
"Orang seperti Anda memang hanya memikirkan diri sendiri. Apa Anda tidak punya empati sebagai manusia." Dia menghela napas sekarang.
"Sudah saya katakan ide menculik itu bukan saya yang membuat, mereka mengatakan mereka bisa mendapatkan subjek penelitian di Amerika, saya tak berpikir mereka mendapatkan dari menculik. Padahal kami bisa membayar subjek penelitian dengan pantas. Sungguh tindakan yang bodoh, menculik keluarga Dugard."
"Salahkan Dave Thomas dan CEO Anda yang terlalu pintar itu. Bagaimana kabar luka-lukanya. Jangan sampai dia muncul di depanku lagi."
Dia menghela napas sekarang.
"Begini saja, saya mundur dari subjek ini. Saya kalah, saya tak akan lagi tertarik dengan urusan membuat obat infected. Sebagai permintaan maaf secara resmi dan Anda mengakhiri semua ini, kami masih bisa berbisnis di sini. Saya menawarkan opsi saham khusus kepada Anda dan keluarga, dan pembayaran ganti rugi kepada orang yang kami culik."
Aku skeptis bahwa dia akan menyerah kalah secepat itu. Yang dilakukannya mungkin untuk memperkecil kerugian untuk saat sekarang. Dan menghindari deportasi kembali ke Rusia. Dia sudah diancam oleh Paman akan di deportasi.
"Benarkah? Kau menyerah? Kalau begitu sihlakan buat permintaan maaf resmi ke pemerintah dan korban yang kalian culik. Dan kami tak akan sudi menerima apapun darimu. Kau tetap akan di usir dari sini setidaknya sampai kami bisa membuat sendiri obat kami. Tapi mungkin bisnismu tetap dapat berjalan."
"Saya harus tetap di sini, ada beberapa bisnis yang saya harus saya pegang sendiri. Saya bersedia membayar kesalahan saya dan berhenti mengusahakan subjek penelitian obat ini, jika perlu perjanjian tertulis saya akan lakukan jika saya tertangkap mengusahakan lagi, saya bersedia membayar denda dan menanggung akibatnya. Saya minta maaf secara pribadi kepada Anda, Kakak Anda, Adik Anda, yang saya lakukan memang salah besar, terlepas saya benar-benar tidak tahu ide ini. Apa yang keluarga Anda inginkan atau Tuan Perdana Menteri agar saya bisa mendapatkan kesempatan. Saya akan lakukan."
Aku menatapnya sambil melipat tangan di depan dada. Sekarang dia meminta maaf dengan sungguh-sungguh nampaknya. Aku cukup puas dengan kata-katanya.
"Proses hukum terhadap Dave Thomas dan CEO CSL Technology tidak akan dihentikan. Anda harus tahu itu."
"Iya aku tahu. Mereka harus membayar tentang perbuatan mereka."
"Saya akan bicara ke Perdana Menteri jika begitu. Dia akan memutuskan kontribusi yang Anda bisa bayar. Anda bisa menunggu berita dari saya."
"Terima kasih Nona Dugard." Aku tak memberikan banyak komentar soal terima kasihnya itu. Yang aku bisa usahakan hanya dia tak di deportasi kembali ke Rusia.
"Kakak, ayo aku sudah selesai." Monica datang padaku kemudian. Dia melihat orang yang duduk bersamaku. "Kau?! Alexsey Mashkov, mau apa kau di sini?! Mengancam kakakku?! Kau tahu siapa kakakku?! Kau mau di hajar hah?!"
"Saya tidak ..." Dia terbata-bata menjawab Monica.
"Dan orangmu membunuh Harrold, kau tak tahu dia punya anak baru berumur 3 tahun! Kenapa kau tak mengikatnya saja dan menaruhnya di mobil, kau mafia Rusia kejam tak punya hati! Pergi kau dari sini!" Sekarang aku juga tak akan menolongnya dari tudingan Monica.
"Saya akan pergi. Saya benar-benar minta maaf Nona, tapi saya benar-benar tak tahu mereka merencanakan ini, saya akan memastikan santunan yang tepat untuk dapat membantu anaknya."
"Begitu, jika kau mengingkari kata-katamu akan kubuat kau membayarnya di depan umum." Monica tampak marah padanya. Bagimanapun Harrold meninggal dalam tugas pengawalannya, Monica juga merasa bersalah padanya.
"Jika dia tidak membayar santunan yang dijanjikannya dia akan di deportasi." Aku memberikan kepada Monica kesepakatan kami.
"Benarkah Kakak."
"Benar bukan Tuan Mashkov?"
"Iya benar."
"Bagus Kakak bisa memaksa orang ini. Kau jangan macam-macam ke Kakakku. Ķau tahu apa yang dilakukannya pada Dave Thomas, kau juga akan bernasib sama."
"Aku tak berani Nona aku sudah belajar dari pengalaman." Aku yakin orang ini tak selemah Dave Thomas.
"Bagus. Sekarang ayo kita pergi Kakak."
"Ayo."
Sekarang tinggal menunggu apa dia akan melakukan apa yang dikalahkannya.