Moscow." Dia tertawa dengan ancamanku.
Akhirnya masalah dengan Svetluny selesai, itu membuatku lebih fokus. Aku bisa melepasnya pergi dengan tenang.
"Apa yang terjadi denganmu?" Dia membawa bundel laporan yang kemarin yang mau tam mau harus kutangani hari ini.
"Aku menemukan Svetluny, ..." dia sekarang meringis lebar begitu tahu apa yang menyebabkan aku tersenyum begitu lebar.
"Ahh, rupanya begitu. Nampaknya gunung sudah selesai memuntahkan laharnya." Aku tertawa itu analogi yang tepat, tekanan telah dilepaskan kurasa otakku bisa berfungsi dengan baik sekarang.
"Aku siap bekerja, siapa yang punya masalah, bawa kesini aku tak akan marah-marah, kepalaku sudah dingin." Anna tertawa.
"Vladimir bilang dia butuh kehadiranmu di Moskow untuk peluncuran secara resmi, walaupun biasanya Ayahmu yang menangani situasi sekarang beberapa orang penting ingin bertemu sendiri denganmu. Jadi kau diundang ke sana."
"Itu sangat kebetulan, Paman dan Bibi ingin aku segera memasùki kantor Moskow untuk mempersiapkan fasa transfer jabatan. Kukira aku harus pergi lebih cepat mengurus masalah ini. Aku akan menelepon Vladimir segera."
"Ehm aku memperhatikan perusahaan induk Sergie beberapa hari terakhir. Ada perkembangan baru..." Perusahaan yang dipimpin Sergie fokus ke hotel dan restoran.
"Ohh apa?"
"Dia nampaknya punya investor baru yang bergabung. Nilai sahamnya melonjak... Aku mendapatkan data mereka mengakuisisi Paradise International. Itu akuisisi yang besar."
"Ohhh, akuisisi Paradise International?" Sekarang nampaknya Sergie menunjukkan perlawanan. Dan perlawanannya bagus.
"Kau harus hati-hati, nilai pencapaiannya bisa langsung menyalipmu."
"Itu bagus, nampaknya dia punya kepercayaan diri juga mengejarku. Akuisisi..." Aku berpikir sebentar, sku masih punya dana yang bisa di invetasikan di NY. Ada beberapa peluang yang bisa dieksekusi. Aku perlu melakukan pekerjaan di NY.