
Dalam beberapa hari kemudian aku dan tim Mitchell berusaha keras memastikan semua di pabrik berjalan dengan lancar, musim tangkap sudah dimulai, produksi akan sebagian dibeli sebagai supply untuk pemerintah sebagian lainnya di jual bebas dengan margin keuntungan tidak besar, tapi kami juga memperoleh pengurangan pajak.
Aku tinggal di sebuah hotel di Sitka, di kota ini hanya terdapat hotel bintang 3, tapi pemandangan di hotelnya cukup menyenangkan. Kota kecil ini tenang dan pemandangan teluknya mempesona.
"Nona, ada seorang tamu yang mencarimu di sini. Namanya Andrew Davis. Apa kau mau menemuinya?" Andrew? Kenapa dia bisa sampai ke sini? Darimana dia tahu aku berada di sini. Aku langsung turun ke bawah.
"Andrew kenapa kau ada di sini." Aku melihat pria yang kukenal ini. Entah kenapa setelah tahu dia punya perasaan padaku rasanya agak kaku, rasanya biasanya aku merasa bisa mengobrol apa saja dengannya. Tapi sekarang seperti berjarak.
"Aku ada urusan di Juneau (Ibukota Alaska ), kudengar dari kakakmu kau di sini menjalankann pabrik. Jadi aku kemari, aku ada free di akhie pekan ini sekitar dua hari, di sini tempat memancing yang bagus, aku pernah ke sini sekali. Sedang musim penangkapan Herring bukan.
"Ohh begitu. Iya di perairan Sitka yang dangkal ini tempat ikan Herring memijah telurnya. Kau mau ikut memancing juga bisa di sini, ada banyak salmon, trout..."
"Iya aku tadi bertanya ke orang sini mereka mengatakan padaku dimana menyewa peralatan pancing dan perahu. Kau sibuk mau ikut?"
"Tidak, aku merangkap kepala pabrik sekarang?"
"Kepala pabrik?" Kuceritakan padanya apa yang terjadi beberapa hari yang lalu.
"Kacau sekali nampaknya, tiga orang di level manajemen bekerja sama mengakali keuangan pusat."
"Iya, itu yang terjadi. Jadi aku sekarang sibuk jadi pengawas pabrik." Dia tersenyum.
"Kau mau makan malam? Kau belum makan bukan? Aku tadi melihatmu masuk dengan wajah belum makan."
"Wajah belum makan?" Aku meringis lebar. "Aku hanya binggung melihat berton-ton herring beberapa hari terakhir."
"Dia sangat benar."
"Ayo makan kalau begitu."
"Ya baiklah ayo kita makan." Kami berjalan ke restoran hotel.
"Nona Dugard!" Seseorang memanggil namaku dengan keras dan membuatku langsung menoleh.
Tiga orang itu, kepala cabang, manager keuangan dan manager pembelian yang sudah kupecat, menuju ke arahku.
"Ada apa kalian ke sini."
"Kami ingin Anda mempertimbangkan lagi keputusan Anda, keluarga kami perlu kami nafkahi. Kami sudah bekerja bertahun-tahun di pabrik yang lama, ini kota kecil kemana lagi kami bisa pergi." Aku menghela napas.
"Kalian masih punya muka meminta pekerjaan denganku setelah kalian berkolusi mencuri dariku. Sudah bagus aku memberikan kalian pesangon!"
"Orang kaya memang kejam. Percuma bicara dengan mereka." Manager pembelian yang pernah kucerca itu sekarang balas mencercaku.
"Sudah bagus aku tak mengirim kalian ke penjara."
"Kalian orang kaya memang bangsat!" Tiba-tiba dia mengeluarkan senjata, yang membuatku langsung mundur selangkah. Mike Pence ini gila? Dia ingin menembakku. Teman-temannya nampak juga terkejut dia membawa senjata.
Kejadian selanjutnya begitu cepat, tahu-tahu dia sudah mengarahkan senjata itu padaku dan letusan terdengar. Aku berteriak reflek mengangkat tanganku tidak siap menghindar. Tapi tidak ada yang terjadi. Tapi Andrew berdiri di depanku terdorong ke belakang! Dia menerima peluru itu untukku?!