
"Dari mana kau?" Sekarang dengan bodohnya aku tertangkap oleh Susan berada di lantai yang sama dengannya pagi-pagi. Kupikir aku tak mau memberitahu nya sama sekali, tapi saat menunggu lift dia langsung memergokiku.
"Ehm aku tadi ... " Sekarang aku tak punya alasan untuk menutupi apa yang kulakukan disini. Dia langsung menunjukku.
"Kau, dan walikota..." Langsung kututup bibirnya.
"Jangan membuat keributan oke." Dia langsung tertawa.
"Nampaknya ada seseorang yang sangat menikmati tadi malam." Aku hanya bisa tersenyum.
"Kau akhirnya menuruti saranku, bagaimana hasilnya, menyenangkan bukan." Dia tersenyum lebar.
"Hmm ya cukup menyenangkan."
"Ohh jadi dia hanya rata-rata."
"Well, bukan begitu, dia sangat baik kurasa. Aku tak bisa membicarakan ini oke. Ini bukan hal yang baik untuk digosipkan. Anggap saja semuanya menyenangkan."
Kuseret dia masuk ke dalam lift.
"Jangan bicarakan ini selain kau dan aku oke, aku tak ingin mendapatkan masalah. Dia juga..."
"Iya-iya baiklah. Selamat, setidaknya mau sudah mengambi langkah maju." Susan masih senyum-senyum sekarang.
Setelah aku berganti baju kami tiba di triage. Terlihat beberapa perawat nampaknya kelelahan.
"Ada keramaian tadi malam? Kalian kelihatannya kelelahan?" Aku bertanya pada mereka.
"Semalam ada beberapa emergency masuk. Beberapa prajurit terluka, kamp mereka diserang, untungnya tidak ada yang terinfeksi, setidaknya tidak ada yang mengatakan mereka terinfeksi atau tergigit."
Tidak ada yang mengatakan mereka terinfeksi, tapi protocolnya mereka harus dipisahkan tetap. Dan di isolasi.
"Iya 48 jam seperti aturan, ada 6 orang. Ruangan isolasi satu sampai 6. Rinciannya sudah kukerjakan. Coba kalian baca dulu, apa ada yang kurang jelas."
Aku membaca catatan rincinya bersama Susan, dua orang di rawat karena patah kaki dan luka-luka, yang lainnya luka kepala karena terjatuh. Catatan dokter bisa kupahami. Walaupun Susan yang mengepalai bangsal aku juga ikut melihat.
"Jelas baiklah."
"Kalau begitu aku pergi istirahat dulu oke. Kuserahkan pada kalian dulu." Agak sulit membedakan deman karena terinfeksi atau karena luka. Kami mengawasi dengan hati-hati setiap korban dari medan yang masuk katagori "berkelahi dengan infected".
Sementara hari ini ada pengungsi baru juga akan masuk ke sini. Biasanya ada beberapa dari mereka perlu perawatan. UGD akan sibuk sementara bangsal juga sibuk. Jika ada infeksi baru terdeteksi dalam 24- 36 jam menurut yang kami pelajari sampai sekarang. Korban-korban ini harus diborgol, dampai lewat 48 jam.
Dokter-dokter shift siang datang kemudian. Lebih banyak yang bertugas saat siang. Walaupun akan sibuk lebih banyak bantuan.
"Rupanya ada kekacauan semalam." James melihat daftar pasien di bangsal.
"Iya, ada kontak penyerangan semalam. Hari ini juga akan banyak pengungsi baru masuk . Kita harus bersiap."
"Belakangan terjadi banyak penyerangan. Nampaknya ada zombie pintar yang merenanakannya. CFC sudah memperingatkan ini. Entah bagaimana mereka bisa mengkoordinasikan serangan, virusnya berevolusi."
"Benarkah, mereka bisa mengkoordinasikan serangan, bahaya sekali." Seperti manusia mereka bisa merencanakan serangan. Dulu kami hanya berhadapan dengan mahluk pencari daging tapi sekarang kami harus menghadapi pemburu daging pintar?!
"Pengungsi sudah tiba. Kalian harus bersiap." Seorang prajurit medis memberi tahu kami.
"Kami siap." Sangat pagi, baru saja kami masuk.
Beberapa orang tampak di papah ke dalam. Pemisahan pertama dimulai, yang menunjukkan tanda demam akan di dahukukan.
bersambung besok....
Tap