BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 77. Hit 2


"Iya benar, aku tak tahu siapa yang melakukannya polisi sudah tiba aku sudah memberikan keterangan ke mereka. Mereka akan mencari cara menemukan siapa yang bertanggung jawab. Aku yakin kita akan menemukan siapa mereka."


"Dengan siapa kau bermasalah sekarang."


"Masalahku sekarang adalah soal perebutan saham dengan Adrian Russel dan satu lagi aku punya masalah dengan orang Jacob Russel, Mark Humphrey dia membuat calo-calo membeli lot-lot di toko retail yang dibuka untuk umum dan menyewakannya kembali dengan harga lebih tinggi. Mereka bahkan mengancam pedagang ...." Kuceritakan apa yang sudah kulakukan dan nampaknya membuat marah mereka.


"Mark Humphrey? Kau membuat masalah dengan bangs*at tukang berkelahi itu?" Richard tampaknya mengenal Mark Humphrey.


"Aku belum bertemu dengannya, tapi aku memang menahan sejumlah besar uangnya dan mengusir orang-orangnya."


"Kenapa Kylie ikut denganmu? Apa kalian berkencan?" Yang ini harus diluruskan dengan benar.


"Bukan, tadinya kami bertemu tak sengaja saat masing-masing dari kami baru selesai menjamu kolega di restoran hotel, kemudian Kylie mengundangku minum, berakhir aku akhirnya mengantarnya kembali karena dia minum cukup banyak." Richard menatapku, lalu ke kakakku.


"Brother George, nampaknya adikku menyukai adikmu." Kakakku nampaknya tidak mempunyai ide bagaimana menjawab kalimat itu. Richard menyambung kalimatnya kemudian, "Karena ini masalahmu, kau harus bertanggung jawab ke adikku. Temani dia sampai dia sembuh dan keluar dari rumah sakit." Itu lebih sebagai perintah daripada permintaan karena Kylie terluka karena masalahku. Aku tak punya pilihan lain selain mengiyakannya.


"Aku akan membayar semuanya dan menemaninya di rumah sakit, tentu saja."


"Kami juga akan mencari siapa yang bertanggung jawab dan menyeretnya Brother Richard. Akan kupastikan juga Gilbert menjengguk Kylie dan membantunya pulih." Kakakku yang menepuk bahu Richard.


"Siapapun yang melakukan ini kalian tidak boleh melepasnya. Jika benar Mark Humphrey orangnya kau harus membawanya ke penjara."


"Tentu saja." Jelas saja itu tak perlu diminta lagi.


Malam itu berakhir dengan aku harus bergadang menunggu Kylie dipindahkan ke kamar rawat. Dan terpaksa tidur di sana menungguinya malam ini sebelum besok pagi ada assisten perempuan yang ditugaskan menemaninya.


"Dimana aku." Setengah jam dari kepergian Kakaknya dia membuka mata. "Gilbert? Apa yang terjadi." Dia bisa mengingat siapa aku dengan jelas, itu sebuah pertanda bagus.


Dokter yang memeriksanya mengatakan seharusnya kondisinya seharusnya bagus dengan kemampuannya mengingat kejadian yang menimpa kami. Tapi tetap dia masih harus opname beberapa hari.


"Aku menyusahkanmu, harusnya aku tak lupa memakai sabuk pengaman." Dia malah menyalahkan dirinya sendiri.


"Aku yang membuatmu celaka karena masalahku bukan sebaliknya."


"Aku terlalu mabuk untuk memakai seat belt." Sekarang dia tertawa kecil. "Terima kasih sudah menungguiku, padahal aku yang mengajakmu minum dan mengantarku pulang. Ini akibatnya jika kau menyusahkan orang lain."


"Aku tidak merasa kau menyusahkanku. Kau harus istirahat seperti kata dokter, apa kau memerlukan sesuatu? Akan kuambilkan..."


"Tidak, terima kasih. Seorang prajurit memang selalu penuh tanggung jawab ke orang lain. Kalian selalu bisa diandalkan." Aku jadi tersenyum dengan kata-katanya.


"Istirahatlah, semoga besok kau akan merasa lebih baik."


"Aku akan cepat sembuh dengan Jenderal baik hati disampingku. Kurasa aku sangat beruntung." Dia membalas senyumku.


"Kau itu tak tahu apa yang kau bicarakan. Kau itu sedang tak beruntung karena bersamaku di saat yang tidak tepat. Kepalamu terbentuŕ, kurasa pusat logikamu kacau." Dia tertawa menanggapiku.


"Terima kasih prajurit sudah menjagaku." Dìa nampaknya teringat dengan mantan kekasihnya lagi.


"Tidurlah. Besok kau akan merasa lebih baik."


\=\=\=\=\=\=