BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 38. Take Care


Aku duduk didepan pintu triage sore menjelang malam ini, kami tidak ada pasien hanya berjaga. Ada berita bahwa Memphis sebagian wilayahnya jatuh ke dalam zona karantina. Ada ledakan infeksi disana. Walaupun itu jauh sekitar 370 mil atau 5,5 jam perjalanan dari Henryetta tapi tak urung  itu membuat kami semua merasa lebih tertekan. Ada 1,3 juta penduduk,  zona jatuh ke zona isolasi maka bagian itu mungkin ribuan korban sudah jatuh.



Wilayah perkotaan selama tidak ada ledakan infeksi maka lebih  aman karena dilindungi Garda Nasional tapi jika ada infeksi maka kekacauan akan lebih merajalela antara ketakutan terhadap infected atau kekacauan karena setiap orang mencari makanan untuk keluarganya.


Kesibukan masih terjadi untuk perpindahan besok. Aku melihat mereka semua  mempersiapkan peralatan dan perlengkapan dari tempatku berjaga.


“Jaga dirimu disini.” Andrew menepuk bahuku saat aku duduk beristirahat di triage yang sepi, tadi ada beberapa pasien ringan yang bisa ditangani dengan cepat. Sementara kesibukan masih terjadi di luar sana sampai sore.


“Kau yang harus menjaga dirimu. Kau yang pergi keluar.” Aku menepuk balik bahu Andrew yang akan pergi segera ke kota dan menyisir setiap supermarket terdekat untuk memastikan dapur umum kami tetap berjalan ditengah  mangkin langkanya stok yang kami terima. Ada lebih 700 orang dishelter aman ini yang harus diberi makan.


“Tenang saja kami sebenarnya hanya  berhadapan dengan mayat hidup yang butuh makan. Selama kami tak mengambil resiko terlalu besar tak akan ada masalah. Asal tak kehabisan amunisi dan terkepung.”


“Aku juga berharap begitu. Kapan kalian akan kembali?”


“Secepatnya jika kami bisa memenuhi kendaraan dengan bahan makanan yang kami temukan dari kota terdekat sini.”



“Kau benar,semoga wilayah ini segera jadi zona aman lagi.” Aku melihat kearahnya. Entah kenapa aku merasa dia sangat baik perhatian padaku. Mungkin karena selama beberapa saat ini kami sering terlibat bersama.


“Susan akan kehilangan de Angelo  beberapa saat.” Aku tiba-tiba mengalihkan pikiranku ke Susan.


“Ohh, pasti dua love birds itu akan saling kehilangan.” Dia tertawa dan kami berpandangan sebentar. Mungkin aku juga akan merasa kehilangan orang yang memperhatikanku juga disini. Tapi aku yakin dia akan baik-baik saja. Dia akan kembali lagi dalam beberapa hari.


“Jika semua normal lagi, mungkin kita akan melihat sebuah pesta pernikahan ...” Jika semua normal lagi, mungkin Susan akan menikahi DeAngelo, aku akan mengiyakan permintaan Freddie untuk menikah. Itu yang  ada dipikiranku sekarang. Jika kami diberi kesempatan kedua untuk bertemu lagi, kami akan menikah.


“Mungkin saja. Tapi dunia masih akan terlalu rapuh, seorang anak akan berada dalam masa tersulitnya selama beberapa saat. Aku memikirkan para bayi, para Ibu, mereka kehilangan rumah dan tempat perlindungan. Hal yang sangat berharga sekarang.” Aku teringat Ibu yang bersedia menemani anaknya kemarin. Iya itu sangat menyakitkan, menyedihkan, tapi mungkin bagi dua jiwa itu mereka telah tenang.


“Mungkin minggu depan mereka menemukan cara menyembuhkannya.”


“Mungkin, semoga itu terjadi segera. Tapi bagaimanapun kita semua masih harus berjuang panjang untuk bangkit dari pandemi ini. Keadaan akan tetap sulit.”


Kami sesaat duduk berdampingan beberapa  saat tanpa bicara begitu saja. Memikirkan apa yang ada didepan kami. Kusadari dia benar akhirnya, dunia akan tetap berjuang untuk bangkit selama beberapa saat. Apapun yang terjadi didepan akan tetap penuh perjuangan.