BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 133. Chaos


"Akan kubunuh pria bangsat itu!Mana dia?!" Masalah besar datang bersama teriakan penuh amarah itu. Aku dan Tom yang sedang berada di selasar berlari ke arah suara yang nampaknya dari kamar perawatan itu.


"Richard, Ken! Ada kerusuhan di sayap kanan!" Tom memanggil bantuan yang diperlukannya pagi itu. Jangan sampai orang itu membawa senjata ke sini.


Tapi harapanku nampaknya jauh dari kenyataan, Ayah Daisy membawa senjatanya dan menuju ke kamar anaknya. Dia benar-benar gelap mata sekarang. Sementara istrinya berusaha menahannya. Jika Ayahnya terbunuh bagaimana nasib bayi itu.


"Sir, ...tenang dulu!" Aku menghentikan langkahnya yang maju ke kamar perawatan anaknya.


"Kau lagi perawat sialan! Mundur atau mau juga akan menerima akibatnya!"


"Berikan pistol Anda Sir, ini rumah sakit." Tom sekarang mengangkat tangannya untuk menenangkan pria itu. "Pistol hanya untuk infected bukan manusia. Ingat itu..."


"Kalian menyingkirlah, ini urusan keluarga!"


"Sir, putri Anda sudah menjadi bagian kota ini, dia warga kota. Anda tidak bisa memaksanya , dia punya hak sendiri menentukan hidupnya terlepas dari Anda. Jika Anda membuat keributan di sini akan ada hukum yang berlaku di sini." Kurasa dia akan benar-benar menembaknya jika dia bertemu dengan Dixon. "Anda tak bisa main hakim sendiri di sini. Berikan pistol Anda. Anda bisa bertemu dengannya tapi tidak dengan pistol itu." Tom masih bicara dengan persuasif. Tangannya tidak bergerak menantang dengan pistol juga.


"Kalian benar-benar..."


"Joe sudahlah, sampai kapan kau begini... Biarkan mereka di sini, putri kita tak kekurangan di sini."


"Ini semua juga gara-gara kau! Harusnya dulu kuhabisi saja bangsat itu."


"Kalau kau tidak mau mengalah! Aku juga akan pergi! Kenapa kau keras kepala sekali! Aku akan tinggal di sini bersama putri dan cucuku! Dia bahagia! Tidakkah kau lihat itu, dan Dixon tidak seburuk yang kau katakan!" Sekarang sang Nenek juga mencercanya. Ini sama sekali tidak bagus. Di belakang kami Richard dan Ken sampai.


"Kau terlalu banyak bicara! Kalian terlalu banyak bicara! Menyingkir! Dia orangku, pegawaiku, kalian tak punya hak." Kali ini dia maju dengan pistol di tangan.


"Ken!" Tom memberi tanda.


Ken berlari menyergapnya dari belakang. Semua terjadi begitu cepat. Pistol itu mengarah ke arah kami. Aku menatap pistol itu dengan ngeri.


"Awas!" Bersamaan dengan itu sebuah tembakan meletus. Seseorang menubrukku dengan tubuhnya ke samping dan membuatku terlempar ke lantai.


"Shi*t." Apa yang terjadi. Siapa yang menubrukku. Bukankan ini suara James?


"James?" Aku melihat wajahnya dan tubuhnya menutupiku.


"Aku tertembak." Dia meringis kesakitan di atas*ku dengan napas tere*ngah. "Fuc*k."


"Dokter James!" Suara Tom dan suara yang lain memanggil James.


"James?!" Dia berbalik tergeletak di lantai. "James!" Apa yang terjadi tembakan itu mengenainya?!


"Punggungnya!" Dokter Deborah yang pertama muncul karena ini wardnya. Aku membeku melihatnya terkapar. "Panggil Dokter Joshua! Ambil bed dorong!" Dia terkena peluru nyasar itu, harusnya aku yang terkena. Sekarang aku sadar apa yang terjadi.