
POV Eliza
"Eliza, kita mulai pembukaan pabrik di Alaska, bisakah kau ke sana. Orang-orang baru semua yang kita pakai, aku tak percaya seratus persen pada orang baru."
"Ohh baiklah, Alaska, mereka akan mulai dimana?"
"Sitka. Mereka akan segera memulai penangkapan herring musim 3 tahun mereka produksi hanya untuk lokal, tahun ini regulasi penangkapan dilonggarkan. Aku akan mengirimmu sebagai pegawai keuangan ada dua pegawai keuangan juga akan mendampingimu . Tak ada yang mengenalmu, lihat saja apa mereka bisa dipercaya. Direktur yang menjalankan posisi kepala pabrik di sana adalah orang yang menjalankan posisi ini sebelumnya."
"Aku mengerti."
Dan awal maret di awal musim semi aku pergi ke Sitka. Sebuah kota di Alaska dimana kami membangun pabrik pengolahan ikan dan sekaligus membuka ratusan lapangan pekerjaan untuk penduduk lokal.
Musim pemancingan herring, berton-ton herring akan berkumpul di Sitka dan mengubah airnya yang kebiruan menjadi hijau keputihan. Kapal-kapal berlomba menjaring sebanyak mungkin dan rekor-rekor akan tercipta dengan penangkapan terbesar.
Tahun-tahun sebelumnya regulasi mengatur berapa ribu ton herring yang bisa ditangkap, tapi untuk tahun ini jumlahnya naik menjadi dua kali lipat. Musim penjaringan akan segera di mulai begitu ikan-ikan sudah menebarkan telurnya. Ada ahli yang akan menilai kapan penangkapan dibuka. Aku ingin ikut melihat kemariahan penangkapan ini dari atas udara.
"Nona, kau akan bertindak sebagai pimpinan kami bukan?" Salah seorang penata laksana keuangan berunding denganku.
"Tidak, kau yang akan menjadi pimpinan, bersikap kritislah, tekankan mereka harus menuruti sistem kita. Tekan mereka sampai semua sesuai yang kita mau. Jika akhirnya mereka tidak melaksanakan apa yang kau mau aku akan maju ke kepala cabangnya."
"Aku mungkin tak selalu ikut denganmu, aku akan berjalan-jalan mencari informasi, sementara kau dan orangmu bekerja."
"Baik Nona, saya mengerti."
Kami di sambut udara musim semi yang masih cukup dingin di utara benua ini, rata-rata tertinggi 9°C dan bisa menyentuh titik 0 di malam hari.
Aku melihat mereka bekerja. Kepala cabang yang ini nampaknya agak kaku wajahnya saat kami menjelaskan aturan ketat kami. Berkali-kali dia protes dan bagian keuangan menjelaskan kenapa kami mengambil aturan ini.
Kudengar dia adalah salah satu crew di masa mudanya. Orang lapangan seperti dia mungkin sakit kepala mendengar pengaturan orang keuangan. Tapi aturan kami tetap aturan. Dia harus berkompromi terhadap keinginan kami.
Hari-hari awal kulihat dia bersitegang dengan orang keuangan kami. Aku hanya bisa memberikan saran-saran dari belakang ke staff kami, sementara aku berjalan-jalan ke pelabuhan.
"Kudengar akhirnya kalian bisa menjual ke pabrik tahun ini." Aku mengobrol dan bertanya kepada nelayan yang sedang menunggu regulator membuka musim penangkapan herring di pelabuhan.
"Iya akhirnya kami bisa menangkap ikan besar-besaran lagi, rasanya sudah lama sekali tidak bekerja keras seperti ini memenuhi pukat kami dengan ikan sampai kapal kami miring. Yah walaupun harganya agak mengecewakan tapi lebih baik dari pada tak ada sama sekali."
"Mengecewakan? Memangnya kalian dibayar berapa per tonnya oleh pabrik pengolahan?" Benarkah mengecewakan? Aku rasa harganya tidak mengecewakan, pemerintah memberikan insentif dan aturan khusus harga yang kami bayar.
"Harganya..." Dia menyebutakan harga yang menyebabkan keningku berkerut.