BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 47. The New Infected Refugees 2


“Semua tampaknya punya gejala yang sama, ditambah ini  masuk dalam tabel gejala...” Dokter Mike menambahkan.


“Beri mereka pereda panas oral dulu, jalankan tes darah. Kita perlu ruangan karantina...” James  berbisik padaku setelah tiga dari kami mengkonfirmasi semua gejala mereka.


“Kontainer perawatan 6.” Aku menyebut ruangan perawatan terujung kami. Dan ruangan itu memang sudah di perkuat untuk keperluan  karantina.


“Iya. Siapkan. Wawancara mereka apa yang mereka makan  dan minum sebelum ini. Beritahu yang lain kita menjalankan observasi ini...” CDC sudah menetapkan protokol isolasi untuk kasus seperti ini. Aku mulai memberi kode ke semua tim kami. Tapi kami tentu saja tak memberitahu kepada pasien yang terkena protokol isolasi.


“Kalian datang konvoi berdelapan, kalian keluarga?”


“Ohh kami ada tiga keluarga. Tapi kami 9 orang, ada seorang  anak muda Asia yang ikut kami, dia hanya bekerja di Springdale, tidak punya keluarga di sana dan dia mau ikut dengan konvoi kami, kami mengizinkan karena dia punya mobil jeep yang kami pikir bisa untuk menerobos infected jika diperlukan.” Ini aneh, kenapa yang satu lagi baik-baik saja.  Aku menanyakan apa makanan mereka selama 2  hari mereka  mencoba  mencari kami. Mencatat dengan detail semua informasi, sementara kami mengambil sample darah, dan para dokter memberikan suntikan booster dan pereda sakit.


“Kalian perlu istirahat, itu akan membantu.”Kami mengarahkan semua pasien untuk beristirahat sementara tenaga kesehatan yang lain akan mengecek sample darah mereka.


“Beri mereka penenang...” Aku mendengar James berbisik kepada Noah. Kurasa entah bagaimana kami semua tahu entah bagaimana ini tidak akan berakhir baik. Aku juga punya perasaan begitu. James membawa  contoh darah keruangan laboratorium di  kanan triage, meninggalkan kami menjalankan prosedur selanjutnya.


“Kau dengar kata  Boss,...” Noah bicara padaku. Aku mengambil dose pentobarbital , jarum suntik. “Tiga saja, mereka hanya  3 keluarga...Kita harus menghemat persediaan.”


Perawat yang lain mengatur mereka mendapatkan bed mereka setelah darah mereka diambil. Dan Noah dan aku masuk, Mike disana melihat apa yang kami bawa. Dia melihat ke arahku.


“Boss order.” Aku berbisik.


“Kalian satu keluarga berdekatan bukan. Persedian perlengkapan kami  terbatas, jadi kami akan memberikan kalian dose obat ini jarum bergantian untuk satu keluarga oke.” Mike dan Noah memberikan suntikan kepada mereka.


“Apa kami akan baik-baik saja Doc.” Salah seorang bertanya.


“Kalian akan baik-baik saja. Kalian harus istirahat dulu, kalian akan lebih baik. Semua dari kalian sudah berada si shelter militer. Ini aman dan tak ada yang perlu ditakutkan.” Mike berusaha menenangkan pasien, kurasa setelah ini, aku tak akan tahu apa mereka akan ingat siapa diri mereka.


“Mungkin kita bisa memancing  lagi Hudson,...”Pasien dari ujung menimpali.


“Dan menyiapkan barbeque.” Mungkin yang disebelahnya adalah istrinya. 


“Dan kuliah lagi...” Anak mereka menimpali.


“Ohhh aku ingin ke menonton film lagi, infected ini harus musnah segera. Benar kan dokter ganteng.” Seorang  gadis perempuan menggoda Noah.


“Benar sekali banyak film superhero yang perlu kita  selesaikan seriesnya. Jika ini berakhir aku akan mengajakmu nonton Leah...” Noah dengan baik hati  membalas gadis remaja itu. Membuatnya gadis itu tersenyum lebar dan semua orang tertawa.


“Aku akan menagih janjimu dokter tampan.”


“Baik-baik.”


Mereka semua tertawa,  aku melihat itu ikut tertawa, tapi mungkin mereka bisa bergembira untuk terakhir kalinya. Setelah ini mereka akan ketempat yang lebih baik daripada dunia ini. Mungkin...


Dalam lima belas menit obat penenang itu membuat mereka tertidur dengan lelap. Aku melihat dari luar ruang karantina, sebelum melapor ke keamanan dan para prajurit memborgol mereka ketempat tidur mereka sendiri. James datang kembali bergabung dengan tim kami bersiap menerima pasien, sementara administrator medis lab melakukan semua pengecekan untuk kami.


“Mereka  semua sudah diborgol?”


“Sudah keamanan sudah menanganinya. Ada satu orang yang tidak sakit walaupun mereka bersama dalam rombongan.”


“Aku tahu, kita akan melakukan wawancara padanya secepatnya.Begitu kita selesai emergency yang ini.” James  dan  aku sudah mendengar suara  heli evakuasi mendekat. Dan dalam hitungan beberapa menit  kemudian kami sudah menangani korban